
Bola.net - Korea Selatan menatap dengan serius persiapan pada gelaran Piala Dunia 2002, di samping mereka ditunjuk sebagai tuan rumah bersama Jepang. Mereka menunjuk pelatih berpengalaman, Guus Hiddink untuk menjadi nakhoda tim sebagai bentuk keseriusan KFA (PSSI Korea Selatan).
Kala itu, Korea Selatan menempati grup yang relatif berat yang berisikan Amerika Serikat, Polandia, dan Portugal. Taeguk Warriors membuka laga dengan kemenangan 2-0 atas Polandia dan jadi kemenangan pertama mereka di Piala Dunia.
Kemudian Park Ji-sung dan kolega, menghadapi Amerika Serikat meraih hasil imbang 1-1. Lalu di laga terakhir begitu krusial bagi Korea Selatan dan Portugal, mereka harus saling mengalahkan hingga di luar dugaan Taeguk Warriors melumat Luis Figo dkk. dengan skor tipis 1-0.
Korea Selatan pun lolos ke fase gugur dengan raihan tujuh poin (puncak klasemen). Pada fase gugur inilah drama-drama pertandingan terjadi. Taeguk Warriors menantang dua tim nasional top Eropa dan sukses melaju hingga ke semifinal.
Mengandaskan Negara Besar
Pada babak 16 besar, Korea Selatan bertemu negara salah satu favorit juara kala itu, Italia. Gli Azzurri dipenuhi nama-nama mentereng seperti Paolo Maldini, Vieri, Buffon, Totti, hingga Alessandro Del Piero.
Berkat semangat yang begitu spartan yang ditunjukkan oleh Taeguk Warriors, Italia dikandaskan dengan skor 2-1. Kemudian, di babak perempat final Korea Selatan sudah ditunggu oleh Spanyol dan di luar dugaan mampu menyingkirkan La Furia Roja lewat adu penalti.
Korea Selatan mencapai semifinal dan jadi tim pertama dari Asia yang mencapai empat besar di Piala Dunia. Melawan Jerman besutan Rudi Voller yang bermain efisien, Korsel kehabisan bensin dan kalah 0-1 melalui gol tunggal Michael Ballack (75’).
Kontroversi Korea Selatan
Laga penuh kontroversi tersaji di babak 16 besar ketika Korea Selatan menghadapi Italia. Memang, Taeguk Warriros keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 akan tetapi di pertandingan tersebut, ada banyak kontroversi yang terjadi, bukan hanya kartu merah Francesco Totti.
Gol Italia yang dilesakkan oleh Damiano Tomassi dianulir lantaran dianggap offside. Lalu, ada penalti kontroversial untuk Korea Selatan yang berhasil diselamatkan Gianluigi Buffon.
Puncaknya setelah Ahn Jung-hwan menjadi penentu kemenangan Korea Selatan atas Gli Azzurri, ia harus terusir dari Negeri Pizza yang saat itu Ahn memperkuat Perugia. Efeknya publik sepak bola Italia tidak menerima kehadiran Ahn Jung-Hwan.
Guus Hiddink Pelatih Jenius
Hiddink yang sebelum menerima tawaran melatih Korea Selatan, telah malang melintang menangani PSV, Fenerbahce, Valencia, dan timnas Belanda. Kendati hanya sebentar melatih Taeguk Warriors, ia menyatukan skuad dengan baik.
Ia berhasil membuat pemain Korsel bermain gigih dan tidak segan meladeni tim-tim kuat seperti Italia, Spanyol, dan Portugal. Di dalam skuad juga hanya ada dua pemain yang bermain di Eropa yakni Seol Ki-hyeon (Anderlecht) dan Ahn Jung-hwan (Perugia).
Kisah perjalanan Korea Selatan yang begitu fantastis di Piala Dunia 2002 menghasilkan banyak hal. Meski gagal juga mendapatkan status juara tiga karena kalah 2-3 dari Turki, kapten Korsel Hong Myung-bo menerima penghargaan Bola Perunggu sebagai Pemain Terbaik ketiga turnamen.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Mengenang Gol Thierry Henry yang Buyarkan Impian Brasil Jadi Juara Back to Back di Piala Dunia 2006
- Piala Dunia 2014: Setelah Dibantai Jerman 7-1, Brasil Dipermalukan Belanda 3-0!
- Semifinal Piala Dunia 2018: Gol Mario Mandzukic Saat Extra Time Bikin Timnas Inggris Tersungkur
- Piala Dunia 2014: Mengenang 4 Gol Robin van Persie untuk Timnas Belanda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Guardiola Bicara Soal Sepak Bola dan Dampaknya Terhadap Politik
Bolatainment 22 November 2018, 07:00
-
'Mengapa Barca Belum Juga Rekrut Eriksen?'
Liga Spanyol 16 November 2017, 13:00
-
Hiddink Anggap Rumor Kepergian Conte Omong Kosong
Liga Inggris 15 Mei 2017, 11:40
LATEST UPDATE
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus: Bali ke Turin, Bakal jadi Kiper Pelapis?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:48
-
Paul Pogba Resmi Tinggalkan AS Monaco, Kini Berstatus Tanpa Klub
Liga Eropa Lain 19 Agustus 2026, 17:36
-
Benarkah Rizky Ridho Dicoret dari Daftar Pemain Timnas Indonesia?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:12
-
Manchester United Selangkah Lagi Rekrut Carlos Baleba dari Brighton
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 17:06
-
Mentalitas Comeback Persib Bandung yang Terus Terjaga
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 16:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR