
Bola.net - Pembalap LCR Honda Idemitsu, Takaaki Nakagami, sedih ditinggal sang tandem, Cal Crutchlow, pensiun dari MotoGP. Kepada Crash.net, Selasa (8/12/2020), rider Jepang ini menyatakan bahwa Crutchlow telah memberikan banyak bantuan padanya, meski terkadang mereka mengalami cekcok.
Nakagami jadi tandem Crutchlow sejak 2018. Ia pun sama sekali tak mengira Crutchlow mau memberi bimbingan sangat detail dalam beradaptasi dengan MotoGP usai turun di Moto2. Nakagami bahkan menyebut Crutchlow sama sekali tak keberatan dibuntuti dalam sesi apa pun.
"Saya sedih Cal meninggalkan Honda dan jadi test rider Yamaha. Tapi saya mengharapkan yang terbaik untuknya. Sangat menyenangkan bisa jadi tandemnya selama tiga tahun, terutama pada tahun pertama, saat saya baru naik ke MotoGP dari Moto2," kisah Nakagami.
"Cal banyak membantu saya, sungguh mengagumkan. Saya tak pernah lihat seorang rider memberikan bantuan begitu besar pada tandemnya. Dalam uji coba, dalam pekan balap, juga beberapa sesi latihan, ia selalu punya waktu untuk saya buntuti," lanjut rider berusia 28 tahun ini.
Kini Bisa Samai Performa Cal Crutchlow

Nakagami pun menyatakan Crutchlow tak pernah ragu menanyakan apa pun yang terjadi padanya usai tiap sesi. "Cal peduli bagaimana saya butuh adaptasi dari Moto2 ke MotoGP, dan ia selalu peduli pada apa yang terjadi pada saya, bagaimana perasaan saya di atas motor MotoGP. Ia sungguh serius, selalu peduli pada saya," tuturnya.
'Taka' juga mengaku telah mempelajari banyak tips dari Crutchlow soal cara mengendarai RC213V, mengingat rider Inggris itu tak hanya berpengalaman di Honda, melainkan juga di Yamaha dan Ducati. Pengalaman segudang ini pun menjadikan Crutchlow punya perbandingan mencolok hingga tahu cara yang tepat menjinakkan RCV.
"Saya banyak belajar Cal, dan itulah alasan saya kini bisa bertarung dengannya. Pada tahun pertama, ini mustahil terjadi. Tapi pada tahun kedua, dan juga tahun ini, dalam banyak balapan kami bisa berduel dan saya bisa mengalahkannya. Saya mengalami kemajuan besar berkat nasihat darinya," lanjut Nakagami.
Tanpa Cal Crutchlow, Pasti Lebih Kesulitan

"Sungguh pengalaman hebat bisa jadi tandemnya selama tiga tahun. Jika ia tak membantu saya, mungkin saya bakal lebih kesulitan. Jadi, saya ingin berterima kasih kepada Cal, karena ia orang yang baik. Semoga suatu saat nanti, kami bisa 'ngopi' bareng, dan menghabiskan lebih banyak waktu santai bersama," ungkap Nakagami.
Crutchlow dan Nakagami sendiri diketahui sempat cekcok pada pertengahan 2019 usai bertabrakan dalam sesi latihan MotoGP Catalunya. Namun, lambat laun hubungan mereka kembali membaik, dan Nakagami mulai bisa membiasakan diri dengan karakter Crutchlow yang blak-blakan dan kerap menunjukkan sifat humoris.
"Cal benar-benar orang baik. Tapi jika memikirkan sesuatu, ia akan mengatakannya blak-blakan, baik dalam maupun luar lintasan. Saya suka karakternya, karena ia selalu bercanda! Tadinya, sulit bagi saya untuk memahami ia sedang serius atau tidak. Tapi kini, saya tak terlalu mendengarkan setiap kata yang ia ucapkan, karena ia selalu bercanda, nyaris tak pernah serius!" tutupnya.
Sumber: Crashnet
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
- Reli Sardinia dan KTM, Pintu Masuk Danilo Petrucci Menuju Reli Dakar
- Alex Briggs Sedih Batal Pensiun Bareng Valentino Rossi
- Corak Motor Ducati Milik Luca Marini Dipamerkan Lewat X-Factor
- Pemerintah Ogah Biayai Aspal Baru, Ceko Resmi Mundur dari MotoGP 2021
- Klasemen Sementara Formula 1 2020 Usai Seri Sakhir, Bahrain
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez: Pol Espargaro Takkan Sesali Keputusan Pindah ke Honda
Otomotif 10 Desember 2020, 15:49
-
'Honda Perlakukan Valentino Rossi dengan Cara Terburuk'
Otomotif 10 Desember 2020, 13:45
-
Takaaki Nakagami Heran Cal Crutchlow Tak Pelit Ilmu pada Rookie MotoGP
Otomotif 10 Desember 2020, 11:58
-
Marc Marquez Tegas Tekad Rebut Gelar MotoGP dari Joan Mir
Otomotif 7 Desember 2020, 01:27
-
Marc Marquez: Nekat Turun di MotoGP Andalusia Adalah Kesalahan
Otomotif 7 Desember 2020, 00:27
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR