
Bola.net - Bek Timnas Italia, Riccardo Calafiori, menyuarakan tekad kuat timnya untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Ia menegaskan bahwa Gli Azzurri tidak boleh mengulangi kegagalan di dua edisi sebelumnya.
Trauma absen dari panggung sepak bola terbesar di dunia menjadi motivasi utama bagi generasi pemain saat ini. Calafiori menyebutnya sebagai sebuah misi suci untuk mengembalikan harga diri bangsa.
Di bawah asuhan pelatih baru Gennaro Gattuso, para pemain kini bekerja dengan intensitas yang sangat tinggi. Hal ini diyakini menjadi kunci untuk bisa bersaing di level internasional.
Bintang Arsenal ini sendiri tengah menikmati peran barunya di dalam skema permainan Gattuso. Ia siap memberikan segalanya untuk membantu tim mencapai target utama tersebut.
Peran Baru yang Sangat Dinikmati

Riccardo Calafiori mengungkapkan bahwa dirinya sangat menikmati peran taktikal baru yang diberikan oleh Gennaro Gattuso. Meskipun posisi aslinya adalah bek sayap, ia merasa bisa memberikan kontribusi maksimal dengan kebebasan yang ia dapatkan.
Adaptasinya yang cepat dalam skema baru ini menjadi salah satu kunci penampilannya yang solid. Ia merasa bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat diberi kepercayaan dan keleluasaan di lapangan.
"Secara teori saya adalah seorang bek sayap," kata Calafiori kepada Sky Sport.
"Tetapi saat ini saya sangat menikmatinya. Ketika saya memiliki kebebasan, dengan kesadaran, saya bisa memberikan yang terbaik dan membantu tim," lanjutnya.
Terkejut dengan Intensitas Latihan Gattuso
Lebih lanjut, Calafiori memberikan pujian setinggi langit untuk metode latihan yang diterapkan oleh Gattuso. Ia mengaku tidak menyangka bahwa intensitas latihan di timnas akan setinggi ini.
Menurutnya, level kerja keras seperti ini akan menjadi modal yang sangat berharga bagi Italia. Pasalnya, setiap pertandingan di level internasional selalu menuntut kekuatan fisik dan mental yang prima.
"Kami bekerja dengan baik, dengan intensitas yang hebat, dan saya harus akui saya tidak menduganya," ungkap Calafiori.
"Semoga ini akan sangat membantu kami, karena di level internasional setiap tim tangguh dalam hal itu," sambungnya.
Belajar dari Kesalahan
Meskipun memuji perkembangan tim, Calafiori tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia mengakui bahwa masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal kewaspadaan saat menghadapi situasi berbahaya.
Berkaca dari pertandingan sebelumnya melawan Israel, ia merasa seluruh tim, termasuk dirinya, harus lebih peka. Kemampuan untuk mengenali momen krusial dalam pertandingan harus terus diasah.
"Dibandingkan dengan pertandingan melawan Israel, kami perlu sedikit lebih mengenali situasi berbahaya... dan itu termasuk saya juga," tegas Calafiori.
Misi Suci Tebus Dosa Masa Lalu
Pada akhirnya, Calafiori menegaskan satu hal yang menjadi tujuan utama seluruh skuad. Baginya, tidak ada skenario di mana Italia boleh absen lagi dari gelaran Piala Dunia.
Rasa sakit akibat kegagalan di dua edisi terakhir masih membekas dan menjadi luka bagi seluruh negeri. Oleh karena itu, lolos ke Piala Dunia 2026 adalah sebuah harga mati.
"Karena kami adalah Italia," kata Calafiori dengan tegas.
"Saya tidak bisa membayangkan Italia absen dari Piala Dunia. Kegagalan dua kali terakhir terasa menyakitkan, dan kami akan melakukan segala cara untuk memastikan itu tidak terjadi lagi," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Riccardo Calafiori Peringatkan Italia: Gagal ke Piala Dunia itu Rasanya Menyakitkan!
Piala Dunia 11 Oktober 2025, 10:00
-
Gattuso Ngamuk! Minta Timnas Italia Serius dan Jangan Bercanda Soal Tiket Playoff
Piala Dunia 11 Oktober 2025, 08:53
-
Bocoran Formasi Timnas Italia Lawan Estonia: Taktik Bunglon 4-4-2 ala Gattuso
Piala Dunia 9 Oktober 2025, 05:21
LATEST UPDATE
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR