
Bola.net - Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap kebijakan jeda minum atau hydration break yang diterapkan FIFA pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026.
Komentar tersebut disampaikan Van Dijk usai Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Minggu (15/6). Menariknya, pertandingan itu digelar di stadion berpendingin udara, sehingga kondisi cuaca tidak dianggap terlalu ekstrem.
Saat ditanya mengenai efektivitas jeda minum dalam situasi tersebut, bek berusia 34 tahun itu tampak tertawa sebelum mengutarakan pandangannya.
"Hydration break cukup menarik. Saya menonton hampir semua pertandingan sebelum laga hari ini, dan setiap kali ada jeda, rasanya seperti memberi ruang untuk masuk ke iklan. Itu bukan sesuatu yang saya sukai," ujar Van Dijk.
Menurut pemain yang juga membela Liverpool FC itu, keberadaan jeda minum memang masuk akal jika pertandingan dimainkan dalam suhu yang sangat panas. Namun, ia menilai penerapannya tidak seharusnya dilakukan secara seragam di setiap pertandingan.
"Kalau cuacanya benar-benar panas, tentu jeda itu bagus untuk pemain. Tetapi menurut saya setiap pertandingan harus dievaluasi secara terpisah. Tidak semua laga membutuhkan hal yang sama," lanjutnya.
Meski demikian, Van Dijk memilih tidak memperpanjang komentarnya.
"Saya rasa saya sudah cukup bicara mengenai hal itu," katanya.
FIFA Terapkan Water Break di Semua Laga

FIFA mulai memberlakukan jeda minum berdurasi tiga menit di setiap babak pertandingan Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut lahir setelah sejumlah pertandingan pada ajang FIFA Club World Cup musim panas lalu diwarnai suhu ekstrem yang memengaruhi kondisi pemain.
Namun, keputusan itu tidak luput dari kontroversi. Sejumlah pihak menilai alasan di balik kebijakan tersebut bukan semata demi kesehatan pemain, tetapi juga memiliki unsur komersial.
Kecurigaan itu muncul setelah beberapa stasiun televisi mulai menayangkan iklan selama jeda minum. FIFA sendiri telah memberikan izin kepada pemegang hak siar untuk memanfaatkan waktu tersebut sebagai slot komersial sejak Maret lalu.
Akibatnya, banyak penggemar menilai ritme pertandingan menjadi terganggu karena permainan harus berhenti di tengah momentum yang sedang berkembang.
Jadi Kesempatan Pelatih Mengubah Taktik
Selain memunculkan perdebatan soal iklan, jeda minum juga ternyata memberi keuntungan taktis bagi tim.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengakui water break membantu timnya melakukan penyesuaian strategi saat menghadapi Curacao. Dalam pertandingan tersebut, Jerman sukses meraih kemenangan telak 7-1.
Nagelsmann menjelaskan bahwa Curacao tampil dengan formasi berlian (diamond midfield), sebuah pendekatan yang kini jarang digunakan dalam sepak bola modern.
"Curacao bermain dengan pola diamond dan kami mengubah cara menyerang sebelum jeda minum. Meski begitu, para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi karena sangat jarang menghadapi tim dengan formasi seperti itu saat ini," ujar Nagelsmann.
Ia bahkan mengakui bahwa jeda minum menjadi momen penting untuk memperkuat instruksi yang sebelumnya sudah disampaikan kepada pemain.
"Water break sangat membantu kami untuk mengingatkan kembali penyesuaian yang sudah dijelaskan di papan taktik," tambahnya.
Perdebatan Diperkirakan Berlanjut
Kebijakan hydration break kini menjadi salah satu topik yang terus memicu diskusi sepanjang Piala Dunia 2026. Di satu sisi, FIFA menegaskan aturan tersebut bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan pemain.
Namun di sisi lain, sejumlah pemain, pelatih, hingga penonton mempertanyakan relevansinya pada pertandingan yang dimainkan dalam kondisi cuaca normal.
Komentar Van Dijk menunjukkan bahwa perdebatan soal keseimbangan antara kepentingan pemain, kualitas pertandingan, dan aspek komersial masih akan menjadi sorotan selama turnamen berlangsung.
Klasemen Grup F Piala Dunia 2026
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Membedah Alasan Belanda Gagal Menang Lawan Jepang: Salah Ronald Koeman?
Piala Dunia 16 Juni 2026, 07:01
LATEST UPDATE
-
Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:21
-
Hasil Piala Presiden 2026: Persebaya Lolos ke Final Usai Kalahkan Arema FC
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:08
-
Pindah ke PSG atau Bertahan di Barcelona? Ini Kata Ferran Torres
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 21:00
-
Myles Lewis-Skelly Diminta Tolak MU dan Tetap Berjuang di Arsenal
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:30
-
Arsenal Terus Pepet Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:00
-
Manchester United Ngebet Lewis Hall, Newcastle: Gak Dulu!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:40
-
Pesan Moises Caicedo untuk Enzo Fernandez: Plis, Jangan Pergi!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:20
-
Manchester United Kepincut Gelandang Juventus ini?
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:00
-
Girangnya Bernardo Silva Gabung Real Madrid: Ini Klub Terbaik di Dunia!
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 18:00
-
Persib ke Final Piala Presiden 2026, Maung Bandung Kini Bidik Gelar ke-2
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 17:42
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16





















KOMENTAR