Bola.net - Perangkat elektronik atau Electronic Control Unit (ECU) terbaru akan disediakan promotor MotoGP, Dorna Sports untuk seluruh tim peserta tahun depan. Hal ini ternyata menjadi topik hangat dalam jumpa pers MotoGP Aragon, Kamis (27/9).
Jorge Lorenzo berpendapat penyamaan ECU bagi seluruh tim akan membantu MotoGP menjadi lebih kompetitif. Namun ia masih mengkhawatirkan tingkat keselamatan yang ditawarkan ECU buatan Magnetti Marelli itu.
"Jika semua memakai ECU yang sama, ini akan menjadi hal positif bagi tim yang tidak memiliki ECU terbaik. Kita harus mencobanya dan melihat apakah cukup aman. Belakangan ini sering terjadi kecelakaan besar, dan mungkin saja ECU terbaru sedikit lebih berbahaya. Karena motor MotoGP memiliki 250 tenaga kuda, kami harus berhati-hati terhadap peralatan seperti ini," terang Lorenzo.
Pesaing terdekat Lorenzo di klasemen sementara, Dani Pedrosa memilih melakukan pendekatan yang lebih hati-hati. Perkenalan 'kotak hitam' di Formula 1 2008 memang mengurangi biaya balap kejuaraan tersebut, namun Pedrosa yakin cerita sukses F1 tak bisa langsung diterapkan di MotoGP.
"Jelas ide ini datang dari F1 dan sepertinya memang bekerja dengan baik di kejuaraan tersebut karena. Saya tak pernah mendengar keluhan. Namun mobil bukanlah motor. Jadi ECU ini sangat tak bisa diprediksi. Terlalu awal untuk menilai karena belum ada yang menjajalnya dan tak ada yang tahu bagaimana ECU ini bekerja dengan motor," tandas pebalap Repsol Honda itu.
Sementara itu, Cal Crutchlow yang terkenal dengan gaya bicaranya yang jujur, menyatakan bahwa ECU terbaru tidak akan memberi dampak signifikan di MotoGP.
"Penyamaan ECU memang baik bagi MotoGP, terutama untuk mengurangi biaya balap. Namun tampaknya tak akan ada perbedaan besar," ujar juara World Supersport 2009 itu. "Pebalap terdepan akan masih sama. Ada alasan tersendiri bagi pebalap tercepat di kejuaraan ini, dan bukan hanya karena ECU. Perangkat ini tidak akan membuat seorang pebalap tiba-tiba berada di depan dan memenangkan balapan," tutupnya. (sp/kny)
Jorge Lorenzo berpendapat penyamaan ECU bagi seluruh tim akan membantu MotoGP menjadi lebih kompetitif. Namun ia masih mengkhawatirkan tingkat keselamatan yang ditawarkan ECU buatan Magnetti Marelli itu.
"Jika semua memakai ECU yang sama, ini akan menjadi hal positif bagi tim yang tidak memiliki ECU terbaik. Kita harus mencobanya dan melihat apakah cukup aman. Belakangan ini sering terjadi kecelakaan besar, dan mungkin saja ECU terbaru sedikit lebih berbahaya. Karena motor MotoGP memiliki 250 tenaga kuda, kami harus berhati-hati terhadap peralatan seperti ini," terang Lorenzo.
Pesaing terdekat Lorenzo di klasemen sementara, Dani Pedrosa memilih melakukan pendekatan yang lebih hati-hati. Perkenalan 'kotak hitam' di Formula 1 2008 memang mengurangi biaya balap kejuaraan tersebut, namun Pedrosa yakin cerita sukses F1 tak bisa langsung diterapkan di MotoGP.
"Jelas ide ini datang dari F1 dan sepertinya memang bekerja dengan baik di kejuaraan tersebut karena. Saya tak pernah mendengar keluhan. Namun mobil bukanlah motor. Jadi ECU ini sangat tak bisa diprediksi. Terlalu awal untuk menilai karena belum ada yang menjajalnya dan tak ada yang tahu bagaimana ECU ini bekerja dengan motor," tandas pebalap Repsol Honda itu.
Sementara itu, Cal Crutchlow yang terkenal dengan gaya bicaranya yang jujur, menyatakan bahwa ECU terbaru tidak akan memberi dampak signifikan di MotoGP.
"Penyamaan ECU memang baik bagi MotoGP, terutama untuk mengurangi biaya balap. Namun tampaknya tak akan ada perbedaan besar," ujar juara World Supersport 2009 itu. "Pebalap terdepan akan masih sama. Ada alasan tersendiri bagi pebalap tercepat di kejuaraan ini, dan bukan hanya karena ECU. Perangkat ini tidak akan membuat seorang pebalap tiba-tiba berada di depan dan memenangkan balapan," tutupnya. (sp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tiga Pebalap MotoGP Angkat Bicara Tentang ECU Terbaru
Otomotif 29 September 2012, 15:00
-
Pedrosa Tak Mau Pikirkan Ketertinggalan Poin Dari Lorenzo
Otomotif 29 September 2012, 11:00
-
Pedrosa Ragu Stoner Bisa Bantu Raih Gelar
Otomotif 28 September 2012, 15:00
-
Laga Krusial, Pedrosa Percaya Diri Hadapi MotoGP Aragon
Otomotif 26 September 2012, 13:00
-
Bos Honda Ragu Pedrosa Bisa Raih Gelar Musim Ini
Otomotif 22 September 2012, 13:00
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR