
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, baru-baru ini membeberkan rahasia teknis yang membuat dirinya menjadi salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP. Kepada BT Sport, Sabtu (28/8/2021), Rossi pun mengaku bahwa kekuatannya ini datang dari kondisi ambideksteritas.
Ambideksteritas merupakan kondisi fisik seseorang yang bisa menggunakan kedua tangan dengan sama baik. Rossi mengaku dirinya cenderung kidal, namun juga mampu menggunakan tangan kanannya dengan baik. Kondisi ini pun didukung oleh fakta bahwa dirinya memang lebih andal di tikungan-tikungan kanan.
Kondisi ini tentu cukup unik terjadi di antara para pembalap motor, mengingat kebanyakan lebih unggul di sisi kiri dan andal di tikungan-tikungan kiri. Menurut Rossi, menjadi orang ambidekster adalah salah satu faktor kesuksesannya meraih sembilan gelar dunia, 235 podium, dan 115 kemenangan.
Justru Lebih Unggul di Sisi Kanan

Menurut Rossi, keunggulannya di sisi kanan juga membuatnya jauh lebih baik dari pembalap lain dalam melakukan perhitungan ketika masuk ke tikungan-tikungan kanan. Alhasil, ia pun jadi sama unggul sisi kiri dan kanan, hingga para pembalap sulit mencari titik lemahnya saat hendak menyalip.
"Saya mampu tampil baik karena saya ini kidal, namun bukan kidal biasa. Saya juga ambidekster. Jadi, saya juga bisa menggunakan tangan kanan saya dengan baik. Banyak pembalap sangat jago di sisi kiri, dan mungkin lebih bermasalah di sisi kanan karena sisi kanan lebih sulit akibat ada gas," ujar Rossi.
"Keunggulan saya adalah justru saya lebih kuat di sisi kanan daripada kiri, dan ini penting untuk mendapatkan sensasi yang tepat ketika masuk tikungan. Yah, kini semua orang jadi tahu. Tapi sudah terlambat!" tutur pembalap asal Italia berusia 42 tahun ini sembari tertawa.
Semua Terasa Indah, Kecuali 2015
Akhir musim nanti, Rossi pun akan gantung helm. Ia mengaku meninggalkan kejuaraan ini dengan perasaan bahagia mengingat kariernya yang panjang dan penuh kesuksesan. Satu-satunya hal yang membuatnya sedih adalah fakta dirinya gagal meraih gelar dunia pada 2015, ketika ia hanya tertinggal lima poin dari Jorge Lorenzo.
"Saya meninggalkan MotoGP dengan bahagia. Tapi juga ada kesedihan, contohnya tak meraih gelar kesepuluh. Sungguh disayangkan, karena saya merasa layak, apalagi jika melihat kecepatan dan level performa saya kala itu. Namun, kecuali hal itu, semuanya terasa indah, terutama sensasi yang saya rasakan setelah menang. Sungguh tak terlupakan," tutupnya.
Rossi akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Aragon, Spanyol, pada 10-12 September, yakni salah satu dari lima trek yang belum pernah ia menangi di kelas para raja. Empat sirkuit lainnya adalah Circuit of The Americas (COTA), Red Bull Ring, Buriram, dan Portimao.
Sumber: BT Sport
Baca Juga:
- Franco Morbidelli Akhirnya Latihan Motor: Comeback di MotoGP Aragon atau Misano?
- Bakal Bela Yamaha, Andrea Dovizioso Kunjungi Aprilia di Uji Coba Misano
- Aprilia: Maverick Vinales Seolah Sudah Kenal RS-GP Sejak Lama
- Line up Ducati Resmi Lengkap, Inilah Daftar Pembalap WorldSBK 2022
- Michael Ruben Rinaldi Resmi Tetap Bela Ducati di WorldSBK 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi: Karier Saya Sangat Indah, Kecuali pada 2015
Otomotif 1 September 2021, 14:53
-
Valentino Rossi: Akur dengan Marc Marquez? Tunggu 20-30 Tahun Lagi
Otomotif 31 Agustus 2021, 14:30
-
Valentino Rossi Ingin Setim dengan Andrea Dovizioso di Sisa MotoGP 2021
Otomotif 27 Agustus 2021, 13:59
-
Setia pada Petronas, Valentino Rossi Ogah Gantikan Maverick Vinales di Sisa Musim
Otomotif 27 Agustus 2021, 12:20
-
Valentino Rossi Ucap Satu Harapan Terakhir Sebelum Pensiun: Naik Podium Lagi
Otomotif 25 Agustus 2021, 15:20
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton PSIM vs Bali United: Tayang Di Mana dan Main Jam Berapa?
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 17:44
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 23 Februari 2026, 17:21
-
Tewasnya Bos Kartel Meksiko Picu Masalah Keamanan, Piala Dunia 2026 Terancam?
Piala Dunia 23 Februari 2026, 17:17
-
Leverkusen vs Olympiacos: Di Ambang Kelolosan
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:04
-
Newcastle vs Qarabag FK: Posisi Hampir Tak Tergoyahkan
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:03
-
Inter vs Bodo/Glimt: Nerazzurri Mengejar Mukjizat
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:02
-
Atletico Madrid vs Club Brugge: Penentuan di Metropolitano
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:01
-
Arsenal Memang Terlalu Tangguh! Melihat Rahasia Kemenangan Telak di Derby London
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09



















KOMENTAR