Bola.net - Label pelatih yang familiar dengan cerutu atau rokok disematkan kini pada Maurizio Sarri. Namun selain Sarri, ada satu nama pelatih terkenal yang hobi menghisap cerutu yakni Marcello Lippi.
Cerutu atau rokok mungkin tidak sesuai dengan esensi sepak bola sebagai olahraga. Namun pelatih atau pemain yang menghisap cerutu bukan berarti tanpa prestasi dalam sepak bola.
Ini dibuktikan oleh gelar Piala Dunia yang diraih Marcello Lippi kala menjadi juru taktik timnas Italia. Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi ajang pembuktian kapasitas kakek berusia 74 tahun ini.
Bersama Italia, Lippi berhasil mengalahkan Prancis di partai puncak lewat adu Penalti. Bagaimana kisah Lippi dan timnas Italia di Piala Dunia 2006? Berikut lanjutan kisahnya.
Pemain Andalan

Ketika itu, kondisi sepak bola Italia jauh dari ideal. Serie A baru saja diguncang skandal calciopoli yang menyeret banyak pesohor sepak bola Italia. Bahkan, Juventus harus dihukum ke Serie B.
Pada situasi itu, Lippi memilih mengandalkan pemain yang kenyang pengalaman untuk masuk skuad Timnas Italia. Pemain-pemain yang berada pada usia matang dipanggil.
Pemain berpengalaman seperti Filippo Inzaghi (31), Alessandro Del Piero (30), Marco Materazzi (31), dan Fabio Cannavaro (31) jadi pilar kunci. Lalu, ada Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso yang punya karier mentereng di klub.
Lippi membawa 22 pemain Italia yang mayoritas berumur di atas 24 tahun. Saat itu, pemain termuda di skuad Italia adalah Daniele De Rossi yang berusia 21 tahun.
Tak Pernah Kalah

Lippi berhasil menyatukan para pemain timnas Italia dengan baik, terlepas kondisi yang menimpa sepak bola Italia. Hal ini terbukti dari hasil enam kemenangan dan satu hasil imbang selama gelaran Piala Dunia 2006.
Italia gagal menang hanya sekali gagal menang kala melawan Amerika Serikat di pertandingan kedua Grup E. Gol bunuh diri Cristian Zaccardo membuat kedudukan imbang 1-1 hingga peluit akhir dibunyikan.
Enam pertandingan lainnya dimenangkan oleh Italia secara meyakinkan. Menang 2-0 melawan Ghana dan Republik Ceko di penyisihan Grup E. Italia juga berhasil menang 1-0 melawan Australia di babak 16 besar dan menang 3-0 atas Ukraina di Perempat Final.
Bertemu tuan rumah Jerman, Italia unggul 2-0 lewat dua gol di injury time babak perpanjangan. Akhirnya Italia menutup perjalanan dengan kemenangan adu penalti 6-4 melawan Prancis di Final.
Filosofi Sepak Bola Bertahan : Italia sulit ditembus!

Italia memang terkenal dengan filosofi sepak bola bertahan. Hal ini terbukti dari pertahanan kokoh Italia pada Piala Dunia 2006.
Italia hanya kebobolan dua gol selama Piala Dunia 2006 berlangsung. selain gol bunuh diri Cristian Zaccardo, Italia hanya kebobolan lewat titik putih di partai puncak yang dicetak Zinedine Zidane.
Meskipun pertahanan Italia kokoh, bukan berarti strategi Lippi hanya fokus bertahan saja. Lippi membuktikannya dengan lesatan 12 gol Italia sepanjang Piala Dunia 2006. Timnas Italia bahkan selalu bisa mencetak gol dari tujuh pertandingan mereka.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marcello Lippi, Penghisap Cerutu yang Bawa Italia Juara Piala Dunia 2006
Piala Dunia 3 Agustus 2022, 16:19
-
Lippi Ogah Sebut Nama Tim yang Dijagokannya untuk Meraih Scudetto 2021-22
Liga Italia 13 April 2022, 04:36
-
Lippi Soal Serie A 2021/22: AC Milan Calon Juara, Juventus Fokus Liga Champions Saja
Liga Italia 14 November 2021, 18:01
-
Lippi Mengenang Liga Champions 2003: Andai Juventus Punya Nedved...
Liga Champions 11 Oktober 2021, 11:33
-
Beda dengan Dulu, Timnas Italia yang Sekarang Menarik untuk Ditonton
Piala Eropa 9 Juni 2021, 00:07
LATEST UPDATE
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR