Bola.net - - Kini berteman baik dan bekerja sama di Ducati Corse, Casey Stoner dan Jorge Lorenzo ternyata memiliki hubungan yang tak terlalu mulus di masa lalu, yakni ketika keduanya masih turun di kelas balap yang lebih ringan. Hal ini diungkapkan oleh Stoner yang kini menjabat sebagai test rider berharga Ducati kepada MotoGP.com.
Keduanya sama-sama turun di kelas GP125 2003-2004 dan GP250 2005. Sama-sama berstatus sebagai rider muda menjanjikan, keduanya kerap sengit merebut kemenangan. Stoner mengaku dirinya sempat sensi dengan karakter Lorenzo yang dulu dikenal cukup 'tengil', namun kini justru menghormatinya setelah Lorenzo mengalami perubahan besar.
"Jorge sudah banyak belajar dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal karirnya, saya sendiri tak terlalu suka dengan karakternya, atau caranya ketika berkendara dengan kami (para rivalnya). Tapi beberapa tahun kemudian kami mengalami titik balik dan ia benar-benar berubah," ujar Stoner.
Casey Stoner dan Jorge Lorenzo (c) MotoGP
Menurut Stoner yang dua tahun lebih tua, Lorenzo yang sekarang sudah jauh lebih dewasa dan memiliki rasa hormat lebih besar pada para rivalnya. Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 ini bahkan memuji kekuatan mental rider berusia 29 tahun tersebut dalam menghadapi segala tantangan demi mengoleksi lima gelar dunia.
"Rasa hormatnya pada semua orang yang ada di grid benar-benar berubah dan saya pun memberikan rasa hormat padanya. Jadi sejak momen itu, saya tak punya apa-apa kecuali rasa hormat yang begitu tinggi untuknya. Entah dia menang atau kalah, ia tetap seorang juara sejati," pungkas Stoner.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Stoner Ungkap Masa Lalu 'Kelam' Bareng Lorenzo
Otomotif 21 Maret 2017, 09:30
-
'Bukan Stoner, Pirro Tetap Penting bagi Lorenzo'
Otomotif 17 Maret 2017, 11:00
-
Danilo Petrucci: Casey Stoner Bikin Saya 'Kesal'!
Otomotif 2 Maret 2017, 09:30
-
'Fenomenal, Casey Stoner Bagaikan Maradona'
Otomotif 1 Maret 2017, 16:45
-
'Meski Tak Lagi Balapan, Casey Stoner Punya Talenta Unik'
Otomotif 13 Februari 2017, 10:45
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR