
Bola.net - Project Leader sekaligus Direktur Tim Suzuki Ecstar, Shinichi Sahara, mengaku terheran-heran melihat kekompakan dan hasil balap timnya tetap oke-oke saja di MotoGP Qatar akhir pekan lalu, usai syok melihat kepergian sang manajer tim, Davide Brivio, ke Formula 1 untuk jadi Direktur Balap Alpine F1 Team musim ini.
Lewat GPOne, Rabu (31/3/2021), Sahara tak memungkiri dirinya sempat cemas timnya jadi terpecah belah dan kehilangan konsentrasi di lintasan usai ditinggalkan Brivio, yakni sosok yang mengkurasi skuad Suzuki Ecstar dengan orang-orang terbaik di bidangnya. Nyatanya, tim ini tetap kompak dan performa Joan Mir dan Alex Rins tetap apik.
GSX-RR memang masih lemah dalam lap tunggal seperti tahun lalu, hingga time attack Suzuki selalu gagal di sesi kualifikasi. Di Seri Qatar lalu, Rins dan Mir bahkan hanya start dari posisi 9 dan 10. Namun, seperti biasa, mereka mampu gaspol dalam balapan. Mir dan Rins finis keempat dan keenam, usai sengit memperebutkan podium.
Kompak Tutupi Ketidakhadiran Davide Brivio

"Hal teraneh dari ini semua adalah tak hal aneh terjadi. Saya pikir, tanpa Davide kami bakal kesulitan, akan ada kebingungan. Nyatanya tak terjadi. Saya sangat mengapresiasi kinerja Davide, dia yang menyatukan tim ini menuju level yang tinggi, tapi semua anggota tim kami mampu menutupi absennya dengan sangat baik," ujar Sahara.
Di lain sisi, pria asal Jepang ini mengaku tugasnya makin menumpuk usai ditinggalkan Brivio ke F1. Selain harus terus memantau pengembangan motor yang dilakukan di markas yang ada di Hamamatsu, kini ia juga wajib hadir di setiap balapan demi mendampingi tim dan mengatur logistik skuadnya sepanjang akhir pekan.
"Selama beberapa tahun terakhir, saya hanya datang di satu dari tiga balapan. Kini saya harus selalu ada bersama tim untuk staf manajemen. Jadi, saya harus melakukan beberapa tugas untuk orang-orang Jepang dari jauh, mengendalikan pengembangan, dan saya rasa ini lebih mudah dilakukan dari sirkuit," kisah Sahara.
Bisa Dukung Mentalitas Bidik Gelar Dunia Lagi

Sahara juga menyatakan, tanpa Brivio, timnya tetap kompak dan beratmosfer kekeluargaan, yang sukses bikin iri tim-tim lain. Baru-baru ini, seluruh anggotanya bahkan kompak memutuskan tinggal di Qatar selama lima pekan sejak uji coba pramusim, demi menghindari infeksi Covid-19. Sahara jadi optimistis atmosfer ini memberi pengaruh positif pada target merebut gelar dunia lagi.
"Atmosfer di garasi kami tetap sama, jika tidak lebih baik. Mungkin ini karena setelah kepergian Davide orang-orang jadi merasa harus lebih kompak, demi meningkatkan kooperasi. Semua orang bilang kepada saya bahwa tim kami lebih mirip keluarga, tapi saya hanya pernah kerja bareng Suzuki, jadi bagi saya ini hal normal!" ungkapnya.
"Target kami adalah jadi juara dunia lagi, dan mengakhiri musim di peringkat 1 dan 2 bersama para rider kami. Ini bakal jadi hasil yang ideal. Namun, saya coba melupakannya karena ingin fokus pada balapan demi balapan. Jika kami dapat hasil balap yang baik, hasil lainnya juga akan mengikuti secara otomatis," tutup Sahara.
Sumber: GPOne
Video: Maverick Vinales Sukses Menangi MotoGP Qatar 2021
Baca Juga:
- Ulang Tahun Ke-25, LCR Honda Ternyata Dibentuk Akibat 'Dipaksa' Valentino Rossi
- Terpuruk di Seri Qatar, Jack Miller Ogah Tinggal Diam Jelang MotoGP Doha
- Ubah Strategi, Pecco Bagnaia Tekad Balas Dendam di MotoGP Doha
- Fabio Quartararo Nantikan Kesempatan Kedua untuk Menang di MotoGP Doha
- Makin Pede, Maverick Vinales Tekad Ulang Kemenangan di MotoGP Doha
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Suzuki Tetap Kompetitif di MotoGP: Ditinggal Davide Brivio? Oke-oke Aja Tuh!
Otomotif 1 April 2021, 11:59
-
Pantang Mudik, Duet Suzuki Ecstar Bidik Podium di MotoGP Qatar
Otomotif 25 Maret 2021, 10:17
-
Hindari Covid-19, Suzuki Satu-Satunya Tim MotoGP yang Tinggal di Qatar 5 Pekan
Otomotif 18 Maret 2021, 11:18
-
Galeri: Tekad Pertahankan Gelar, Suzuki Pamer Corak Baru di MotoGP 2021
Open Play 7 Maret 2021, 10:21
-
Suzuki: Berat Bagi Alex Rins Saksikan Joan Mir Juarai MotoGP 2020
Otomotif 24 Februari 2021, 13:13
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR