Selain Luka Modric, Manduzukic adalah pemain kunci kesuksesan Kroasia melaju ke final Piala Dunia 2018. Mandzukic mungkin memang hanya mencetak dua gol, tapi dia selalu bertarung dan terlibat dalam permainan.
Menurut Effenberg, jika usia Mandzukic saat ini masih muda, maka dia akan jadi pemain dengan nilai yang mahal. Sebab, pemain yang kini berstatus milik Juventus telah membuktikan kapasitas yang dia miliki di Piala Dunia.
Mandzukic sendiri kini sudah berusia 32 tahun. Tidak cukup muda untuk pemain sepakbola, tapi sejauh ini dia telah memberikan bukti mampu tampik apik pada level tertinggi. (sky/asa)
Mandzukic 200 Juta Euro

Effenberg menyebut Mandzukic adalah salah satu dari tiga penyerang terbaik di dunia. Karena itu, dia layak untuk dibeli dengan harga mahal. Bahkan, eks pemain Atletico Madrid dinilai jauh lebih baik dibanding Neymar.
"Mandzukic akan bernilai hingga 200 juta euro jika dia lebih muda dari sekarang dan saya memilih dia karena saya saya dia 10 kali lebih baik dibanding Neymar," kata Effenberg.
"Mandzukic adalah salah satu dari tiga penyerang terbaik di dunia, sejauh yang saya ketahui. Dia bekerja dengan sangat keras untuk timnya dan golnya di masa perpanjangan waktu melawan Inggris sangat penting," tandasnya.
Sesalkan Sikap Bayern

Effenberg juga merupakan legenda hidup bagi klub Bundesliga, Bayern Munchen. Pada tahun 2012 lalu, Bayern sukses mendapatkan jasa Mandzukic usai menebusnya dari Wolfsburg dengan harga 13 juta euro. Tapi, Bayern melepasnya pada tahun 2014.
Keputusan Bayern tersebut disesalkan oleh Effenberg. Meskipun, ketika itu Bayern menjualnya dengan harga yang lebih mahal, 22 juta euro. Bayern juga mendapatkan pengganti yang tak kalah bagus yakni Robert Lewandowski.
"Saya tidak pernah mengerti mengapa Bayern bisa menjual pemain seperti Mandzukic," tandas Effenberg.
Pujian Lain dari Robben

Bukan hanya Effenberg yang memberikan pujian untuk pemain 32. Mantan kolega di Bayern, Arjen Robben, juga ikut memberikan pujian. Robben melihat Mandzukic sebagai pemain dengan karakter seorang petarung.
"Dia adalah seorang petarung, pemain selalu Anda inginkan berada di tim Anda dan bukan di tim lawan. Dia mungkin bukan pemain paling terampil, tapi dia selalu mencetak gol-gol yang penting untuk tim," puji Robben.
"Mandukic juga seorang pemain yang selalu bisa Anda andalkan," tutup Robben.
Lihat Video Menarik Ini

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Pertandingan Prancis vs Kroasia: Skor 4-2
Piala Dunia 15 Juli 2018, 23:56
-
Prancis vs Kroasia, Taburan Rekor Unik Mandzukic
Piala Dunia 15 Juli 2018, 23:49
-
HT Review Prancis vs Kroasia: Skor 2-1
Piala Dunia 15 Juli 2018, 22:56
-
Final Piala Dunia 2018: Inilah Susunan Pemain Prancis vs Kroasia
Piala Dunia 15 Juli 2018, 21:42
-
Jelang Prancis vs Kroasia, Modric Puji Mandzukic
Piala Dunia 15 Juli 2018, 20:16
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR