Bola.net - Nasib Keylor Navas berubah 180 derajat setelah Piala Dunia 2014. Padahal sebelumnya, kiper timnas Kosta Rika itu tidak banyak dikenal orang.
Wajar saja, pemain kelahiran tahun 1986 itu hanya seorang penjaga gawang bagi klub Levante dan timnas Kosta Rika. Kedua tim yang dibelanya jarang diperhitungkan di sejumlah kompetisi, keberadaan dirinya pun jadi tidak terlalu tersorot.
Namun, Navas mengubah nasibnya dengan cepat saat Piala Dunia 2014 di Brasil. Pemain yang punya darah Spanyol tersebut dengan cepat mendapatkan lampu sorot sehingga seluruh dunia mengenal namanya.
Penyebabnya tidak lain karena penampilan apik Kosta Rika di Piala Dunia 2014. Navas jadi salah satu pemain yang membuat Kosta Rika menjelma bak tembok yang sulit ditembus.
Lolos dari Grup Neraka

Kosta Rika tergabung di Grup D bersama Italia, Inggris, dan Uruguay. Grup yang kala itu dilabeli sebagai grup neraka karena ada tiga tim yang disebutkan.
Namun, Kosta Rika yang sangat tidak diperhitungkan malah mampu lolos ke babak 16 besar. Statusnya sebagai juara grup pula.
Dari tiga pertandingan yang dijalani, Bryan Ruiz dkk mengemas dua kemenangan dan sekali imbang. Gawang yang dikawal Navas juga hanya kebobolan sekali.
Penampilan Terbaik

Navas mulai banyak diperbincangkan karena ketepatannya dalam menebak arah bola. Perbincangan itu semakin meningkat saat Navas tampil di babak 16 besar melawan Yunani.
Pertandingan di waktu normal dan extra time berakhir sama kuat 0-0. Namun, sepanjang pertandingan itu, Navas melakukan banyak penyelamatan yang menggagalkan upaya Yunani ke perempat final.
Di babak adu penalti, Navas melakukan satu-satunya penyelamatan terhadap tendangan Theofanis Gekas. Kegagalan tersebut membantu Kosta Rika mencapai perempat final dengan kemenangan 5-3. Suatu pencapaian yang tidak terprediksi.
Kosta Rika kembali tampil memukau dengan keberadaan Navas di bawah mistar. Belanda berhasil ditahan imbang 0-0 sampai babak adu penalti.
Sayangnya magis Navas berhenti di sini karena tidak dapat menahan satu pun tendangan. Sementara dua rekannya, Bryan Ruiz dan Michael Umana tendangannya diselamatkan kiper lawan.
Direkrut Raksasa

Tidak perlu waktu lama bagi Real Madrid untuk merekrut Navas dari Levante. Klub rakasa Liga Spanyol itu kepincut dengan penampilan Navas.
Walaupun begitu, Navas baru bisa membuktikan kapasitasnya pada musim depan dengan dipercaya jadi penjaga gawang utama. Ia bermain sebanyak 162 kali selama lima tahun untuk El Real. Posisinya perlahan tergusur saat Thibaut Courtouis datang.
Karier Navas tidak berhenti seketika. Nasibnya yang selesai di Madrid, saat itu berlanjut ke Paris Saint-Germain.
Tempat utama berhasil diamankan kiper yang kini berusia 35 tahun itu. Total 106 penampilan dicatatkan bersama PSG selama tiga tahun. Sama seperti di Madrid, ia kalah bersaing saat Gianluigi Donnarumma datang.
Bergelimang Gelar

Hidup Navas benar-benar berubah semenjak Piala Dunia 2014. Dalam rentang lima tahun membela El Real, Navas telah mengoleksi 12 trofi tim.
Kesuksesan Navas masih berlanjut saat membela Les Parisiens. Tambahan lima trofi ke dalam kabinet pialanya setelah tiga musim berseragam PSG.
Itu berarti, sejak tampil memukau bersama timnas Kosta Rika, Navas telah mengumpulkan 17 trofi tim dalam kurun waktu delapan tahun.
Bagian Penting

Navas telah jadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Kosta Rika. Selain membawa Kosta Rika lolos pada Piala Dunia 2014, Los Ticos lolos dua kali beruntun pada dua edisi berikutnya.
Navas bahkan masih berjasa mengantarkan Kosta Rika lolos Piala Dunia 2022 di Qatar. Tiket tersebut didapatkan setelah di final kualifikasi jalur antarfederasi, Kosta Rika mengatasi perlawanan Selandia Baru.
Ban kapten memang masih melekat di lengannya pada pertandingan tersebut. Namun, belum ada kepastian Navas bakal mengikuti Piala Dunia ketiganya nanti di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
- Jadwal Piala Dunia 2022 Berpihak pada Timnas Inggris, Kok Bisa?
- Final Piala Dunia 1998 dan Sakit Misterius Ronaldo
- Timnas Italia di Piala Dunia 2006: Berangkat dengan Calciopoli, Pulang dengan Trofi
- Mengintip Potensi Kekuatan Timnas Inggris di Piala Dunia 2022, Sang Calon Juara?
- David Beckham dan Kartu Merah di Piala Dunia 1998
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43

























KOMENTAR