
Bola.net - Mantan pelatih timnas Portugal, Paulo Bento, mengungkap kisah di balik hubungannya dengan Cristiano Ronaldo saat keduanya bekerja bersama di tim nasional. Bento mengakui hubungan mereka berubah seiring waktu selama periode 2010 hingga 2014.
Dalam wawancara terbaru di program Hora Bolas di Antena 1, Bento menjelaskan bahwa ketegangan muncul karena dirinya tidak ingin mengorbankan prinsip sebagai pelatih. Ia menegaskan bahwa seorang pelatih harus tetap memiliki kendali penuh atas keputusan tim.
Pernyataan Bento kembali menarik perhatian karena Ronaldo hingga kini masih menjadi figur sentral sepak bola Portugal. Meski peristiwa itu sudah terjadi lebih dari satu dekade lalu, cerita mengenai dinamika internal tim nasional tetap menjadi sorotan.
Bento Tegaskan Tidak Mau Korbankan Prinsip

Bento mengatakan hubungannya dengan Ronaldo tidak lagi sama seperti saat awal bekerja bersama. Namun, ia merasa keputusan tersebut perlu diambil demi menjaga otoritas sebagai pelatih kepala.
“Jika Anda bertanya apakah hubungan itu sama seperti di awal, jawabannya tidak,” ujar Bento.
“Jika untuk mempertahankan sebuah hubungan saya harus mengorbankan prinsip, maka tidak. Ini bukan soal keras kepala, tetapi soal keyakinan. Pelatih dibayar untuk membuat keputusan."
"Jika kami membiarkan orang lain membuat keputusan untuk kami, maka kami tidak jujur kepada mereka yang membayar kami. Kami dibayar untuk membuat keputusan, bukan membiarkan orang lain melakukannya.”
Bento menegaskan bahwa pemain memang boleh mempertanyakan keputusan pelatih. Namun menurutnya, tetap harus ada batas yang jelas dalam struktur sebuah tim.
Bento Tekankan Pentingnya Hierarki di Ruang Ganti
Mantan pelatih Portugal itu juga membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya sebagai pemain. Ia mengaku tidak pernah mempertanyakan keputusan pelatih terkait pemilihan pemain.
“Sebagai pemain, saya tidak pernah bertanya kepada pelatih mana pun mengapa saya tidak bermain,” lanjut Bento.
“Tetapi itu tidak menghentikan pemain untuk bertanya kepada saya dan saya mencoba menjelaskannya. Ada hal-hal yang memiliki batasan, dan para pemimpin tidak boleh takut memiliki hierarki yang jelas.”
Sementara Bento mengenang masa lalunya bersama Portugal, Ronaldo masih terus melanjutkan kariernya bersama Al Nassr. Klub asal Arab Saudi itu kini berada di puncak klasemen Saudi Pro League dengan keunggulan lima poin atas Al Hilal saat kompetisi menyisakan dua pertandingan.
Setelah musim berakhir, Ronaldo akan kembali fokus bersama timnas Portugal untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Portugal tergabung di Grup K bersama DR Congo, Uzbekistan, dan Kolombia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Meksiko Kalah, tapi Masa Depannya Menjanjikan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 01:58
-
Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
Liga Inggris 7 Juli 2026, 01:04
-
Tempat Menonton Siaran Langsung Piala Dunia 2026: Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 6 Juli 2026, 23:57
-
Persija Ikat Pratama Arhan dengan Kontrak Berdurasi 3 Tahun
Bola Indonesia 6 Juli 2026, 23:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 6 Juli 2026, 23:02
-
Mohamed Salah Mungkin Perlu Bermain Seperti Lionel Messi
Piala Dunia 6 Juli 2026, 22:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia 8 Juli 2026
Piala Dunia 6 Juli 2026, 20:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55






















KOMENTAR