Bola.net - Pertandingan yang menghasilkan skor dengan margin besar di sebuah final Piala Dunia adalah hal yang langka. Namun, Brasil tidak asing dengannya.
Selama ini, kemenangan dengan margin tiga gol masih tercatat sebagai kemenangan paling telak di final Piala Dunia. Ini baru terjadi tiga kali sepanjang perhelatannya.
Uniknya, Brasil, selaku pemegang rekor lima gelar juara Piala Dunia, selalu terlibat di dalamnya. Brasil memenangi dua di antaranya, dan sekali menjadi korban.
Simak ulasannya di bawah ini.
Final Piala Dunia 1958: Brasil 5-2 Swedia
#OnThisDay in 1958, 🇧🇷 @CBF_Futebol won their first #WorldCup by defeating hosts Sweden 5-2 in the final
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) June 29, 2019
🌟🏆🥇 pic.twitter.com/8Hr9THwrGk
Piala Dunia 1958 digelar di Swedia. Turnamen ini dikenal sebagai ajang debut legenda Brasil, Pele, yang kala itu berusia 17.
Brasil lolos ke final. Yang menjadi lawan mereka adalah tuan rumah Swedia.
Final ini digelar di Rasunda Stadium, Solna, 29 Juni 1958. Brasil menang telak 5-2 dan meraih gelar pertamanya.
Vava dan Pele masing-masing mencetak dua gol untuk Brasil, sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Mario Zagallo. Sementara itu, Swedia cuma mencetak dua gol melalui Nils Liedholm dan Agne Simonsson.
Final Piala Dunia 1970: Brasil 4-1 Italia
📺 Mexico 1970 was the first #WorldCup broadcast in colour & Brazil proved why they were the best in the world 🏆
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) December 18, 2020
🇧🇷 Brazil beat Italy 4-1 in the final thanks to @Pele, Gerson, Jairzinho, Carlos Alberto, Rivelino, Tostao, Clodoaldo & the list goes on...pic.twitter.com/O9P8kXWWig
Piala Dunia 1970 di Meksiko merupakan Piala Dunia pertama yang disiarkan lewat televisi dengan format berwarna.
Brasil meraih gelar juara Piala Dunia mereka yang ketiga. Lawannya waktu itu cukup berat, yakni Italia yang diperkuat Giacinto Facchetti, Sandro Mazzola, Gianni Rivera, hingga Luigi Riva.
Final digelar di Estadio Azteca, 21 Juni 1970. Brasil masih terlalu perkasa. Brasil menang 4-1 atas Italia.
Pele membuka keunggulan Brasil di menit 18, dan Italia membalas lewat Roberto Boninsegna di menit 37. Brasil kemudian mencetak tiga gol tambahan untuk melumat Italia, yakni lewat Gerson menit 66, Jairzinho menit 71, dan Carlos Alberto menit 86.
Pele meraih gelar juara Piala Dunia yang ketiga sekaligus terakhir dalam kariernya.
Final Piala Dunia 1998: Prancis 3-0 Brasil
#OnThisDay in 1998, 🇫🇷@equipedefrance lifted the #WorldCup for the first time - defeating Brazil 3-0 in the Final 💪
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) July 12, 2019
What made France so '98? 🎉 pic.twitter.com/fpeglICmfT
Brasil kembali terlibat di final Piala Dunia yang menyajikan kemenangan dengan margin tiga. Namun, kali ini, mereka menjadi korban.
Final Piala Dunia 1998 digelar di Stade de France, 12 Juli 1998. Brasil berhadapan dengan tuan rumah Prancis.
Diwarnai misteri seputar striker utama mereka, Ronaldo, Brasil tumbang 0-3. Dua gol Zinedine Zidane dan satu gol injury time Emmanuel Petit memastikan Prancis meraih gelar juara Piala Dunia pertamanya.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Debut Lionel Messi di Piala Dunia: 1 Gol, 1 Assist, Kemenangan 6-0 untuk Argentina
- Kilas Balik Piala Dunia 2010: Gol Tunggal Andres Iniesta Lanjutkan Kedigdayaan Spanyol
- Carles Puyol Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2022, Bagaimana Peluang Tim Kuat Lainnya?
- 10 Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2022, Akahkah Ada Kampiun Baru?
- Mengenal Lebih dekat La'eeb, Maskot Piala Dunia 2022: Punya Kemampuan Super, Baik Hati, Suka Kepo
- 8 Pemain dengan Market Value Tertinggi dari Tiap Grup Piala Dunia 2022: No Messi dan Ronaldo
- Piala Dunia dan Tragedi sang Juara Bertahan
- Guillermo Ochoa, Mimpi Buruk Brasil Selain Semifinal Horor vs Jerman di Piala Dunia 2014
- Juninho Pernambucano: Pjanic Adalah Muridnya, Pirlo Juga 'Berguru' Kepadanya
- Debut Dahsyat Miroslav Klose di Piala Dunia: Hat-trick dan Kemenangan Telak
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brasil dan Kemenangan-kemenangan Paling Telak di Final Piala Dunia
Piala Dunia 12 Juli 2022, 13:43
-
Lewati Pele, Lionel Messi Top Skor Laga Internasional Zona Amerika Selatan!
Amerika Latin 10 September 2021, 08:56
-
Kembali ke MU, Ronaldo Dapat Pesan Spesial dari Pele
Liga Inggris 1 September 2021, 08:30
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR