
Bola.net - Tidak semua kemenangan Prancis lahir melalui pesta gol dan permainan yang memanjakan mata. Di tengah pertandingan yang keras dan penuh duel, Les Bleus menemukan cara lain untuk menjaga langkah mereka di Piala Dunia 2026.
Paraguay datang dengan pendekatan yang sangat disiplin untuk memutus aliran serangan lawan. Ruang yang biasanya menjadi panggung bagi para penyerang Prancis mendadak menghilang sepanjang pertandingan.
Dalam situasi seperti itu, kesabaran menjadi nilai yang jauh lebih penting daripada kreativitas. Prancis akhirnya memecahkan kebuntuan melalui penalti Kylian Mbappe pada babak kedua sebelum mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.
Skor 1-0 mungkin tidak semewah kemenangan-kemenangan sebelumnya. Namun, hasil tersebut memperlihatkan sisi lain dari tim Didier Deschamps yang siap berjuang ketika permainan indah tidak lagi menjadi jawaban.
Saat Keindahan Permainan Tak Lagi Cukup
Sejak awal turnamen, Prancis membangun reputasi sebagai tim dengan serangan paling berbahaya. Paraguay memilih tidak memberi sedikit pun ruang agar kecepatan dan kreativitas lawannya tidak berkembang.
Penjaga gawang Orlando Gill tampil impresif di belakang lini pertahanan yang bermain rapat. Michael Olise dan Ousmane Dembele pun berkali-kali dipaksa mencari solusi yang tak kunjung datang.
Bek William Saliba menilai kemenangan tetap memiliki nilai yang sama meski diraih dengan skor tipis. "Sejak awal turnamen, kami terbiasa mencetak setidaknya tiga gol. Hari ini, kami hanya menang 1-0, tetapi kemenangan tetaplah kemenangan dan nilainya sama," ujarnya kepada FIFA.
Mbappe Menjawab dengan Ketenangan
Peluang terbaik Prancis lahir ketika Desire Doue dijatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti. Tinjauan VAR memastikan pelanggaran itu sebelum Mbappe menjalankan tugasnya dengan tenang dari titik putih.
Gol tersebut menjadi torehan ke-19 Mbappe dalam 19 pertandingan Piala Dunia. Catatan itu juga mengantarkannya kembali memuncaki persaingan Golden Boot dengan koleksi tujuh gol, sejajar dengan Lionel Messi.
Mbappe menganggap pertandingan seperti ini penting bagi perkembangan timnya. "Kami tahu seperti apa pertandingan yang akan kami hadapi, dan saya rasa bagus kami menjalani laga seperti ini serta mampu mengatasinya."
Ia merasa kemenangan tersebut membuktikan kualitas Prancis tidak hanya terletak pada permainan menyerang. "Kami memperlihatkan bahwa kami bukan hanya tim yang bisa bermain sepak bola menyerang. Mereka mengira kami akan datang, bermain dengan santai, mempertontonkan trik dan umpan satu-dua. Semua tim memiliki kekuatannya masing-masing, dan satu-satunya cara adalah menang."
Ketangguhan Menjadi Bekal Berikutnya
Pertandingan ini lebih banyak menguji kekuatan mental daripada kualitas teknik Prancis. Setiap duel memaksa para pemain tetap tenang agar tidak terpancing emosi sepanjang laga.
Bradley Barcola merasakan sendiri kerasnya permainan Paraguay sejak menit awal. "Saya belum pernah dipukul dan ditendang sebanyak ini dalam satu pertandingan, tetapi kami menang, jadi hanya itu yang penting. Itu memang sulit, terutama setelah saya mendapat kartu kuning, tetapi pengalaman ini sangat berharga."
Didier Deschamps melihat kemenangan tersebut sebagai bukti kuatnya karakter tim yang ia bangun. "Saya memiliki kelompok yang solid dengan semangat tim yang luar biasa. Kami memang sempat kesulitan, tetapi kami melakukan apa yang harus dilakukan. Kini, kami berada di perempat final dan kami patut menikmatinya."
Tantangan berikutnya telah menunggu dengan hadirnya Morocco di babak perempat final. Setelah memperlihatkan wajah baru yang lebih tangguh, Prancis datang bukan hanya sebagai tim dengan serangan mematikan, tetapi juga sebagai kelompok yang mampu bertahan dan menang dalam pertandingan yang paling melelahkan.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Paraguay vs Prancis
Piala Dunia 5 Juli 2026, 01:12
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Paraguay vs Prancis 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:54
-
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
Piala Dunia 1 Juli 2026, 15:48
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR