
Bola.net - Timnas Bosnia sukses mengamankan tiket Piala Dunia 2026 untuk kedua kalinya dalam sejarah. Kepastian ini didapat usai mereka menumbangkan Italia lewat babak adu penalti setelah bermain 1-1 hingga perpanjangan waktu, Rabu (1/4/2026) dini hari tadi WIB.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Timnas Italia. Tim peraih empat gelar juara dunia tersebut kini tercatat gagal melaju ke putaran final Piala Dunia tiga kali berturut-turut.
Skenario pertandingan melawan Italia ini nyaris mengulang persis seperti laga semifinal hari Kamis minggu lalu. Kala itu mereka juga tertinggal lebih dulu sebelum menyingkirkan Wales melalui skema adu penalti.
Manajer Sergej Barbarez justru tampil sebagai sosok paling rileks di stadion Zenica malam itu. Ia sangat yakin dengan karakter pasukannya. Semuanya berjalan sesuai rencana.
Ketenangan Barbarez

Barbarez sama sekali tidak terlihat panik saat laga berlanjut ke babak tos-tosan. Dia malah meminta anak asuhnya bermain lepas tanpa beban berlebih.
Sang pelatih rupanya merasa perkembangan skuad sangat melampaui ekspektasi. Sikapnya di pinggir lapangan menular positif ke mental para pemain. Target pun tercapai.
"Saya menyuruh para pemain untuk masuk ke lapangan dan bersenang-senang," sebut Sergej Barbarez.
"Saya tidak pernah memulai atau menyelesaikan pertandingan dengan lebih tenang. Saya melihatnya di mata mereka, saya benar-benar menyukai mereka, mereka adalah pria berkarakter," tambahnya.
Akui Sulit Mengembangkan Permainan

Tuan rumah sempat dikejutkan oleh kebobolan cepat saat laga baru berjalan 15 menit. Italia kemudian harus bermain dengan 10 orang tepat sebelum waktu turun minum.
Bosnia ternyata butuh waktu cukup lama untuk membongkar pertahanan tim tamu. Gol penyeimbang baru lahir saat waktu normal menyisakan 11 menit. Sangat menegangkan.
"Pada awal babak pertama, kami memiliki beberapa masalah. Kami tidak memiliki organisasi, kami tidak berdiri di tempat yang seharusnya," terang Barbarez.
"Itulah mengapa kami kebobolan beberapa serangan balik. Namun melawan tim kelas dunia yang bertahan dengan baik bahkan dengan 10 pemain, Anda melihat kami percaya sejak awal," urainya.
Punya Rencana Kedua untuk Kerim Alajbegovic

Ada keputusan menarik terkait taktik menurunkan Kerim Alajbegovic. Winger 18 tahun itu sebelumnya menjadi pencetak gol penalti penentu kemenangan saat melawan Wales.
Meski publik ingin dia tampil sejak menit awal, Barbarez bersikeras menyimpannya. Remaja itu baru masuk dari bangku cadangan untuk kembali menendang penalti penentu. Taktik ini berhasil.
"Pada akhirnya, kami memutuskan bahwa kami membutuhkan Kerim dalam rencana kedua kami," ungkap sang manajer.
"Anda lihat, dia berusia 18 tahun, pada musim senior pertamanya. Terkadang menyenangkan melakukan hal-hal seperti ini," jelasnya.
Tangisan Nikola Katic

Lolosnya tim nasional memicu ledakan kelegaan luar biasa di kubu tuan rumah. Bek Nikola Katic tampak tak kuasa menahan luapan perasaannya di area lapangan.
Laga melawan dua tim tangguh secara beruntun jelas menguras fisik penggawa Bosnia. Euforia kemenangan ini dipastikan akan terbawa sampai esok hari. Tensi akhirnya mereda.
"Saya tidak pernah menangis setelah pertandingan, saya berusia 29 tahun, dan sekarang air mata itu menetes," ucap Nikola Katic.
"Kami menunjukkan semua semangat juang yang hebat itu dan kami memahkotai semuanya dalam dua pertandingan melawan lawan yang serius," bebernya.
Katic masih larut dalam kebahagiaan tak terkira di tengah perayaan tim. Sensasi kelolosan historis ini seolah membekukan kesadarannya sejenak.
"Semua orang akan lebih bahagia ketika mereka pergi bekerja besok. Saya gemetar, saya merinding. Saya berbicara, dan saya bahkan tidak tahu apa yang saya bicarakan," tutup Katic.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bosnia dan Herzegovina Mengubur Mimpi Italia dengan Ketenangan
Piala Dunia 1 April 2026, 08:48
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR