
Bola.net - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter mengkritik realisasi format baru Piala Dunia 2026 yang digagas penggantinya, Gianni Infantino. Blatter merasa ide tersebut merupakan bagian dari komersialisasi permainan dan berpotensi merusak Piala Dunia.
Sebelumnya Infantino juga mengkritik ide Sepp Blatter yang berniat membuat Piala Dunia menjadi dua hingga tiga tahun sekali. Namun Blatter sangat geram mengingat Infantino justru melakukan hal yang lebih gila dengan mengubah format 32 menjadi 48 tim.
Blatter merasa ide Infantino tersebut memang akan mendapatkan lebih banyak keuntungan bagi FIFA. Namun itu akan bertolak belakang dengan kepentingan sepak bola, terlebih format 48 tim akan membuat para pemain semakin kelelahan.
“Apa yang terjadi saat ini (format 48 tim) adalah komersialisasi permainan yang berlebihan. (Itu) mencoba memeras lebih banyak dari lemon,” ujar Blatter kepada surat kabar Jerman Die Ziet, dikutip dari Fotmob.
Kritik Piala Dunia Antar Klub

Infantino tak hanya mengubah format dalam Piala Dunia antar negara saja melainkan juga antar klub. Melihat kelakuan Infantino, Sepp Blatter juga tidak luput mengkritik format baru Piala Dunia antar Klub.
Infantino mengubah format yang semula tujuh klub perwakilan konfederasi menjadi 32 tim yang dia dalam delapan grup. Format ini rencananya akan diberlakukan mulai Piala Dunia antar klub 2025.
Melihat format baru yang ditawarkan Infantino, Blatter merasa ide tersebut sudah keluar dari wewenang FIFA. Blatter juga merasa format baru itu merupakan salah satu cara untuk menyaingi pamor Liga Champions Eropa yang mendunia.
“(Lihatlah) Piala Dunia (antar negara) dengan 48 tim atau Piala Dunia Klub (32 tim) yang harus dilihat sebagai persaingan terhadap Liga Champions (Eropa). FIFA mencampuri sesuatu yang tidak terlalu menjadi perhatian mereka,” geram Blatter.
Infantino Tidak Sopan

Menurut Sepp Blatter realisasi format baru yang direncanakan Infantino sangat tidak menghormatinya sebagai presiden FIFA terdahulu. Padahal Blatter telah mengabdi selama 17 tahun sebagai presiden FIFA sebelum Infantino.
Blatter mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Infantino sangat tidak sopan. Pasalnya Infantino tidak pernah berbicara secara langsung kepada Blatter sebagai mantan presiden FIFA berkaitan dengan format baru Piala Dunia.
"Saya tidak punya hubungan dengan Infantino. Dia berperilaku tidak hormat karena menolak kontak dengan saya sejak pemilihannya. Dia hanya berkomunikasi dengan saya melalui pengacara," terang Blatter.
Pada tahun 2015, Blatter memang mendapatkan sanksi untuk tidak berkecimpung di dunia sepak bola setelah skandal FIFA. Selain Blatter, banyak petinggi FIFA yang mendapatkan hukuman serupa salah satunya mantan presiden UEFA, Michel Platini.
Sumber: Fotmob
Penulis: Ahmad Daerobby
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Presiden FIFA Kritik Format Baru Piala Dunia!
Piala Dunia 22 Desember 2022, 18:29
-
Mantan Presiden FIFA: Memilih Qatar Adalah Sebuah Kesalahan
Piala Dunia 8 November 2022, 21:35
-
European Super League Soal Uang, Emangnya UEFA Enggak?
Liga Champions 20 April 2021, 06:00
-
Sepp Blatter Komentari Kasus Pajak Cristiano Ronaldo
Bola Indonesia 19 Juni 2017, 17:03
-
Ditunjuk Jadi Duta FIFA, Maradona Bahagia
Piala Dunia 10 Februari 2017, 19:49
LATEST UPDATE
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR