
Bola.net - Gareth Southgate akhirnya buka suara mengenai kehidupannya setelah tidak lagi menjabat sebagai manajer tim nasional Inggris. Ia memilih mundur dari posisinya usai kekalahan dramatis dari Spanyol di final Euro 2024 lalu.
Selama lebih dari tujuh tahun memimpin, Southgate sukses membawa Inggris mencapai dua final Euro dan satu semifinal Piala Dunia. Di balik semua pencapaian itu, Southgate mengaku menyimpan beban besar sebagai pemimpin tim nasional.
Kini, setelah resmi meraih gelar kebangsawanan dan menjadi Sir Gareth Southgate, pria berusia 54 tahun tersebut mengungkapkan kelegaan mendalam. Ia mengaku kini bisa menikmati pertandingan dari sofa rumah, tanpa tekanan publik atau keputusan sulit di pinggir lapangan.
Southgate Nyaman Jadi Penonton
Dalam wawancara bersama BBC Sport, Southgate mengakui bahwa menyaksikan timnas dari kejauhan terasa "sedikit aneh". Meskipun demikian, ia sama sekali tidak merindukan perannya sebagai manajer timnas.
Ia berujar, “Saya rasa penting bagi saya untuk duduk di sofa dan tidak menghalangi jalan mereka.” Southgate menambahkan, “Tim ini sekarang milik mereka sepenuhnya, dan saya harus memberi ruang seluas mungkin.”
Southgate menekankan bahwa keputusannya mundur bukan sekadar soal hasil di turnamen. Ini juga didorong oleh kebutuhan untuk melepaskan diri dari tekanan harian yang terus membayangi sepanjang masa jabatannya.
Beratnya Tekanan Jadi Manajer Timnas Inggris

Southgate mengungkapkan bahwa beban sebagai manajer Inggris bukan sesuatu yang mudah dijalani. Bahkan setelah mundur, barulah ia sepenuhnya menyadari betapa besarnya tekanan yang selama ini ia pikul.
Ia menjelaskan, “Setiap jam dalam hari saya selalu dipenuhi pikiran tentang bagaimana membuat Inggris lebih baik, apa yang sedang terjadi dengan para pemain, dan apa yang bisa kami ubah.”
Menurutnya, situasi ini lumrah dialami oleh pelatih tim level top, termasuk tim nasional selevel Inggris.
Soal Kritik Tuchel: Bukan Urusan Saya Lagi
Setelah Southgate mundur, posisi manajer Inggris sempat diisi sementara oleh Lee Carsley. Kemudian, posisi tersebut diserahkan kepada pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel.
Mantan pelatih Chelsea itu langsung membuat gebrakan dengan memenangkan tiga laga kualifikasi Piala Dunia. Namun, Tuchel sempat mengkritik era Southgate.
Ia menyebut bahwa Inggris “lebih takut tersingkir daripada bersemangat untuk menang” di Euro 2024. Saat ditanya mengenai komentar tersebut, Southgate memilih untuk menahan diri.
Ia menjelaskan, “Tidak penting bagaimana saya menerimanya atau apa pendapat saya.”
Dengan nada tenang, Southgate menegaskan bahwa tugasnya sudah selesai. Ia menambahkan, “Saya punya pengalaman luar biasa memimpin negara ini, tapi sekarang giliran mereka membawa Inggris ke arah yang baru.”
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harry Kane: Thomas Tuchel Jauh Berbeda dari Gareth Southgate
Piala Eropa 21 Maret 2025, 15:45
-
Terungkap, Ini Alasan Dan Ashworth Mundur dari Jabatan Direktur Olahraga MU
Liga Inggris 9 Desember 2024, 10:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR