Tak Ada 'Saudara' di Lintasan! Marc Marquez dan Alex Marquez Sempat Bikin Kesepakatan Jadi Rival Sungguhan di MotoGP 2025

Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengaku ia dan sang adik, Alex Marquez, sempat bikin kesepakatan pada awal musim MotoGP 2025 untuk jadi rival sesungguhnya. Mereka sepakat untuk tetap bertarung secara agresif jika berebut hasil yang sama.
Sejak awal musim ini, Marquez Bros menguasai dua peringkat teratas klasemen dan sering berbagi podium. Keduanya sengit memperebutkan kemenangan, meski akhirnya Marc keluar sebagai juara dunia dan Alex harus legawa mengakhiri musim sebagai runner up.
Namun, pada pertengahan musim, Alex sempat dituduh 'sengaja' tidak sungguh-sungguh menyerang Marc. Mereka pun kompak membantah. Alex bahkan mendapatkan pembelaan dari Marco Bezzecchi, yang menyebut Marc memang terlalu cepat untuk dikejar pembalap lain.
Tak Boleh 'Main Aman' Meski dengan Saudara Sendiri

"Saya paham setelah balapan Thailand bahwa Alex akan sangat cepat sepanjang musim. Saya berpikir di atas motor, di mana saya bisa menyalipnya? Saya tak ingin melakukan kesalahan," ungkap Marc kepada MotoGP.com, Jumat (21/11/2025), soal seri pembuka tersebut.
Marc menyadari ia tak bisa balapan kelewat hati-hati dan tak boleh 'main aman' dengan semua rivalnya, termasuk sang adik. Alhasil, mereka pun berdiskusi, dan sepakat untuk balapan dan bersaing sengit seperti saat melawan pembalap lain.
"Ketika sampai di rumah, saya bilang kami tak bisa bersaing seperti ini. Saya memintanya duduk di kursi dan berkata, 'Kita memang saudara. Kita memang saling menghormati. Namun, ini adalah balapan. Jika sesuatu terjadi, maka itu karena memang bisa terjadi'," kisahnya.
"'Kau bisa menyalip pembalap lain dan kehilangan bagian depan motormu. Jika sesuatu terjadi, kita tetap saudara dan besok adalah hari yang baru. Apakah kau setuju?' Saya sih setuju, dan kami pun berjabat tangan," lanjut sang sembilan kali juara dunia.
Jadi Rival Tanpa Harus Rusak Hubungan Keluarga
Marc juga menyatakan bahwa ia dan Alex bisa saja memilih untuk menjadi rival pahit dalam perebutan gelar dunia. Namun, pada akhirnya keduanya sepakat untuk tetap bersaing sengit tanpa harus merusak hubungan keluarga.
"Kami punya dua pilihan. Bertarung dan menciptakan ketegangan antara saya dan Alex, atau menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Kami berdua pun memilih menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Namun, itu bukan sesuatu yang kami rencanakan. Itu terjadi sesuai feeling saja," tutup Marc.
Dengan persaingan sehat ini, Marc dan Alex Marquez pun sukses menjadi pasangan kakak-adik pertama yang mampu mengakhiri musim Grand Prix sebagai juara dunia dan runner up sepanjang sejarah.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- Bintang Pranata Sukses Akhiri Thailand Talent Cup 2025 di Peringkat 3 Klasemen Bareng Astra Honda
- Fabio Quartararo Kagumi Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP, Kaget Karena Bisa Langsung Cepat
- Jorge Lorenzo Resmi Jadi Pelatih Balap Maverick Vinales di MotoGP 2026, Demi Makin Kompetitif di KTM
- Cara Nonton Live Streaming Gratis JuniorGP 2025, Jangan Lupa Dukung Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
2 Jasa Besar Gigi Dall'Igna bagi Marc Marquez: Sediakan Motor Hebat, Juga Sering Beri Petuah
Otomotif 22 November 2025, 21:08
LATEST UPDATE
-
Jelang Real Madrid vs Bayern, Kimmich Soroti Bahaya Bernabeu
Liga Champions 7 April 2026, 11:14
-
Prediksi PSG vs Liverpool 9 April 2026
Liga Champions 7 April 2026, 11:13
-
Antonio Conte Buka Suara soal Peluang Kembali Latih Timnas Italia
Liga Italia 7 April 2026, 10:46
-
Prediksi Barcelona vs Atletico Madrid 9 April 2026
Liga Champions 7 April 2026, 10:24
LATEST EDITORIAL
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41

























KOMENTAR