
Bola.net - Argentina akhirnya membuktikan diri sebagai tim tangguh yang layak jadi juara Piala Dunia 2022. Bersama Lionel Messi, Argentina berhasil menundukkan sang juara bertahan Prancis di partai pemungkas.
Menariknya, keberhasilan La Albiceleste serupa dengan Spanyol pada Piala Dunia 2010. Laju Argentina dalam tujuh pertandingan untuk jadi juara sangat mirip Spanyol.
Tim asuhan Lionel Scaloni tersebut menghadapi Prancis pada laga final Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Lusail, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Timnas Argentina mendapat perlawanan sengit dari Prancis.
Setelah sempat unggul 2-0, Tim Tango lengah dan membuat Les Blues berhasil membuat skor menjadi sama kuat 2-2. Kedudukan imbang membuat pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
Pada extra time, kedua tim sama-sama mencetak satu gol tambahan. Skor imbang 3-3 tetap tidak berubah hingga babak tambahan berakhir. Alhasil, penentuan pemenang harus dilakukan lewat adu penalti.
Dalam babak adu penalti, Timnas Argentina akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-2 atas Prancis. Hasil itu pun membuat Argentina berhak meraih trofi Piala Dunia 2022.
Gelar Ketiga
Bagi Timnas Argentina, itu adalah trofi ketiga di Piala Dunia. Sebelumnya, La Albiceleste meraih titel juara pada 1978 dan 1986. Mereka hanya kalah dari Italia dan Jerman yang sudah merengkuh tiga gelar juara, dan Brasil dengan koleksi lima titel.
"Anda membuat saya sadar Maradona tidak ada di sini. Padahal, Anda akan mengira dia ada di antara kita. Untuknya kami berhasil mengangkat trofi ini," kata pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, seperti dikutip Yahoo Sports.
"Sesuatu yang sudah lama kami impikan. Kami adalah negara yang sangat mencintai sepak bola," tegas Scaloni.
Awal yang Kurang Meyakinkan

Namun, sebelum keluar sebagai juara, Timnas Argentina mengawali Piala Dunia 2022 dengan kurang meyakinkan. Mereka menyerah 1-2 dari Timnas Arab Saudi pada pertandingan pertama Grup C di Lusail Stadium, Lusail, 22 November 2022.
Selepas itu, Argentina langsung tancap gas. Tim Tango berhasil mengalahkan Meksiko dan Polandia dengan skor identik 2-0 dalam dua laga terakhir fase grup.
Hasil itu membuat Timnas Argentina lolos ke-16 besar Piala Dunia 2022 dengan status juara Grup C. Mereka mengoleksi enam poin, unggul dua angka atas Polandia di tempat kedua.
La Albiceleste menang 2-1 atas Australia pada 16 besar, mengalahkan Belanda lewat adu penalti dengan skor 4-3 (2-2) pada perempat final, melumat Kroasia dengan skor 3-0 pada semifinal, dan akhirnya mengalahkan Prancis pada partai puncak.
Menyamai Spanyol pada Piala Dunia 2010
Perjalanan Timnas Jerman untuk menjadi juara di Piala Dunia 2022 serupa dengan Spanyol pada 2010. La Roja juga menelan kekalahan pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2010.
Dalam partai pembuka fase grup melawan Swiss, 16 Juni 2010, Spanyol takluk dengan skor 1-0. Namun setelah itu, Timnas Spanyol bermain moncer hingga ke final.
Mereka membungkam Honduras (2-0) dan Chile (2-1) dalam dua laga terakhir Grup H. Hasil tersebut membuat La Furia Roja melenggang ke-16 besar dengan koleksi enam poin.
Pada fase gugur, Timnas Spanyol tampil impresif. Mereka menang dengan skor identik 1-0 atas Portugal (16 besar), Paraguay (perempat final), Jerman (semifinal), dan Belanda (final).
Berkat keberhasilan tersebut, Timnas Spanyol keluar sebagai juara dan meraih trofi perdana di Piala Dunia.
Hasil pertandingan Argentina di Piala Dunia 2022
- Argentina 1-2 Arab Saudi
(Lionel Messi (p) 10'; Saleh Alshehri 48', Salem Aldawsari 53') - Argentina 2-0 Meksiko
(Lionel Messi 64'; Enzo Fernandez 87') - Polandia 0-2 Argentina
(Alexis Mac Allister 46', Julian Alvarez 67') - Argentina 2-1 Australia
(Lionel Messi 35', Julian Alvarez 57'; Enzo Fernandez (og) 77') - Belanda 2-2 Argentina (pen. 3-4)
(Wout Weghorst 83', 90+11'; Nahuel Molina 35', Lionel Messi (p) 73') - Argentina 3-0 Kroasia
(Lionel Messi (p) 34', Julian Alvarez 39', 69') - Argentina 3-3 Prancis (pen. 4-2)
(Lionel Messi (p) 23', 108', Angel Di Maria 36'; Kylian Mbappe (p) 80', 81', (p) 118')
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com (Rizki Hidayat), 19 Desember 2022
Jangan lewatkan ya, Bolaneters!
- Piala Dunia 2022: Begini Reaksi Para Legenda Tentang Laga Final Argentina vs Prancis
- Legenda Argentina Anggap Lionel Messi Punya Beban Berat Sebelum Juara Piala Dunia 2022
- VIDEO Piala Dunia 2022: Mengintip Kapal Pesiar Poesia di Qatar dan Selebrasi Juara Timnas Argentina
- Karim Benzema Putuskan Pensiun dari Timnas Prancis
- Didier Deschamps Menyesal Tak Mainkan Pemain Muda Sejak Awal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pembagian Hadiah Peserta Piala Dunia 2022: Argentina Terbesar, Jerman Paling Ngenes
Piala Dunia 20 Desember 2022, 09:55
-
Mengamati Perjuangan Argentina Jadi Juara Piala Dunia 2022: Mirip Spanyol Tahun 2010!
Piala Dunia 20 Desember 2022, 01:00
-
Hasil Lengkap Fase Gugur dan Top Skor Piala Dunia 2022
Piala Dunia 19 Desember 2022, 02:18
-
Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Hari Ini, Minggu 18 Desember 2022
Piala Dunia 18 Desember 2022, 07:17
-
Bos Baru Spanyol Coba Bujuk Sergio Busquets Tunda Pensiun
Piala Dunia 18 Desember 2022, 05:00
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09



















KOMENTAR