Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tidak Wajar, FIFA Terancam Investigasi

Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tidak Wajar, FIFA Terancam Investigasi
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Bola.net - Praktik penjualan tiket Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan di Amerika Serikat. FIFA dilaporkan tengah menghadapi investigasi terkait dugaan kenaikan harga tiket secara tidak wajar dan informasi yang dianggap menyesatkan konsumen.

Jaksa Agung New York dan New Jersey meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai sistem penjualan tiket pertandingan. Badan sepak bola dunia itu bahkan telah menerima subpoena alias perintah hukum untuk menyerahkan informasi terkait proses distribusi tiket.

Investigasi tersebut muncul setelah adanya laporan dari para suporter yang merasa dirugikan saat membeli tiket pertandingan Piala Dunia 2026. Sejumlah fans mengaku mendapatkan informasi yang tidak sesuai mengenai lokasi kursi hingga harga tiket yang terus melonjak.

1 dari 2 halaman

FIFA Diduga Ciptakan Kelangkaan dan Harga Tinggi

Logo FIFA ditampilkan pada jam hitung mundur Piala Dunia 2026 di luar BC Place Stadium, Vancouver, British Columbia, Senin, 4 Mei 2026. (c) Darryl Dyck/The Canadian Press via AP

Logo FIFA ditampilkan pada jam hitung mundur Piala Dunia 2026 di luar BC Place Stadium, Vancouver, British Columbia, Senin, 4 Mei 2026. (c) Darryl Dyck/The Canadian Press via AP

Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport menilai FIFA telah membuat proses pembelian tiket menjadi rumit dan membingungkan bagi publik. Ia menyebut praktik tersebut justru merugikan konsumen.

"Jujur penjualan tiket bukanlah hal yang rumit. Namun, FIFA telah mengubah pembelian tiket Piala Dunia menjadi rangkaian kebingungan, kelangkaan palsu, dan harga yang sangat tinggi, semuanya dengan mengorbankan konsumen dan warga New Jersey yang bekerja keras."

"Kami berkomitmen melakukan investigasi menyeluruh terhadap tindakan FIFA, dan kami bangga berdiri bersama Jaksa Agung James untuk melindungi konsumen kami."

"Merupakan kehormatan menjadi tuan rumah Piala Dunia, tetapi acara ini bukan undangan untuk mengeksploitasi warga dan pengunjung kami."

Investigasi itu secara khusus meminta detail penjualan delapan pertandingan Piala Dunia yang digelar di New Jersey. Termasuk di antaranya laga fase grup Inggris melawan Panama pada 27 Juni serta partai final Piala Dunia pada 19 Juli.

2 dari 2 halaman

Fans Mengaku Disesatkan Soal Tiket

Trofi Piala Dunia FIFA dipamerkan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Ethan Cairns/The Canadian Press via AP

Trofi Piala Dunia FIFA dipamerkan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Ethan Cairns/The Canadian Press via AP

Sejumlah suporter mengaku merasa disesatkan terkait lokasi kursi yang mereka beli. Salah satu sorotan muncul setelah FIFA merilis kategori tiket "front" dengan harga lebih mahal setelah penjualan awal dilakukan.

Selain itu, FIFA juga dituding menerapkan harga dinamis berdasarkan permintaan pasar. Skema tersebut disebut membuat harga sekitar 90 dari total 104 pertandingan naik rata-rata 34 persen.

Jaksa Agung New York Letitia James mengatakan publik seharusnya mendapatkan kesempatan yang adil untuk membeli tiket dengan harga masuk akal.

"Warga New York telah menunggu bertahun-tahun agar Piala Dunia hadir di dekat mereka, dan mereka pantas mendapatkan kesempatan yang adil untuk memperoleh tiket dengan harga terjangkau."

"Tidak seorang pun boleh dimanipulasi untuk membayar harga sangat tinggi demi sebuah kursi, dan para penggemar harus bisa percaya bahwa tiket yang mereka beli adalah tiket yang benar-benar mereka dapatkan."

Pihak berwenang New Jersey juga meminta warga yang belum menerima tiket yang telah dibayar untuk mengajukan keluhan melalui situs Division of Consumer Affairs. Sementara itu, sejauh ini FIFA menolak memberikan komentar terkait isu ini.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL