Mengupas Format Baru Piala Dunia 2026: Kini dengan 48 Tim, Ancaman untuk Kualitas Turnamen?

Mengupas Format Baru Piala Dunia 2026: Kini dengan 48 Tim, Ancaman untuk Kualitas Turnamen?
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling besar sepanjang sejarah turnamen tersebut. FIFA resmi memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim, membuka jalan bagi lebih banyak negara untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu tidak hanya menghadirkan lebih banyak pertandingan, tetapi juga memunculkan perdebatan baru. Di satu sisi, format baru dianggap membuat sepak bola semakin global. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran kualitas kompetisi justru menurun.

Perubahan besar ini juga membawa dampak finansial dan teknis yang tidak kecil. Dari potensi pendapatan miliaran dolar hingga ancaman kelelahan pemain, Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi salah satu turnamen paling kompleks dalam sejarah FIFA.

1 dari 6 halaman

Bagaimana Cara Kerja Format Baru Piala Dunia 2026?

Trofi Piala Dunia (c) Instagram/fifaworldcup

Trofi Piala Dunia (c) Instagram/fifaworldcup

Piala Dunia 2026 akan diikuti oleh 48 negara yang dibagi ke dalam 12 grup. Masing-masing grup berisi empat tim, berbeda dengan format lama yang hanya memiliki delapan grup dan total 32 peserta.

Dua tim terbaik dari setiap grup otomatis lolos ke fase gugur. Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga akan ikut melaju ke babak 32 besar. Setelah itu, turnamen berjalan dengan sistem gugur biasa hingga final.

Dengan perubahan ini, jumlah pertandingan meningkat drastis dari 64 laga menjadi 104 pertandingan. FIFA berharap format tersebut mampu memberi kesempatan lebih luas kepada negara-negara yang selama ini kesulitan lolos ke Piala Dunia.

2 dari 6 halaman

FIFA Sebut Ekspansi Sebagai Evolusi Sepak Bola

Trofi Piala Dunia FIFA dipamerkan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Ethan Cairns/The Canadian Press via AP

Trofi Piala Dunia FIFA dipamerkan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Ethan Cairns/The Canadian Press via AP

Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, yang kini menjabat sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA, menilai perluasan peserta merupakan langkah alami dalam perkembangan sepak bola dunia.

Menurut Wenger, jumlah negara yang ingin berpartisipasi terus bertambah sejak Piala Dunia pertama pada 1930. Ia menegaskan FIFA ingin membuat sepak bola benar-benar menjadi olahraga global yang bisa diakses lebih banyak negara.

“Ini adalah evolusi alami. Kami ingin membuat sepak bola menjadi global di seluruh dunia,” kata Wenger dalam konferensi media pada Desember lalu. Ia juga menilai angka 48 tim adalah jumlah yang tepat untuk format modern Piala Dunia.

Hampir seperempat dari 211 anggota FIFA nantinya akan tampil di Piala Dunia 2026. Itu menjadi jumlah representasi terbesar sepanjang sejarah turnamen.

3 dari 6 halaman

Negara Kecil Kini Punya Kesempatan Lebih Besar

Trofi Piala Dunia dipajang saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) Dan Mullan/Pool Photo via AP

Trofi Piala Dunia dipajang saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) Dan Mullan/Pool Photo via AP

Format baru membuka peluang bagi negara-negara yang sebelumnya hampir mustahil lolos ke putaran final. Beberapa negara bahkan dipastikan mencatat debut bersejarah di Piala Dunia 2026.

Curacao menjadi salah satu sorotan karena disebut sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Selain itu ada Cape Verde, Yordania, dan Uzbekistan yang juga berhasil menembus turnamen untuk pertama kalinya.

FIFA menilai perluasan ini dapat membantu perkembangan sepak bola di negara-negara kecil. Contoh serupa sebelumnya terlihat pada Piala Dunia Wanita 2023 ketika sejumlah tim nonunggulan mampu membuat kejutan besar.

Dalam turnamen tersebut, tim seperti Jamaika, Afrika Selatan, dan Maroko sukses melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya. Sementara negara besar seperti Jerman, Brasil, dan Kanada justru tersingkir lebih cepat dari perkiraan.

4 dari 6 halaman

Risiko Pertandingan Timpang dan Kurang Menarik

Di balik peluang yang lebih luas, format 48 tim juga memunculkan kritik. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah munculnya terlalu banyak pertandingan timpang pada fase grup.

Beberapa duel dianggap berpotensi berjalan tidak seimbang, seperti Curacao melawan Jerman atau Cape Verde menghadapi Spanyol. Ada pula pertandingan Iran kontra Selandia Baru yang diprediksi memiliki perbedaan kualitas cukup jauh.

Kondisi itu dikhawatirkan mengurangi tensi kompetitif yang selama ini menjadi daya tarik utama Piala Dunia. Fase grup berisiko dipenuhi pertandingan dengan hasil yang mudah ditebak dan kurang menarik bagi penonton netral.

Selain itu, sistem baru juga memungkinkan sebuah tim lolos ke fase gugur tanpa memenangi satu pertandingan pun. Situasi tersebut dianggap bisa mengubah dinamika kompetisi secara signifikan dibanding format lama.

5 dari 6 halaman

Jadwal Padat Bisa Jadi Ancaman untuk Pemain

Jumlah pertandingan yang lebih banyak otomatis meningkatkan beban pemain. FIFA memang menyatakan total hari turnamen dan masa pelepasan pemain tetap serupa dengan edisi sebelumnya, tetapi masa pemulihan setelah kompetisi menjadi sorotan.

Liga-liga top Eropa diperkirakan hanya memberi jeda sekitar satu bulan setelah final Piala Dunia sebelum musim 2026/2027 dimulai. Artinya, para pemain memiliki waktu istirahat yang sangat terbatas.

Laporan Football Benchmark juga menyoroti risiko tambahan akibat banyaknya perjalanan jarak jauh, perbedaan zona waktu, dan kondisi cuaca berbeda di kota-kota tuan rumah. Faktor-faktor tersebut dinilai dapat meningkatkan kelelahan pemain selama turnamen berlangsung.

Para finalis nantinya bahkan berpotensi memainkan hingga delapan pertandingan dalam periode sekitar 38 hari. Dengan kalender sepak bola yang semakin padat setiap tahun, kondisi fisik pemain diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama sepanjang Piala Dunia 2026.

6 dari 6 halaman

Drawing Fase Grup Piala Dunia 2026

GRUP A: Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, Rep. Ceko

GRUP B: Kanada, Bosnia dan Herzegovina, Qatar, Swiss

GRUP C: Brasil, Maroko, Haiti, Skotlandia

GRUP D: Amerika Serikat, Paraguay, Australia, Turki

GRUP E: Jerman, Curacao, Pantai Gading, Ekuador

GRUP F: Belanda, Jepang, Swedia, Tunisia

GRUP G: Belgia, Mesir, Iran, Selandia Baru

GRUP H: Spanyol, Cape Verde, Arab Saudi, Uruguay

GRUP I: Prancis, Senegal, Irak, Norwegia

GRUP J: Argentina, Aljazair, Austria, Yordania

GRUP K: Portugal, RD Kongo, Uzbekistan, Kolombia

GRUP L: Inggris, Kroasia, Ghana, Panama


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL