
Bola.net - Liverpool menelan kekalahan pahit saat menghadapi PSG. Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, The Reds kalah 0-2 di Parc des Princes.
Hasil ini bukan hanya soal skor. Performa Liverpool di lapangan juga menuai banyak kritik dari pengamat dan media.
Salah satu sorotan utama tertuju pada keputusan Arne Slot. Ia memilih memainkan formasi lima bek dalam laga besar tersebut.
Alih-alih memberi stabilitas, strategi itu justru membuat Liverpool kehilangan identitas permainan. Mereka tampil pasif dan kesulitan menyerang.
PSG memanfaatkan situasi ini dengan sangat baik. Dominasi penuh mereka terlihat jelas sepanjang 90 menit pertandingan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Formasi 5 Bek yang Tak Efektif dan Mudah Ditembus

Arne Slot menerapkan formasi 5-3-2 saat Liverpool tidak menguasai bola. Tiga bek tengah diisi Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez.
Di sisi sayap, Jemery Frimpong dan Milos Kerkez bertugas sebagai wingback. Secara teori, formasi ini dirancang untuk memperkuat pertahanan.
Namun, implementasinya jauh dari harapan. PSG tetap mampu menembus lini belakang Liverpool dengan relatif mudah.
Dominasi PSG tercermin dari statistik. Mereka mencatat 74 persen penguasaan bola dan 18 tembakan, berbanding hanya tiga milik Liverpool.
Liverpool Kehilangan Identitas Permainan

Banyak pihak menilai taktik ini tidak sesuai dengan karakter Liverpool. Pendekatan defensif dianggap sebagai langkah yang terlalu berhati-hati.
"Mereka adalah tim yang sedang goyah, itulah sebabnya mereka bermain dengan lima pemain belakang," ulas pandit BBC Sport, Paul Robinson.
"Begitu mereka bermain dengan lima pemain belakang, itu mengirimkan sinyal yang salah bagi saya. Itu bukan bermain sesuai kekuatan Liverpool dan itu malah menutupi kelemahan mereka," tegasnya.
Liverpool Seperti Tim Kecil Prancis

Jurnalis Prancis, Julien Laurens, memberi ulasan lebih pedas. Dia menyamakan taktik Liverpool pada laga di Prac des Princes dengan taktik tim kecil di Piala Prancis yang akan menghadapi PSG.
"Masalah saya dengan lima pemain belakang adalah Liverpool tidak bermain sepak bola. Ini bukan Liverpool," ucap Laurens.
"Tiga tembakan dari tepi kotak penalti sepanjang malam, mereka sama sekali tidak berbuat apa-apa. Anda bisa memainkan formasi lima bek selama Anda benar-benar bermain sepak bola, bukan hanya bertahan total," kata Laurens.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga:
- Thierry Henry Sebut Kartu Merah Pau Cubarsi Tidak Tepat
- Taktik Berkelas PSG Hancurkan Liverpool: Bongkar Formasi 5 Bek dan Eksploitasi Garis Tinggi The Reds!
- Giuliano Simeone Buka Suara soal Kartu Merah Pau Cubarsi saat Atletico Kalahkan Barcelona
- Julian Alvarez Dipuji sebagai Striker Paling Lengkap Usai Bawa Atletico Kalahkan Barcelona
- Momen Bersejarah: Atletico Madrid Taklukkan Barcelona di Camp Nou Setelah 20 Tahun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Taktik 5 Bek Arne Slot saat Liverpool Lawan PSG: Gagal Total!
Liga Champions 9 April 2026, 19:32
-
Hat-trick Man of the Match Khvicha Kvaratskhelia
Liga Champions 9 April 2026, 10:28
LATEST UPDATE
-
Konflik Dani Carvajal dan Alvaro Arbeloa, Ini Penyebabnya
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:20
-
Kabar Baik untuk Barcelona, Pedri Tidak Cedera
Liga Champions 9 April 2026, 20:00
-
Marcus Rashford Murka, Nilai Barcelona Dirugikan Keputusan Wasit
Liga Champions 9 April 2026, 19:41
-
Taktik 5 Bek Arne Slot saat Liverpool Lawan PSG: Gagal Total!
Liga Champions 9 April 2026, 19:32
-
Barcelona Tumbang, Pau Cubarsi: Saya Bertanggung Jawab!
Liga Champions 9 April 2026, 19:29
-
Thierry Henry Sebut Kartu Merah Pau Cubarsi Tidak Tepat
Liga Champions 9 April 2026, 19:18
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25

















KOMENTAR