
Bola.net - Bulgaria menjadi kontestan yang pernah menggebrak panggung Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Saat itu, tim asuhan Dimitar Panev ini secara mengejutkan mampu meraih pencapaian terbaik mereka di pentas Piala Dunia.
Laga yang paling berkesan tentunya saat Bulgaria berjumpa timnas Jerman di babak delapan besar. Saat itu, The Lions (julukan timnas Bulgaria) sukses tampil mengejutkan usai menyingkirkan Jerman yang datang ke Piala Dunia 1994 dengan status juara bertahan.
Sempat tertinggal oleh gol Lothar Matthaus via titik putih di menit 48, Bulgaria di luar dugaan mampu membalikkan keadaan lewat gol yang dicetak oleh Hristo Stoichkov di menit 75 dan gol penentu kemenangan dicetak oleh Yordan Letchkov pada menit ke-78.
Pemain yang dijuluki 'The Magician' ini seolah ingin membayar kesalahannya karena ia yang melanggar Jurgen Klinsmann di kotak terlarang sehingga Jerman mendapatkan penalti. Lalu Letchkov keluar sebagai pahlawan setelah tandukannya tak mampu dihalau oleh Bodo Illgner.
Terhenti di Tangan Italia
Usai mampu menyingkirkan juara bertahan, timnas Bulgaria kemudian melaju ke babak semifinal dan sudah ditunggu lawan tangguh, yaitu Italia. Sebelumnya, Gli Azzurri menyingkirkan Swiss dan Spanyol pada fase gugur.
Italia unggul terlebih dahulu melalui Roberto Baggio pada menit ke-21 dan lagi-lagi sang maestro menambah keunggulan Gli Azzurri lewat sepakan kerasnya. Namun, Bulgaria hanya mampu membalas satu gol melalui tendangan penalti Hristo Stoichkov jelang akhir babak pertama. Hingga peluit panjang, skor 2-1 untuk Italia tetap bertahan.
Lalu, kiprah The Lions juga kandas dalam laga perebutan tempat ketiga. Meskipun, timnas Bulgaria kalah 0-4 dari Swedia catatan kiprah mereka di Piala Dunia 1994 merupakan prestasi terbaik mereka di gelaran akbar tersebut.
Tertutup oleh Sinar Hristo Stoichkov
Yordan Letchkov adalah pemain berbakat yang pernah dimiliki oleh Bulgaria. Pemain yang identik dengan rambut yang tipis di depan itu diberkati dengan visi dan kemampuan teknis yang hebat. Kemudian gaya bermainnya sedikit keras, kegemilangan Letchkov sayangnya dibayangi oleh rekan senegaranya, Hristo Stoichkov.
Temperamen Letchkov bisa dibilang berkontribusi pada karier klubnya, termasuk masa-masa sulit di Hamburg dan Marseille. Letchkov hanya mengemas 45 caps bersama timnas Bulgaria, tetapi semuanya datang bersamaan ketika ia dan Hristo Stoichkov mencuri perhatian di Piala Dunia 1994.
Terjun di Dunia Politik
Setelah gantung sepatu, karier Yordan Letchkov selanjutnya menjadi taipan dengan mempunyai berbagai hotel mewah di beberapa kota di Bulgaria. Setelah sukses dengan usahanya, ia terjun ke dunia politik sebagai walikota di kota asalnya, Silven.
Nahasnya, karier politiknya sama kacau dengan karier sepak bolanya. Dan saat ini, ia juga sempat menjadi wakil presiden dari Bulgarian Football Union.
Sempat Masuk Bui
Ternyata, Yordan Letchkov sempat menerima hukuman dua tahun penjara akibat saat dirinya menandatangani proyek pengolahan air dan limbah yang merugikan negara hingga upaya menekan seorang pejabat kantor perpajakan.
Letckhov masih diberi kesempatan untuk mengajukan banding. Pria berusia 55 tahun itu juga akan menghadapi beberapa kasus lain, termasuk dugaan korupsi yang dilakukannya saat menjabat walikota di wilayah bagian timur Bulgaria itu.
Sedangkan Letckhov menuding lawan politiknya berada di balik tuduhan-tuduhan tersebut. Pemain yang juga pernah memperkuat CSKA Moscow tersebut mengaku semasa menjabat selalu berusaha untuk memerangi korupsi.
(Bola.net/Yoga Radyan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenang Gol Yordan Letchkov yang Buat Jerman Menangis di Piala Dunia 1994
Piala Dunia 20 Oktober 2022, 20:53
-
Piala Dunia 2014: Kala Paul Pogba Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik
Piala Dunia 14 Oktober 2022, 20:15
-
Piala Dunia 2014: Akhir Manis Philipp Lahm, Sang Kapten Timnas Jerman
Piala Dunia 28 September 2022, 17:55
-
Piala Dunia 2014: Akhir Pilu Rezim Vicente Del Bosque di Timnas Spanyol
Piala Dunia 22 September 2022, 17:59
-
Neymar, Cedera Horror, dan Nyungsepnya Brasil di Piala Dunia 2014
Piala Dunia 22 September 2022, 17:52
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR