
Bola.net - Thomas Tuchel kini merasakan tekanan besar setelah memulai kiprahnya sebagai pelatih baru timnas Inggris dengan awal yang kurang meyakinkan. Dua pertandingan terakhir menimbulkan banyak pertanyaan, meski posisi The Three Lions di klasemen masih aman.
Kemenangan tipis 1-0 atas Andorra dan kekalahan 1-3 dari Senegal menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari legenda sepak bola Inggris, Paul Gascoigne. Ia turut berkomentar tentang performa dan kondisi psikologis Tuchel.
Gascoigne, yang dikenal atas penampilannya bersama Inggris di Piala Dunia 1990, mempertanyakan kemampuan Tuchel membangun suasana solid di ruang ganti. Ini mengingat Tuchel adalah pelatih asing pertama dari Jerman yang menangani tim nasional.
Gascoigne Nilai Tuchel Panik dan Tidak Percaya Diri
Dalam wawancaranya dengan GOAL atas nama Esports Insider, Gascoigne tidak sungkan mengkritik penampilan Tuchel di pinggir lapangan. Menurutnya, mantan pelatih Chelsea itu tampak tidak tenang dan terlihat "seperti orang yang ketakutan" usai kekalahan dari Senegal.
“Ini bukan awal yang bagus dan kalau saya jadi dia, saya akan panik,” kata Gascoigne. Ia menambahkan bahwa atmosfer di ruang ganti Inggris mungkin tidak sebaik yang dibayangkan, terutama dengan keberadaan pelatih asing.
Gascoigne membandingkan pengalaman pribadinya dengan dua manajer lokal, Terry Venables dan Bobby Robson. Menurutnya, kedua manajer tersebut mampu menciptakan suasana positif di dalam tim. “Untungnya saya dulu punya dua pelatih Inggris hebat,” ujarnya.
Pernyataan Gascoigne memunculkan pertanyaan besar. Apakah gaya komunikasi dan kepemimpinan Tuchel cocok untuk kultur sepak bola Inggris, terutama di level tim nasional?
Kritik Muncul di Tengah Hasil yang Masih Aman
Meskipun menjadi sorotan, posisi Inggris di puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia belum berubah. Namun, performa dalam dua laga terakhir menjadi indikasi. Pembenahan mendalam dibutuhkan sebelum turnamen besar tahun depan.
Kemenangan atas Andorra diraih dengan susah payah, sementara kekalahan dari Senegal menyoroti lemahnya lini pertahanan. Selain itu, kurangnya kreativitas di lini tengah juga terlihat. Semua ini terjadi di bawah kepemimpinan Tuchel yang baru menjabat beberapa bulan.
Dengan tingginya ekspektasi publik Inggris, hasil-hasil ini menambah berat tekanan pada Tuchel. Apalagi, sejarah menunjukkan bahwa pelatih asing di kursi manajer Inggris sering menghadapi tantangan. Ini terutama dalam mendapatkan kepercayaan penuh dari pemain dan suporter.
Tuchel Dituntut Bangkit dalam Laga-Laga Berikutnya
Kesempatan bagi Tuchel untuk memperbaiki keadaan masih terbuka lebar. Inggris akan kembali beraksi pada September mendatang dalam lanjutan kualifikasi menghadapi Andorra dan Serbia. Kedua laga tersebut akan menjadi penentu arah kepemimpinan Tuchel ke depan.
Publik tentu berharap Inggris dapat menunjukkan permainan yang lebih meyakinkan. Ini tidak hanya dari segi hasil, tetapi juga dari penampilan tim secara keseluruhan, baik taktik maupun semangat juang di lapangan.
Bagi Tuchel, dua laga tersebut akan menjadi ujian karakter yang sesungguhnya. Ia harus menunjukkan kemampuannya mengelola tekanan, memimpin ruang ganti dengan efektif, dan membawa Inggris kembali tampil dominan sesuai harapan banyak pihak.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Chelsea di Piala Dunia Antarklub 2025: Warisan Tuchel, Tantangan Maresca, dan Misi Keuangan!
- Ujian Berat Thomas Tuchel: Selamatkan Timnas Inggris dalam 14 Laga Menuju Piala Dunia?
- Inggris Kalah, Tuchel Dikritik Gara-gara Perlakuan pada Ivan Toney
- Kegetiran Timnas Inggris: Dipermalukan Senegal, Fans Teriak Thomas Tuchel Out
- 7 Pemain Inggris yang Belum Membuktikan Diri di Bawah Thomas Tuchel
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Thomas Tuchel Panik? Melatih Timnas Inggris Tak Semudah yang Disangka
Piala Dunia 19 Juni 2025, 03:16
-
Roy Keane Kecam Bek Kanan Inggris Ini dengan Sebutan 'Pemalas'
Piala Dunia 11 Juni 2025, 15:39
-
Inggris Kalah, Tuchel Dikritik Gara-gara Perlakuan pada Ivan Toney
Piala Dunia 11 Juni 2025, 15:16
LATEST UPDATE
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR