Belgia baru saja memastikan jadi juara ketiga Piala Dunia 2018. Pada perebutan posisi ketiga melawan Inggris, Sabtu (14/7) malam WIB, di Saint-Petersburg Stadium, Belgia sukses membekuk Inggris dengan skor 2-0.
Tampil sebagai pencetak gol kemenangan untuk Belgia adalah Thomas Meunier dan sang kapten tim Eden Hazard.
Martinez merasa capaian ini patut untuk dibanggakan oleh warga Belgia dan juga para pemainnya. Sebab, posisi ketiga merupakan capaian terbaik Belgia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia. (sky/asa)
Lebih Baik Dari Meksiko 1996

Sebelumnya, capaian terbaik Belgia di Piala Dunia 1986 yang digelar di Meksiko. Kala itu, Belgia berada di posisi keempat, usai kalah atas Prancis dengan skor 2-4 pada perebutan posisi ketiga.
"Para pemain telah membuat sejarah untuk Belgia dan itu adalah yang paling penting. Pemain kami layak untuk mendapatkan penghargaan ini," kata Martinez kepada Sky Sports.
"Generasi Meksiko 86 memberi sebuah inspirasi dan visi yang nyata bagi semua pemain sepakbola di Belgia. Sekarang, kami bisa mematahkan sejarah tersebut, setelah 32 tahun. Jadi, kami puas atas hasil ini," ucap Martinez.
#BEL have achieved their best ever finish at a #WorldCup.
— Squawka Football (@Squawka) July 14, 2018
Their finish 3rd at the 2018 edition, surpassing their previous best of 4th from 1986. 🇧🇪 pic.twitter.com/FNwLjZIM5m
Target Yang Realistis

Belgia sejatinya masuk dalam bursa calon juara Piala Dunia 2018. Apalagi, setelah Setan Merah tampil impresif sejak babak penyisihan grup. Bahkan, Brasil pun mampu disingkirkan pada babak perempat final.
Tapi, Belgia kalah saat berjumpa Prancis dan gagal ke final. Sejak kekalahan itu, Martinez merasa jika posisi ketiga adalah target yang realistis bagi Belgia.
"Kami ingin menjadi juara, saat Anda bisa mengalahkan Brasil dan ke semifinal, kami hanya fokus untuk jadi juara. Tapi, Anda juga harus realistis dan coba menyelesaikan dengan cara terbaik," tandas Martinez.
Punya Identitas

Selain itu, ada satu hal lagi yang membuat eks pelatih Everton merasa bangga dengan capaian Belgia di Piala Dunia 2018. Setan Merah disebut telah tampil konsisten dan menciptakan sebuah identitas baru yakni permainan menyerang.
"Sepakbola yang kami mainkan adalah sepakbola Belgia, itu adalah identitas kami. Kebersamaan dan fleksibilitas kami secara taktik menunjukkan apa yang kami inginkan sebagai sebuah negara sepakbola," tutupnya.
Lihat Video Menarik Ini

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Martinez: Lukaku? Dia Lebih Dari Sekedar Cetak Gol
Piala Dunia 15 Juli 2018, 11:35
-
Pelatih Belgia: Kami Sudah Catatkan Sejarah!
Piala Dunia 15 Juli 2018, 10:54
-
Bos Belgia: Real Madrid? Eden Hazard Bisa Main di Mana Saja!
Piala Dunia 14 Juli 2018, 23:40
-
Demi Belgia, Romelu Lukaku Kesampingkan Rekor Pribadi
Piala Dunia 14 Juli 2018, 16:20
-
Belgia vs Inggris, Tak Ada Rahasia
Piala Dunia 14 Juli 2018, 10:53
LATEST UPDATE
-
5 Alasan Arsenal Bakal Kalahkan Tottenham di Derby London Utara Malam Ini
Liga Inggris 22 Februari 2026, 14:28
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 12:52
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 2 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 22 Februari 2026, 12:51
-
5 Fakta Spektakuler di Balik Podium Aldi Satya Mahendra di WorldSSP Australia 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 12:14
-
Aldi Satya Mahendra Masuk Top 5 Klasemen WorldSSP 2026 Usai Podium di Race 2 Seri Australia
Otomotif 22 Februari 2026, 11:35
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 11:20
-
Bekuk Lecce, Inter Milan Kian Percaya Diri untuk Hadapi Bodo/Glimt
Liga Italia 22 Februari 2026, 11:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR