Bola.net - - Belakangan, Aprilia Racing Team Gresini menjadi salah satu tim yang tersorot publik dan mendapat banyak kritikan tajam soal keputusan mereka mendepak Sam Lowes pada akhir musim nanti, serta menggaet Scott Redding sebagai penggantinya untuk MotoGP musim depan.
Jika dirunut, sejatinya hal kontroversial macam ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Aprilia sejak kembali ke MotoGP sebagai tim pabrikan secara penuh pada tahun 2015 lalu. Selain kasus Lowes, ada dua kesalahan 'tak wajar' lain yang pernah dilakukan Aprilia.
Apa saja 'dosa besar' Aprilia kepada para ridernya di MotoGP? Berikut ulasannya.
Marco Melandri

Menyusul keputusan Aprilia Racing berhenti turun di WorldSBK pada akhir 2014, tim asal Noale, Italia ini pun meminta Marco Melandri kembali ke MotoGP, bertandem dengan Alvaro Bautista untuk mengembangkan RS-GP yang akan menjalani debutnya pada 2015.
Dengan alasan masih 'cinta' pada Aprilia, Melandri pun menandatangani kontrak tersebut, meski setengah hati harus kembali ke MotoGP, kejuaraan yang sudah ia tinggalkan sejak akhir 2010 silam.
Tak dinyana, tak lama usai Melandri menandatangani kontrak tersebut, Aprilia justru meluncurkan proyek gabungan dengan tim independen Red Devils Roma untuk WorldSBK 2015, mendukung tim asal Roma tersebut dengan asupan pabrikan untuk Leon Haslam dan Jordi Torres.
Mengendarai RS-GP yang masih dalam tahap awal pengembangan, Melandri yang merupakan runner up MotoGP 2005 dengan sederet prestasi gemilang di WorldSBK pun justru kerap finis terbuncit. Melandri pun kerap bingung soal alur pengembangan RS-GP, dan feedback yang ia berikan tak terlalu diperhitungkan.
Dengan lingkungan kerja yang tak dinamis pula, rider Italia ini pun frustrasi hingga memutuskan hengkang dari Aprilia dan MotoGP pada pertengahan 2015. Ia bahkan harus menganggur selama 1,5 tahun, sebelum akhirnya mendapat kontrak dari Aruba.it Ducati di WorldSBK awal tahun ini.
Stefan Bradl-Alvaro Bautista

Susah payah dan jatuh bangun mengembangkan RS-GP, Stefan Bradl dan Alvaro Bautista tak jarang mendapati kesialan saat menjalani pekan balap. Nasib buruk pun menimpa keduanya, saat mereka merupakan dua dari lima rider yang melakukan jump start di Red Bull Ring, Austria tahun lalu.
Berkat kesalahan ini, keduanya membuat Aprilia pulang dengan tangan hampa dan tanpa poin. Alih-alih mempublikasi penjelasan Bradl dan Bautista soal kesalahan tersebut, rilis resmi Aprilia Racing Team Gresini usai balap justru hanya diisi oleh kritikan tajam dari CEO Piaggio Group, Roberto Colannino dan Manajer Teknis Aprilia Racing, Romano Albesiano.
"Motor kami telah mengalami peningkatan secara bertahap, dan kami tak bisa menerima fakta bahwa human error, baik dari manajemen teknis maupun dari jalannya balapan, menghalangi kami untuk membuktikan performa kami sesungguhnya dan gagal meraih hasil yang layak didapatkan Aprilia," ungkap Colannino.
Albesiano pun mengungkap komentar senada, "Saya merupakan orang pertama yang marah atas hasil balapan kali ini. Dari para rider profesional seperti Alvaro dan Stefan, saya mengharapkan konsentrasi dan komitmen maksimum sampai akhir musim," ujarnya.
Bradl pun heran pada kritik tajam Aprilia ini. "Saya tak mengerti mengapa mereka mengatakannya. Sebagai tim, kami menang dan kalah bersama. Kami ini manusia, kami semua bisa melakukan kesalahan. Bukannya kami tidak fokus: lima rider jump start di MotoGP bukanlah situasi normal. Saya tak paham mengapa Aprilia mempublikasi komentar pemilik tim ketimbang para rider," tuturnya.
Sam Lowes

Keinginan Aprilia untuk mendepak Sam Lowes sejatinya mulai menyeruak di pekan balap MotoGP Catalunya, Spanyol pada Juni lalu. Ironisnya, kabar ini justru muncul tepat setelah Aprilia melakukan kesalahan teknis pada motor RS-GP, hingga Lowes tak bisa maksimal saat menjalani kualifikasi.
Albesiano pun secara blak-blakan menyatakan kecewa tak segera melihat perkembangan dari Lowes yang masih berstatus debutan, dan langsung menegaskan tengah melakukan negosiasi dengan rider lain untuk menggantikan Lowes tahun depan. Hal ini pun bertentangan dengan kontrak Lowes, yang sejatinya baru akan habis pada akhir 2018, apalagi Lowes mengaku tak pernah mendapat paket motor yang setara dengan Aleix Espargaro.
Perlakuan Aprilia kepada Lowes ini pun mendapat kecaman dari banyak pihak, termasuk Espargaro, yang merupakan rider mereka sendiri. Espargaro dan rider LCR Honda, Cal Crutchlow yakin Lowes layak mendapat waktu lebih banyak untuk belajar, dan layak dipertahankan karena Lowes merupakan kandidat juara Moto2 2015-2016.
Aprilia pun bergeming. Dengan tameng bahwa kesepakatan telah diraih oleh kedua belah pihak, mereka pun memutus kontrak Lowes pada akhir musim nanti. Pabrikan yang bermarkas di Noale, Italia ini pun secara resmi mengumumkan telah menggaet Scott Redding untuk musim depan.
Banyak pihak kembali mendukung Lowes dan melempar kritik tajam kepada Aprilia. Crutchlow yang juga teman dekat Lowes, merupakan tokoh MotoGP yang paling vokal soal masalah ini, menyebut perlakukan Aprilia 'memalukan' dan memilih rider (Redding) yang tidak lebih baik daripada Lowes.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tiga 'Dosa Besar' Aprilia pada Ridernya di MotoGP
Otomotif 19 Agustus 2017, 11:00
-
Tak Hanya Dua, Ducati Sukses Raih Tiga Kemenangan!
Otomotif 21 Juni 2017, 14:45
-
Sinergi MotoGP-WorldSBK, Kunci Sukses Ducati Corse
Otomotif 16 Februari 2017, 15:05
-
MotoGP-WorldSBK Sama Penting, Ducati Ingin Rebut Gelar
Otomotif 9 Februari 2017, 16:45
-
Ducati Bantah Jorge Lorenzo Pengaruhi Proyek WorldSBK
Otomotif 29 Agustus 2016, 16:15
LATEST UPDATE
-
Wonderkid Ini Sebut Bruno Fernandes Mentor Terbaiknya di Manchester United
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:13
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
-
Nonton Live Streaming Real Madrid vs Benfica di Vidio - Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 26 Februari 2026, 00:55
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58


























KOMENTAR