
Prancis akhirnya keluar sebagai pemenang dengan keunggulan 4-1 dalam adu penalti itu. Sementara itu, Ghana mengamuk dalam perebutan tempat ketiga dengan mengalahkan Irak tiga gol tanpa balas.
Ajang Piala Dunia U-20 ini merupakan ajang yang bagus untuk memantau bakat-bakat muda terbaik saat ini. Banyak pemain potensial yang menunjukkan kebolehan mereka selama turnamen.
Pada akhirnya, FIFA telah menentukan para pemain terbaik turnamen. Berikut adalah para pemain yang pulang dengan piala individu dari FIFA plus tim yang memenangkan gelar tim paling fair play. (FIFA/hsw)
Golden Ball

Paul Pogba (Prancis)
Pogba terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia U-20 kali ini alias meraih Golden Ball. Penampilannya yang gemilang di sepanjang turnamen sudah membuat banyak pihak terpana.
Pogba memiliki fisik kuat, tekling presisi, daya jelajah dan kemampuan membaca pertandingan bisa menentukan tempo pertandingan yang diinginkan Prancis. Di timnya, dia adalah pemimpin yang tak terbantahkan.
Pelatih Les Bleuets Pierre Mankowski juga mengandalkan Pogba untuk memberi semangat tim ketika mental mereka tengah turun di lapangan.
Silver Ball

Nicolas Lopez (Uruguay)
Siapa pun yang melihat cara bermain Lopez tahu pemuda ini punya bakat istimewa. Pemain berusia 19 tahun ini merupakan perusak menakutkan bagi barisan pertahanan lawan.
Lopez bisa berlari sangat kencang dan tak takut beradu sprint dengan siapa pun. Namun yang paling berbahaya dari pemain ini adalah timing-nya yang presisi. Ia bisa mendeteksi waktu yang tepat untuk melakukan tindakan tertentu.
Dengan kemampuan teknik yang terus berkembang, kehadiran Lopez akan membuat semua bek lawan waspada. Kontribusinya penting untuk membantu La Celeste ke final.
Bronze Ball

Clifford Aboagye (Ghana)
Aboagye tidak memiliki kecepatan atau fisik besar seperti rekan-rekannya di timnas Ghana U-20. Namun ia memberikan kompensasi berupa kreativitas luar biasa.
Dia punya teknik tinggi, bisa melindungi bola, dan bisa keluar dari situasi yang sulit. Ia bisa menata tempo permainan dengan baik. Visi dan umpan jarak dekat maupun jarak jauhnya juga cukup terukur.
Ciri khas Aboagye adalah kemampuannya mengirim umpan terobosan bagi para pemain depan yang cepat. Kontribusi empat asssit sudah menjadi bukti dari kreativitasnya.
Golden Boot

Ebenezer Assifuah (Ghana)
6 Gol
0 Assist
Pemain enerjik nomor 17 milik Ghana ini jelas punya kemampuan mencetak gol hebat. Ia menjadi yang nomor satu dalam hal mencetak gol dan berhak mendapat sepatu emas.
Tetapi tak boleh dilupakan bahwa gol-gol yang dicetak Assifuah juga merupakan gol penting. Ghana dua kali kalah dalam laga pertama mereka. Dua gol Assifuah membantu Ghana menang melawan AMerika Serikat dan lolos ke fase selanjutnya.
Dia juga mencetak gol penyeimbang dan gol kemenangan ketika mengalahkan Chile 4-3. Sayangnya, Assifuah cuma bisa pulang dengan medali perunggu.
Silver Boot

Bruma (Portugal)
5 Gol
2 Assist
Bruma datang ke Turki dengan reputasi menakutkan. Ia juga menjadi incaran klub-klub besar, terutama Chelsea. Forward yang disebut sebagai The New Cristiano Ronaldo ini tak banyak membuang kesempatan dan membuat banyak gol.
Mengingat Portugal tersingkir dalam babak 16 besar, maka pencapaian gol Bruma bisa dikatakan sangat impresif. Ia hanya bermain empat kali dan bisa mencetak lima gol dan dua assist.
Kecepatan, mobilitas dan kontrol bola menawan membuatnya sulit dijaga para defender lawan. Bruma akan belajar banyak dari kegagalan timnya kali ini.
Bronze Boot

Jese Rodriguez (Spanyol)
5 Gol
1 Assist
Di dunia sepakbola profesional, Jese sudah banyak dikenal publik. Menjadi pemain muda Real Madrid membuatnya diprediksi bakal bisa memimpin lini depan La Rojita. Jese melakukannya dengan baik.
Yang paling penting, tentu saja adalah gol-gol Jese adalah gol penentu kemenangan. Melawan Prancis, Ghana dan Meksiko, Jese selalu berhasil mencetak gol kemenangan. Dua di antaranya dicetak pada injury time.
Saat Jese gagal mencetak gol, Spanyol tersingkir di tangan Uruguay. Spanyol kalah 0-1 lewat gol yang dicetak pada babak tambahan waktu.
Golden Glove

Guillermo De Amores (Uruguay)
De Amores jelas adalah salah satu figur paling diingat dari turnamen ini. Ia harus dua kali menghadapi adu penalti di babak semifinal dan final. Namun bukan itu yang membuatnya terpilih menjadi kiper terbaik.
Kiper Uruguay ini bisa menata lini belakangnya dengan rapi. Tim sekelas Spanyol dan Prancis saja tak bisa menjebol pertahanan La Celeste yang dikomandoi De Amores.
Hasilnya, ia menjadi kiper yang paling sedikit kebobolan di Piala Dunia U-20.
FIFA Fair Play Award

Spanyol
Meski disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara, Spanyol harus rela pulang lebih awal. La Rojita tersingkir di babak perempat final.
Selain gaya tiki-taka yang mereka praktekkan, Spanyol juga menjadi tim yang paling sedikit mengkoleksi kartu. Dalam lima pertandingan, Spanyol hanya mendapat lima kartu kuning, paling sedikit di sepanjang turnamen.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pogba Pimpin Para Pemain Terbaik Piala Dunia U-20
Piala Dunia 14 Juli 2013, 13:30
-
Highlights PD U-20: Prancis 0-0 Uruguay (pen. 4-1)
Open Play 14 Juli 2013, 04:50
-
PD U-20: Prancis Juarai Piala Dunia U-20
Piala Dunia 14 Juli 2013, 04:20
-
PD U-20: Uruguay Lewati Irak Dengan Dramatis
Piala Dunia 11 Juli 2013, 04:27
-
Highlights PD U-20: Prancis 2-1 Ghana
Open Play 11 Juli 2013, 00:34
LATEST UPDATE
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR