Taktik 5 Bek Arne Slot saat Liverpool Lawan PSG: Gagal Total!

Taktik 5 Bek Arne Slot saat Liverpool Lawan PSG: Gagal Total!
Pemain Liverpool Virgil van Dijk (tengah) dan kiper PSG Matvey Safonov berebut bola pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Bola.net - Liverpool menelan kekalahan pahit saat menghadapi PSG. Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, The Reds kalah 0-2 di Parc des Princes.

Hasil ini bukan hanya soal skor. Performa Liverpool di lapangan juga menuai banyak kritik dari pengamat dan media.

Salah satu sorotan utama tertuju pada keputusan Arne Slot. Ia memilih memainkan formasi lima bek dalam laga besar tersebut.

Alih-alih memberi stabilitas, strategi itu justru membuat Liverpool kehilangan identitas permainan. Mereka tampil pasif dan kesulitan menyerang.

PSG memanfaatkan situasi ini dengan sangat baik. Dominasi penuh mereka terlihat jelas sepanjang 90 menit pertandingan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Formasi 5 Bek yang Tak Efektif dan Mudah Ditembus

Pemain Liverpool, Ibrahima Konate, menundukkan kepala di akhir pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Pemain Liverpool, Ibrahima Konate, menundukkan kepala di akhir pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Arne Slot menerapkan formasi 5-3-2 saat Liverpool tidak menguasai bola. Tiga bek tengah diisi Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez.

Di sisi sayap, Jemery Frimpong dan Milos Kerkez bertugas sebagai wingback. Secara teori, formasi ini dirancang untuk memperkuat pertahanan.

Namun, implementasinya jauh dari harapan. PSG tetap mampu menembus lini belakang Liverpool dengan relatif mudah.

Dominasi PSG tercermin dari statistik. Mereka mencatat 74 persen penguasaan bola dan 18 tembakan, berbanding hanya tiga milik Liverpool.

2 dari 3 halaman

Liverpool Kehilangan Identitas Permainan

Pemain PSG Desire Doue (kanan) disambut oleh Achraf Hakimi setelah mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Pemain PSG Desire Doue (kanan) disambut oleh Achraf Hakimi setelah mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Banyak pihak menilai taktik ini tidak sesuai dengan karakter Liverpool. Pendekatan defensif dianggap sebagai langkah yang terlalu berhati-hati.

"Mereka adalah tim yang sedang goyah, itulah sebabnya mereka bermain dengan lima pemain belakang," ulas pandit BBC Sport, Paul Robinson.

"Begitu mereka bermain dengan lima pemain belakang, itu mengirimkan sinyal yang salah bagi saya. Itu bukan bermain sesuai kekuatan Liverpool dan itu malah menutupi kelemahan mereka," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Liverpool Seperti Tim Kecil Prancis

Manajer Liverpool, Arne Slot, memberi isyarat dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Manajer Liverpool, Arne Slot, memberi isyarat dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Jurnalis Prancis, Julien Laurens, memberi ulasan lebih pedas. Dia menyamakan taktik Liverpool pada laga di Prac des Princes dengan taktik tim kecil di Piala Prancis yang akan menghadapi PSG.

"Masalah saya dengan lima pemain belakang adalah Liverpool tidak bermain sepak bola. Ini bukan Liverpool," ucap Laurens.

"Tiga tembakan dari tepi kotak penalti sepanjang malam, mereka sama sekali tidak berbuat apa-apa. Anda bisa memainkan formasi lima bek selama Anda benar-benar bermain sepak bola, bukan hanya bertahan total," kata Laurens.

Sumber: BBC Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL