
Bola.net - Jelang laga match point MotoGP 2025 di Motegi, Jepang, Marc Marquez dikabarkan 'dipaksa' merayakan tujuh gelar dunia ketimbang sembilan gelar dunia oleh Liberty Media. Liberty, perusahaan media asal Amerika Serikat, diketahui mengakuisisi 84% saham Dorna Sports sejak awal Juli.
Dalam pekan balap di Motegi pada 26-28 September 2025 nanti, Marquez bisa mengunci gelar dunia 2025. Syaratnya, ia harus meraih tiga poin tambahan atas Alex Marquez. Jika berhasil, maka ia akan merebut sembilan gelar dunia Grand Prix, menyamai rekor Valentino Rossi.
Namun, Liberty dan Dorna dikabarkan meminta Marquez merayakan gelar dunianya dengan angka 7 atau angka 1 ketimbang 9. Menurut laporan Motorsport.com, mereka berniat mengutamakan kelas premier, yakni MotoGP, dan menggeser Moto2 dan Moto3 menjadi kelas balap sekunder.
Seperti yang diketahui, Grand Prix balap motor sudah digelar sejak 1949, dan setiap kelas yang dipertandingkan memiliki status Grand Prix dan kejuaraan dunia. Sejak itu pula, gelar juara dari semua kelas selalu diperhitungkan dalam statistik prestasi seorang pembalap MotoGP.
Moto2 dan Moto3 Bakal Seperti F2 dan F3
Marc Marquez saat merayakan gelar dunia Grand Prix-nya yang kedelapan di MotoGP Thailand 2019. (c) AP Photo
Namun, usai sejumlah perwakilannya hadir di Sirkuit Misano dalam Seri San Marino pada 12-14 September 2025 lalu, Liberty mempertimbangkan untuk menghapus gelar dunia GP125/Moto3 dan GP250/Moto2 dari penyebutan statistik prestasi para pembalap MotoGP.
"Dari perspektif jenama, ada usaha untuk menonjolkan kelas utama, yang secara implisit menempatkan Moto2 dan Moto3 ke peran sekunder, dengan model serupa Formula 1 terhadap F2 dan F3," tulis Motorsport.com pada Kamis (18/9/2025).
Tak hanya itu, Liberty dan Dorna juga sudah meminta para broadcaster untuk lebih menekankan MotoGP ketimbang Moto3 dan Moto2. Dengan begitu, jika Marquez mengunci gelar dunia di Motegi, ia akan dirayakan sebagai '7 kali juara dunia MotoGP' alih-alih '9 kali juara dunia Grand Prix'.
Langkah ini juga membuat Giacomo Agostini disebut sebagai '8 kali juara dunia MotoGP' alih-alih '15 kali juara dunia Grand Prix', seperti halnya Valentino Rossi yang akan disebut sebagai '7 kali juara dunia MotoGP' alih-alih '9 kali juara dunia Grand Prix'. Lalu bagaimana tanggapan Marquez mengenai hal ini?
Hindari Kontroversi, Marc Marquez Ogah Pakai Angka 7 atau 9
Liberty dan Dorna telah meminta Marquez tak merayakan gelar dunianya yang kesembilan dengan angka 9, melainkan dengan angka 7. Alhasil, Marquez terpaksa mengenyahkan tradisi selebrasi gelar sebelum-sebelumnya, mengingat ia merayakan gelar dunia MotoGP 2019 dengan angka 8.
El Periodico pun mengabarkan bahwa Marquez memutuskan menghindari kontroversi dan diskursus mengenai topik ini. Alih-alih menuruti permintaan Liberty dan Dorna untuk memakai angka 7, ia akan merayakan gelar dunianya dengan angka 1.
"Sang juara asal Cervera memutuskan untuk menghindari kontroversi, sehingga angka keberuntungannya, angka dalam selebrasinya, kaus, dan spanduknya nanti akan tertera angka 1, menunjukkan 'Aku adalah Sang Nomor 1'," tulis media asal Spanyol itu.
Marquez sudah sempat mengkritik perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Liberty dan Dorna. Salah satunya adalah kewajiban para pembalap berbaris di depan garis finis untuk menghadiri sesi lagu kebangsaan sebelum start. Jika terlambat menghadiri prosesi ini, pembalap akan didenda €2000.
Sumber: Motorsportcom, El Periodico
Baca Juga:
- Valentino Rossi Bakal Kunjungi Jakarta Jelang MotoGP Mandalika 2025
- Marc Marquez Bisa Kunci Gelar Dunia MotoGP 2025 di Jepang, Apa Saja Syaratnya?
- Alex Marquez Fokus Buru Gelar Runner up, Gara-Gara Marc Marquez Bakal Gampang Kunci Gelar Dunia di Jepang
- Ducati Puji Cara Berkelas Marc Marquez Jawab Cemoohan Fans Italia di Misano, Dukung Selebrasi ala Lionel Messi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR