FIFA Ubah Aturan VAR Beberapa Jam Jelang Laga Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

FIFA Ubah Aturan VAR Beberapa Jam Jelang Laga Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Momen wasit melihat VAR pada laga Prancis lawan Paraguay di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan perubahan penting menjelang babak semifinal. FIFA memutuskan mengubah sistem operasional Video Assistant Referee (VAR) untuk laga Inggris melawan Argentina yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari WIB.

Keputusan tersebut muncul setelah kinerja VAR menjadi salah satu isu yang paling banyak disorot sepanjang turnamen. Sejumlah keputusan kontroversial memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk protes resmi yang diajukan Mesir seusai kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar.

Selama fase-fase sebelumnya, seluruh ofisial VAR bertugas dari pusat operasi di International Broadcast Centre (IBC), Dallas. Sistem itu memungkinkan seluruh pertandingan dipantau dari satu lokasi terpusat, terlepas dari stadion tempat laga berlangsung.

Namun, untuk semifinal Inggris kontra Argentina, FIFA mengambil pendekatan berbeda. Para petugas VAR kini ditempatkan langsung di lokasi pertandingan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kendala komunikasi atau masalah teknis selama laga berlangsung.

1 dari 2 halaman

FIFA Ubah Mekanisme Operasional VAR untuk Semifinal

Layar menampilkan keputusan VAR dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Senegal di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Frank Franklin II

Layar menampilkan keputusan VAR dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Senegal di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Frank Franklin II

Perubahan yang dilakukan FIFA tidak mengubah regulasi penggunaan VAR maupun prosedur pengambilan keputusan di lapangan. Langkah ini lebih difokuskan pada aspek operasional agar koordinasi tetap berjalan apabila sistem komunikasi dari pusat mengalami gangguan.

Dengan penempatan VAR di stadion, FIFA menambah lapisan keamanan terhadap jalannya pertandingan. Kehadiran tim VAR di lokasi diharapkan dapat menjadi solusi darurat apabila terjadi persoalan teknis yang berpotensi menghambat proses peninjauan insiden.

Laga semifinal sendiri akan dipimpin wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath. Ia akan didampingi asisten wasit Corey Parker dan Kyle Atkins, sementara Maurizio Mariani bertugas sebagai ofisial keempat.

2 dari 2 halaman

Gelombang Kritik Jadi Latar Belakang Keputusan FIFA

Mostafa Shoubir merayakan kesuksesan menepis penalti Lionel Messi pada laga Mesir lawan Argentina di babak 16 Besar Piala Dunia 2026 (c)  AP Photo/Jacob Kupferman

Mostafa Shoubir merayakan kesuksesan menepis penalti Lionel Messi pada laga Mesir lawan Argentina di babak 16 Besar Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Jacob Kupferman

Keputusan FIFA menempatkan VAR lebih dekat dengan pertandingan tidak lepas dari kritik yang terus bermunculan sepanjang Piala Dunia 2026. Beberapa keputusan yang melibatkan teknologi tersebut dinilai memicu kontroversi dan memengaruhi hasil pertandingan.

Kasus yang paling menyita perhatian terjadi saat Mesir tersingkir dari babak 16 besar. Mereka mengajukan protes resmi setelah merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan VAR ketika kalah dramatis 2-3 dari Argentina.

Dan Hunt selaku pemilik FC Dallas sekaligus anggota Komite Penyelenggara Piala Dunia FIFA menilai kompleksitas pertandingan modern membuat perangkat pertandingan membutuhkan dukungan sistem yang lebih optimal. Menurutnya, intensitas laga di Piala Dunia 2026 menjadi alasan penting di balik perubahan tersebut.

"Dan lihat, ketika Anda hanya meminta empat wasit untuk mengelola apa yang terjadi di lapangan, itu sangat sulit di lapangan yang jauh lebih besar daripada lapangan sepak bola Amerika," ucap Dan Hunt.

"Saya senang akan ada VAR di lokasi. Saya tidak tahu seperti apa komunikasi itu nantinya," tegas Dan Hunt.

Sumber: Sportbible


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL