
Bola.net - Crew chief Franco Morbidelli di Petronas Yamaha SRT, Ramon Forcada, yakin Valentino Rossi melakukan pergantian crew chief musim depan hanya untuk mencari motivasi, bukan untuk mencari perbaikan teknis di Yamaha. Hal ini ia sampaikan lewat wawancara dalam MotoGP Podcast yang dirilis DAZN, Rabu (9/10/2019).
Dalam wawancara ini, Forcada dimintai opini soal Rossi yang musim depan akan mengganti sang crew chief, Silvano Galbusera, dengan Davide Munoz. Munoz masih berusia 41 tahun, dan tengah menjabat sebagai crew chief Nicolo Bulega di Sky Racing VR46 dan pernah mengantar Francesco Bagnaia menjuarai Moto2 2018.
Munoz orang VR46 kedua yang digaet Rossi, usai menyomot Idalio Gavira untuk dijadikan pelatih balap pribadinya mulai akhir musim lalu. Di lain sisi, tahun lalu Yamaha juga merombak struktur departemen balapnya, dimulai dengan mengganti Project Leader YZR-M1 dari Kouji Tsuya ke Takahiro Sumi.
Apalagi Kalau Bukan Cari Motivasi?

Setelahnya, teknisi elektronik andalan Yamaha WorldSBK, Michele Gadda, juga telah dipekerjakan di MotoGP. Belakangan, Presiden Divisi Motorsport Yamaha yang selama ini dijabat Kouichi Tsuji, juga diambil alih Hiroshi Ito. Atas alasan ini, Forcada yakin kehadiran Munoz di kubu Rossi bukanlah soal perbaikan teknis.
"Saya tak yakin Davide sangat baik dalam level teknis, jadi menurut saya Vale hanya cari motivasi. Dengan beberapa tahun tersisa, Vale menggaet teknisi tak berpengalaman, jadi apalagi yang ia cari kalau bukan motivasi? Itulah yang juga ia lakukan saat mengganti Jeremy (Burgess) dengan Silvano," ujar Forcada.
Di lain sisi, Forcada juga menghormati cara kerja Yamaha yang bersikap terbuka pada permintaan pebalap dalam melakukan perombakan tim. Ia menyebut Yamaha selalu memberikan kebebasan pada ridernya, seperti saat Maverick Vinales meminta Forcada untuk digantikan dengan Esteban Garcia.
Rombak Tim Karena Temui Jalan Buntu
"Dengan cara kerja Yamaha, segalanya terbuka. Anda bisa mencoba apa pun yang Anda mau, dan mereka akan memberi kebebasan. Jadi saya rasa Vale tak bermaksud mencari peningkatan teknis," tutur pria asal Spanyol ini.
"Ini juga terjadi saat ia mengganti Jeremy (Burgess). Vale pikir mereka menemui jalan buntu dan ia menginginkan perubahan. Bagaimana caranya? Well, Davide masih muda dan ia akan punya ide-ide baru," pungkas Forcada, yang pernah meraih tiga gelar dunia MotoGP bersama Jorge Lorenzo.
Musim depan, Munoz akan menjadi crew chief ketiga Rossi sepanjang kariernya di kelas tertinggi (GP500/MotoGP). Ia bekerja sama dengan Burgess pada 2000-2013, dan menggantinya dengan Galbusera pada 2014 lalu. Bersama Burgess, ia mengoleksi tujuh gelar dunia.
Sumber: DAZN/Motorsport.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Jadi Tandem Rossi-Marquez? Saya Fokus ke Diri Sendiri
Otomotif 10 Oktober 2019, 16:20
-
Valentino Rossi Bakal Turun di Ajang Gulf 12 Hours 2019
Otomotif 10 Oktober 2019, 10:45
-
'Temui Jalan Buntu, Valentino Rossi Rombak Tim demi Cari Motivasi'
Otomotif 10 Oktober 2019, 09:08
-
'Valentino Rossi Takkan Juara Lagi, Menangi Balapan Saja Sulit'
Otomotif 10 Oktober 2019, 08:45
-
Marc Marquez Tanggapi Ucapan Selamat dari Rossi dan Lorenzo
Otomotif 9 Oktober 2019, 12:25
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Marcus Rashford Bakal Stay di MU Pada Awal Musim 2025/2026, Tapi...
Liga Inggris 9 Juli 2026, 17:24
-
Prancis yang Haus Gol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:19
-
Gercep! Barcelona Capai Kesepakatan Pribadi dengan Karim Adeyemi
Liga Spanyol 9 Juli 2026, 16:47
-
Latih Fulham, Alvaro Arbeloa Ingin Boyong 3 Pemain Real Madrid Ini?
Liga Inggris 9 Juli 2026, 16:00
-
Manchester United Kepincut Kiper Timnas Paraguay Ini?
Liga Inggris 9 Juli 2026, 15:30
-
Pesan Lamine Yamal ke Julian Alvarez: Gue Tunggu di Barcelona, Bro!
Piala Dunia 9 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR