
Bola.net - Afrika Selatan menjadi saksi ketangguhan generasi emas timnas Spanyol. Saat itu Iker Casillas dkk berhasil menjuarai Piala Dunia.
Mereka mengukuhkan gelar tersebut setelah berjibaku melawan Belanda di partai puncak. Spanyol menunggu hingga menit 116 untuk memastikan gelar Piala Dunia pertama mereka.
Namun terselip satu kisah heroic dibalik suka cita kemenangan Spanyol atas Belanda. Kisah itu tersirat di pertandingan sebelumnya kala berjumpa dengan Jerman di Semifinal.
Kisah itu diukir oleh bek tengah tangguh milik Barcelona, Carles Puyol. Pada pertandingan tersebut, Puyol keluar sebagai pahlawan kemenangan Spanyol.
Mencetak Gol Semata Wayang
Pertandingan Semifinal antara Spanyol melawan Jerman digelar di Moses Mabhida Stadion pada Kamis (8/7/2010). Sejak peluit dibunyikan, Spanyol langsung menginisiasi serangan.
Jual beli serangan terjadi di babak pertama. Namun sayang banyak peluang emas kedua tim yang tidak berbuah gol hingga turun minum.
Pada menit 73 baru tercipta satu gol melalui tandukan Carles Puyol. Bukan melalui situasi open play, melainkan lewat bola mati tendangan penjuru. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol sekaligus memastikan langkah Spanyol ke Final melawan Belanda.
Bertubuh Pendek, Melompat Tinggi
Gol sundulan lewat situasi tendangan penjuru memang sudah biasa dilakukan bek tengah. Hal ini tentu saja karena postur mereka yang tinggi mampu berduel di udara dengan baik.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Carles Puyol. Walaupun berposisi sebagai bek tengah, Puyol memiliki tinggi di bawah rata-rata bek tengah Eropa.
Puyol hanya memiliki tinggi 178 cm saja. Tingginya terpaut hampir 20 cm dari rekannya di lini belakang, Gerard Pique.
Meskipun pendek, Puyol nyatanya dapat melompat sangat tinggi. Ketika mencetak gol ke gawang Jerman, Puyol bahkan melompat lebih tinggi dibandingkan Pique.
Kuat Bertahan, Ganas Menyerang
Tubuh pendek Puyol bukan tanpa kelebihan. Dengan tubuh itu, Puyol bisa bergerak dengan lebih lincah dan tidak terlalu banyak energy yang keluar seperti bek berbadan tinggi.
Hal ini tentu saja dimanfaatkan Puyol dengan baik. Puyol sering membantu lini serang untuk mencetak gol.
Ini terbukti ketika Puyol mencetak peluang melalui situasi open play pada menit 13. Menyambut umpan Iniesta, tandukan Puyol hanya meleset beberapa senti dari gawang Manuel Neuer.
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diego Forlan dan Kisah Heroiknya di Piala Dunia 2010
Piala Dunia 8 Agustus 2022, 19:39
-
Carles Puyol, Mimpi Buruk Jerman di Piala Dunia 2010
Piala Dunia 8 Agustus 2022, 16:51
-
Piala Dunia 2010 dan Gol Hantu yang Bikin Nyesek Frank Lampard
Piala Dunia 6 Agustus 2022, 08:01
LATEST UPDATE
-
Menyala Bersama Kanada, John Herdman Dinilai Cocok Nahkodai Timnas Indonesia
Tim Nasional 6 Januari 2026, 18:07
-
Resmi! Chelsea Perkenalkan Liam Rosenior Sebagai Manajer Baru
Liga Inggris 6 Januari 2026, 17:42
-
Live Streaming Lecce vs Roma - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 17:00
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40























KOMENTAR