Bola.net - - Bomber timnas Inggris Harry Kane berharap ia dimainkan lawan sehingga bisa meneruskan performanya yang apik sejauh ini di perhelatan Piala Dunia 2018.
Kane tampil tajam bersama dengan timnas Inggris di Rusia. Dari dua penampilan ia telah mengemas lima gol.
Dua gol ia cetak di pertandingan lawan pertama Grup G lawan Tunisia. Kemudian saat melawan Panama ia mencetak hattrick, meski dua gol di antarany berasal dari titik putih.
Sekarang Kane berpotensi jadi top skor Piala Dunia 2018. Ia bersaing ketat dengan superstar Portugal yakni Cristiano Ronaldo yang telah mengemas empat buah gol.
Rotasi

Sekarang Inggris akan berhadapan dengan Belgia di laga terakhir grup G. Pertandingan itu sendiri akan jadi penentu posisi akhir kedua tim tersebut di klasemen.
Karena sudah mendapat tiket masuk zona 16 besar, maka Inggris tak perlu bermain ngotot di laga matchday 3 ini. Kecuali jika mereka ingin mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen.
Ada dugaan Gareth Southgate nanti akan merotasi timnya. Hal tersebut sudah terlihat saat masih melawan Panama kemarin.
Beberapa pemain ia tarik keluar di tengah laga, salah satunya Kane. Bisa jadi nanti striker Tottenham ini tak dijadikan starter kala lawan Belgia.
Harapan Kane

Jelang duel lawan Belgia itu, Kane mengisyaratkan dirinya ingin terus dimainkan oleh Southgate. Sebab dengan demikian, ia bisa meneruskan performanya yang sedang on fire.
"Saya ingin melanjutkan, performa yang sedang saya dapatkan, tetapi keputusan apa pun yang dibuat oleh pelatih akan kami dukung," ucapnya pada Sky Sports News.
"Itu keputusannya, saya kira, tapi jelas saya ingin bermain. Yang paling penting adalah selalu memenangkan pertandingan, dan jika gol saya membantu tim saya menang maka itulah situasi yang sempurna," tegas Kane.
"Masih panjang jalan yang harus ditempuh dan banyak pemain bagus tepat di belakang saya [dalam daftar top skor]. Mudah-mudahan saya bisa melanjutkan performa saya dan membawanya ke pertandingan hari Kamis."
Rekor Inggris

Kemenangan Inggris atas Panama pada matchday 2 kemarin merupakan kemenangan yang istimewa. Sebab kemenangan itu membuat The Three Lions mencatatkan rekor baru di Piala Dunia.
Kemenangan 6-1 itu menjadi kemenangan terbesar mereka di pentas Piala Dunia. Sebelumnya kemenangan terbesar yang pernah mereka raih adalah dengan skor 3-0 saja.
Skor itu didapat saat main lawan Denmark di babak 16 besar pada tahun 2002. Saat itu Inggris dimanajeri oleh Sven Goren Eriksson.
Skor yang sama juga diraih pada tahun 1986 silam lawan dua tim sekaligus. Kala itu Inggris berhadapan dengan Polandia di fase grup dan Paraguay di babak 16 besar.
[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inggris vs Belgia, Courtois: Ini Tentang Kebanggaan
Piala Dunia 25 Juni 2018, 21:29
-
Alderweireld Akui Kane Sulit Untuk Dihentikan
Piala Dunia 25 Juni 2018, 20:23
-
Kane Berharap Dimainkan Lawan Belgia
Piala Dunia 25 Juni 2018, 19:52
-
Lawan Belgia, Carragher Ingin Inggris Menang
Piala Dunia 25 Juni 2018, 17:49
-
Generasi Emas Sudah Tua, Lukaku: Belgia Harus Juara
Piala Dunia 24 Juni 2018, 20:22
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR