
Bola.net - Timnas Australia sedang mempersiapkan diri sebagai tim kuda hitam Piala Dunia 2022. Di bawah arahan Graham Arnold, Australia siap menjungkalkan sang juara bertahan Piala Dunia, Prancis.
Australia yang tergabung di Grup D Piala Dunia 2022 memiliki tantangan besar ketika harus bersaing dengan Prancis, Denmark, dan Tunisia. Namun Australia tentu saja bukan tim yang bisa diremehkan begitu saja.
Terlebih lagi Australia memiliki pengalaman saat satu grup di Piala Dunia 2018 bersama Prancis dan Denmark. Kala itu Socceroos mampu mempersulit Prancis dan bermain imbang melawan Denmark.
Di tangan Graham Arnold, permainan Australia perlahan membaik. Berikut rekam jejak Graham Arnold yang akan memimpin Australia sebagai tim kejutan di Piala Dunia 2022.
Rekam Jejak Kepelatihan: Puluhan Tahun Mengenal Australia
Mungkin tidak ada lagi sosok yang lebih cocok untuk menangani timnas Australia selain nama Graham Arnold. Pasalnya pelatih berusia 59 tahun ini sudah mengenal timnas Australia selama kurang lebih 40 tahun.
Arnold yang merupakan mantan pemain timnas Australia sangat memahami filosofi bermain Australia dari masa ke masa. Arnold juga mampu memahami filosofi tersebut baik sebagai pelatih maupun pemain.
Arnold yang ditunjuk pada Juli 2018 mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih dengan meloloskan Australia ke Piala Dunia 2022. Meskipun harus melalui jalur Play-Off, permainan Australia di bawah Arnold tetap menawan.
Arnold mampu mengalahkan Uni Emirat Arab dalam perebutan satu tiket Play-Off Piala Dunia 2022. Melawan Peru yang merupakan wakil Amerika Selatan, Arnold mampu mengeluarkan mental baja Australia hingga menang di babak adu penalti.
Tak hanya mengenal jauh di level timnas saja, Arnold juga cukup mengenal sepak bola Australia dari level klub. Arnold tercatat pernah melatih Central Coast Mariners selama tiga musim dan Sydney FC empat musim.
Riwayat Pemain: Striker Legendaris Socceroos
Graham Arnold juga punya riwayat yang panjang sebagai pemain sepak bola profesional. Arnold tercatat pernah bermain bagi beberapa tim top di tiga benua yang berbeda.
Arnold tercatat mengawali karier sepak bola di Sydney United hingga akhirnya menarik perhatian tim Belanda, Roda JC pada musim 1990/1991. Sejak saat itu, Arnold menjalankan tujuh musim kariernya di benua Eropa bersama beberapa tim seperti RC Liege hingga NAC Breda.
Arnold juga sempat bermain di Liga Jepang selama satu musim bersama Sanfrecce Hiroshima sebelum akhirnya kembali Ke Liga Australia. Arnold akhirnya memutuskan untuk pensiun setelah empat musim pasca kembali ke Liga Australia pada musim 2001/2002.
Titik tertinggi karier Graham Arnold ketika berada di Liga Belanda bersama Roda JC dan NAC Breda. Bersama kedua tim tersebut, Arnold mampu mencetak 56 gol dari 124 laga di Liga Belanda.
Si Maniak 4-2-3-1
Dalam segi skema permainan, Arnold memiliki beberapa opsi formasi untuk timnas Australia. Namun formasi empat bek menjadi pakem yang pasti dipakai oleh Graham Arnold sepanjang karier kepelatihannya.
Di timnas Australia, Arnold dominan menggunakan formasi 4-2-3-1 dalam 31 laga Australia. Namun sesekali, Arnold merubah sistemnya menjadi 4-4-2, 4-1-3-2, ataupun 4-5-1 menyesuaikan dengan lawan yang dihadapi.
Saat melatih di level klub pun Arnold juga tergolong maniak dalam menggunakan formasi 4-2-3-1. Formasi yang memiliki kelebihan dalam menang jumlah di lini tengah ini memang cukup seimbang dalam kondisi menyerang maupun bertahan.
Dengan skema yang ia tentukan di timnas Australia, Arnold berhasil memenangkan 21 laga dan hanya kalah dalam empat laga selama menjadi pelatih Socceroos. Persentase poin 2.16 Arnold di timnas Australia juga menjadi modal bagus untuk berangkat ke Qatar November 2022 nanti.
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wakil Asia Tenggara Nih! Yuk Intip Jersey Australia untuk Piala Dunia 2022
Piala Dunia 16 September 2022, 08:52
-
Piala Dunia 2014: Tim Cahill Bersinar, Tetapi Australia Tenggelam
Piala Dunia 12 September 2022, 17:08
LATEST UPDATE
-
Raphinha Lempar Peringatan ke Real Madrid dan Atletico: Barcelona Siap!
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 16:59
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 16:40
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 7-9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 16:37
-
Pemain yang Bikin Chelsea Kelabakan, Harry Wilson Punya Sentuhan Magis!
Liga Inggris 8 Januari 2026, 16:27
-
Benarkah Ruang Ganti Real Madrid Retak?
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 15:54
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR