5 PR Besar Michael Carrick Andai Jadi Ditunjuk Pelatih Permanen Man United

5 PR Besar Michael Carrick Andai Jadi Ditunjuk Pelatih Permanen Man United
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Manchester United dikabarkan akan segera menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala permanen mereka.

Rekomendasi dari petinggi sepak bola klub disebut telah mengarah kepada mantan gelandang Setan Merah tersebut setelah performa impresifnya sebagai pelatih interim.

Carrick mengambil alih kepelatihan tim pada Januari lalu usai pemecatan Ruben Amorim. Dalam waktu singkat, ia berhasil mengubah arah musim United dan membawa klub kembali ke zona Liga Champions.

Menurut laporan The Athletic, keberhasilan itu membuat manajemen mulai percaya Carrick layak diberi kontrak permanen. Namun, jika benar ditunjuk, pekerjaan besarnya baru akan dimulai musim depan.

Paling tidak, ada 5 hal yang harus diperhatikan Michael Carrick andai benar ditunjuk jadi pelatih permanen Man United. Apa saja?

1 dari 5 halaman

Menjaga Konsistensi Kemenangan

Pemain Manchester United, Matheus Cunha (tengah), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam laga Premier League kontra Liverpool, Minggu (3/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester United, Matheus Cunha (tengah), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam laga Premier League kontra Liverpool, Minggu (3/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Hal paling penting bagi Carrick tentu saja menjaga Manchester United tetap memenangkan pertandingan. Itu juga menjadi tantangan paling sulit di level tertinggi.

Sejak mengambil alih kursi pelatih interim, Carrick mencatatkan 10 kemenangan dari 15 laga liga. Catatan tersebut membawa United naik dari posisi ketujuh ke peringkat ketiga klasemen Premier League.

Pencapaian itu terasa mengejutkan mengingat situasi klub pada Januari lalu cukup kacau. Carrick bahkan sukses mengalahkan rival-rival besar seperti Arsenal, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Aston Villa, dan Brentford.

Menariknya, beberapa hasil buruk justru datang saat melawan tim papan bawah seperti West Ham, Leeds United, Newcastle, dan Sunderland. Situasi itu menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Carrick juga dinilai berhasil memaksimalkan skuad yang ada. Ia kembali memakai formasi 4-2-3-1 yang sudah akrab dengan para pemain setelah eksperimen Ruben Amorim sebelumnya tidak berjalan baik.

Musim depan, ekspektasi publik Old Trafford tentu akan meningkat. Jika United kembali gagal finis di empat besar atau tampil buruk di Liga Champions, tekanan terhadap Carrick dipastikan akan jauh lebih besar dibanding saat ia masih berstatus interim.

2 dari 5 halaman

Memperkuat Tim Pelatih

Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selain urusan hasil pertandingan, Carrick juga perlu membangun staf pelatih yang kuat di sekelilingnya.

Manchester United sebelumnya sempat memiliki Andreas Georgson dan Ruud van Nistelrooy sebagai bagian staf Erik ten Hag pada musim panas 2024. Keduanya mendapat reputasi bagus baik secara internal maupun eksternal.

Namun saat Ruben Amorim datang pada November tahun lalu, Georgson dan Van Nistelrooy meninggalkan klub. Van Nistelrooy kemudian melatih Leicester City, sementara Georgson bergabung dengan Tottenham.

United disebut masih terbuka untuk menambah sosok baru di staf Carrick. Salah satu area yang dianggap perlu perhatian khusus adalah situasi bola mati, mengingat Georgson sebelumnya dikenal sebagai spesialis set-piece.

Saat ini Carrick bekerja bersama Steve Holland, Jonny Evans, Jonathan Woodgate, dan pelatih kiper Craig Mawson. Meski sudah memiliki tim yang dipercaya, kemungkinan tambahan pelatih baru tetap terbuka.

3 dari 5 halaman

Keputusan Transfer Akan Sangat Menentukan

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo dan pelatih Michael Carrick usai laga melawan Liverpool, 3 Mei 2026 di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo dan pelatih Michael Carrick usai laga melawan Liverpool, 3 Mei 2026 di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Musim panas nanti kembali menjadi periode transfer penting bagi Manchester United. Setelah sempat menuai kritik beberapa tahun terakhir, perekrutan musim lalu justru dianggap cukup berhasil.

Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Senne Lammens mampu memberi dampak positif pada musim pertama mereka di Old Trafford. Klub berharap performa mereka meningkat lagi musim depan.

Fokus utama United sekarang adalah lini tengah. Klub disebut ingin mendatangkan dua gelandang baru, bahkan bisa menjadi tiga jika Manuel Ugarte hengkang.

Area tersebut dianggap krusial karena United masih terlalu mudah ditembus melalui tengah lapangan. Meski Casemiro masih punya kualitas, usianya membuat mobilitasnya mulai menjadi sorotan.

Selain gelandang, United juga mengincar pelapis kiper, pemain sisi kiri, dan kemungkinan penyerang baru jika Joshua Zirkzee pergi.

Laporan yang sama menyebut United kini lebih berhati-hati dalam belanja pemain. Pendapatan klub memang diperkirakan meningkat setelah kembali lolos ke Liga Champions, tetapi era transfer fantastis dan gaji selangit tampaknya tidak lagi menjadi prioritas utama.

Carrick mungkin bukan sosok yang menentukan target transfer, tetapi semua pemain baru nantinya disebut harus mendapat persetujuannya.

4 dari 5 halaman

Menentukan Nasib Pemain Pinjaman

Aksi Marcus Rashford saat membobol gawang Getafe, Sabtu (25/4/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Aksi Marcus Rashford saat membobol gawang Getafe, Sabtu (25/4/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Carrick juga harus segera membuat keputusan terhadap sejumlah pemain yang kembali dari masa peminjaman.

Marcus Rashford, Jadon Sancho, Rasmus Hojlund, dan Andre Onana menjadi nama besar yang saat ini tidak berada di skuad utama United. Selain itu ada juga pemain muda seperti Radek Vitek, Toby Collyer, dan Harry Amass.

Beberapa dari mereka kemungkinan akan dijual demi menambah dana transfer klub. Namun proses itu tidak akan mudah karena gaji tinggi masih menjadi kendala utama.

Rashford disebut mengalami kebangkitan setelah menjalani musim sukses bersama Barcelona. Sementara Hojlund dikabarkan akan dipermanenkan Napoli setelah tampil cukup baik selama masa peminjaman.

Sancho berada dalam situasi berbeda karena kontraknya segera habis. Di sisi lain, Onana juga menjalani musim yang cukup solid bersama Trabzonspor di Liga Turki.

Carrick harus menentukan apakah ada pemain muda yang layak mendapat kesempatan di tim utama musim depan. Masa pramusim akan menjadi momen penting untuk mengambil keputusan tersebut.

5 dari 5 halaman

Identitas Permainan Manchester United

Selebrasi pemain Manchester United merayakan gol Matheus Cunha ke gawang Liverpool, 3 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi pemain Manchester United merayakan gol Matheus Cunha ke gawang Liverpool, 3 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Salah satu hal yang mulai terlihat di bawah Carrick adalah perubahan gaya bermain Manchester United.

Sebagai mantan gelandang, Carrick dikenal sangat detail dalam membangun serangan dari belakang. Ia menuntut pemain berani menguasai bola dan memahami posisi saat menyerang maupun bertahan.

Carrick juga disebut gemar membahas sudut umpan, koneksi antarpemain, dan pola permainan secara detail kepada skuadnya. Kemampuan komunikasinya dianggap menjadi salah satu kelebihan utama.

Meski menyukai penguasaan bola, Carrick tetap memiliki sisi pragmatis. Saat melatih Middlesbrough di Championship, ia pernah mengakui bahwa pendekatan permainan harus disesuaikan dengan situasi kompetisi.

Dalam wawancara bersama League of 72, Carrick sempat menjelaskan filosofi sepak bolanya.

“Saya suka menguasai bola. Itu memang karakter saya. Saya ingin tim saya memainkan sepak bola dengan penguasaan bola, tetapi bukan sekadar demi statistik. Yang paling penting adalah merasa mengendalikan pertandingan,” ujar Carrick.

Pernyataan itu memberi gambaran jelas mengenai arah permainan yang ingin ia bangun di Manchester United. Tantangannya sekarang adalah membuktikan filosofi tersebut bisa konsisten membawa hasil dalam tekanan besar Old Trafford.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL