
Bola.net - Piala Dunia 2014 memberikan cerita buruk bagi Brasil, sang tuan rumah. Sebab, Brasil menelan kekalahan dengan skor 7-1 dari Jerman. Momen ini lantas dikenang sebagai tragedi Mineirazo.
Tragedi kelam dalam sejarah sepak bola Brasil itu terjadi di Stadion Mineirao. Itulah mengapa kekalahan telak itu dikenang dengan nama tragedi Mineirazo.
Pada stadion yang dibangun pada 1965 itu, Brasil menghadapi tantangan Timnas Jerman di babak semifinal Piala Dunia 2014, 8 Juli. Sebagai tuan rumah, Tim Samba jelas lebih difavoritkan.
Terlebih, inilah momen yang tepat bagi mereka untuk kembali memenangkan Piala Dunia. Kali terakhir Selecao mengangkat trofi bergengsi tersebut di edisi 2002. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Tanpa Neymar, Brasil Terkapar

Luiz Felipe Scolari, Pelatih Brasil saat itu, memainkan semua pemain terbaiknya kecuali Neymar. Sang bomber harus menepi lantaran dalam laga sebelumnya, kontra Kolombia, dibekap cedera horor. Pukulan yang sangat berat, mengingat sang kapten sosok krusial di lini serang.
Minus Neymar, Brasil tak bisa berbuat banyak. Lini depan yang dimotori Fred tak sanggup mengganggu secara kontinyu barisan pertahanan Timnas Jerman. Bek-bek Tim Panser masih terlalu tangguh.
Bernard yang menggantikan posisi Neymar juga kerap kalah berduel yang membuat suplai bola sering kali tersendat. Alih-alih ingin memimpin lebih dulu, gawang Brasil yang dikawal Julio Cesar sudah kecolongan saat laga baru bergulir 11 menit. Sang pemain muda berbakat, Thomas Müller membuka kran gol Jerman.
5-0 Saat Babak Pertama Usai!

Hanya berselang 12 menit, giliran Miroslav Klose yang membungkam pendukung tuan rumah. Gol Klose membuat anak-anak asuh Joachim Loew semakin kesetanan.
Sebelum turun minum, Tim Panser memperbesar keunggulan menjadi 5-0 berkat sepasang lesakan Toni Kroos serta sebiji gol Sami Khedira.
Pada babak kedua, Timnas Jerman sama sekali tak menurunkan tempo permainan. Alhasil, André Schürrle menambah dua gol via aksinya pada menit ke-69 dan 79'.
Memaksimalkan waktu tersisa, tuan rumah mencoba mengejar. Kerja keras berbuah manis pada menit ke-90. Tapi gol Oscar dos Santos Emboaba Júnior di menit-menit akhir pertandingan tak mampu menyelamatkan Brasil dari kekalahan.
Kalah dengan skor 1-7, Scolari dan pasukannya meninggalkan stadion dengan kepala tertunduk. Seluruh rakyat Brasil menangis, maklum, bagi mereka sepak bola adalah sebuah kebanggaan dan budaya.
Trauma Mendalam Bagi Brasil

Usai laga, Scolari jadi sasaran kemarahan fans. Tak lama setelah pembantaian di Estadio Mineirao, Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) akhirnya mendepak Scolari dari kursi pelatih.
"Kekalahan itu meninggalkan bekas yang tak mengenakkan, seperti tahun 1950," ketus Dunga, dilansir Globo Esporte, beberapa waktu lalu. Pada Piala Dunia 1950, Brasil bersua Uruguay di final.
Ribuan pendukung memadati Maracana, kandang kebanggaan mereka. Pesta sudah disiapkan. Sial, Brasil malah kalah 1-2. Hal senada dilontarkan Dante. Meski sudah lama berlalu, mantan bek Bayern Munchen ini, mengaku masih trauma.
"Saya bermain saat itu dan sangat sulit untuk melupakannya. Kekalahan yang sangat menyakitkan. Dalam situasi seperti itu, Anda membutuhkan waktu agar bisa bangkit dan kembali bekerja keras," ketusnya, dilansir CNN.
Memori kelam Estadio Mineirao delapan tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi Brasil jelang berjibaku di Piala Dunia 2022 Qatar. Brasil yang kini ditukangi Tite berada di Grup G bersama Serbia, Swiss, dan Kamerun.
Disadur dari Bola.com: Choki Sihotang/Nurfahmi Budiarto, 12 Juli 2022
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Brasil dan Kemenangan-kemenangan Paling Telak di Final Piala Dunia
- Debut Lionel Messi di Piala Dunia: 1 Gol, 1 Assist, Kemenangan 6-0 untuk Argentina
- Kilas Balik Piala Dunia 2010: Gol Tunggal Andres Iniesta Lanjutkan Kedigdayaan Spanyol
- Carles Puyol Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2022, Bagaimana Peluang Tim Kuat Lainnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia dan Tragedi sang Juara Bertahan
Piala Dunia 9 Juli 2022, 20:29
-
Highlights VNL 2022: Jerman Sikat Australia di Pekan Ketiga
Open Play 8 Juli 2022, 10:25
-
Highlights VNL 2022: Amerika Serikat Sikat Jerman 3-1
Open Play 6 Juli 2022, 11:07
LATEST UPDATE
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus: Bali ke Turin, Bakal jadi Kiper Pelapis?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:48
-
Paul Pogba Resmi Tinggalkan AS Monaco, Kini Berstatus Tanpa Klub
Liga Eropa Lain 19 Agustus 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR