
Bola.net - Langkah Irlandia Utara menuju putaran final Piala Dunia 2026 harus terhenti secara dramatis setelah kalah 0-2 dari Italia. Meski tersingkir, performa militan skuat asuhan Michael O'Neill di babak semifinal playoff ini menuai decak kagum.
Bermain di kandang lawan, Irlandia Utara tampil tanpa beban menghadapi juara dunia empat kali tersebut. Italia yang membawa misi wajib menang justru sempat dibuat frustrasi oleh kedisiplinan tim tamu.
Harapan publik Belfast akhirnya pupus lewat dua gol di babak kedua yang dicetak Sandro Tonali dan Moise Kean. Kendati demikian, perjuangan para pemain muda ini memberikan sinyal positif bagi masa depan sepak bola mereka.
Pelatih Michael O'Neill mengaku tetap bangga melihat cara anak asuhnya memberikan perlawanan sengit sepanjang laga. Baginya, skuat ini telah melampaui ekspektasi banyak pihak meski harus menelan pil pahit.
Taktik Brilian yang Mengejutkan Italia
Italia awalnya menganggap remeh strategi lawan dan mengira Irlandia Utara hanya akan bermain bola panjang. Namun, perkiraan pelatih Italia, Gennaro Gattuso, ternyata meleset total karena tim tamu berani bermain terbuka.
Gattuso mengakui timnya sempat kesulitan mengembangkan permainan akibat skema taktis yang diterapkan O'Neill. Italia dipaksa bekerja ekstra keras untuk menemukan celah di lini pertahanan Irlandia Utara yang sangat rapat.
"Irlandia Utara mengejutkan kami. Kami mengira mereka akan bermain jauh lebih vertikal, tapi mereka justru mencoba mengalirkan bola," kata Gennaro Gattuso.
Gattuso juga menambahkan bahwa butuh waktu bagi timnya untuk beradaptasi dengan gaya main lawan. Mentalitas dan taktik Italia di babak pertama diakui tidak berjalan sesuai rencana awal.
"Setelah 15 atau 20 menit, kami menyadari hal itu dan mulai bergerak lebih baik. Mentalitas dan taktik kami di babak pertama bukan yang kami inginkan," lanjut Gattuso.
Rekor Pemain Muda di Panggung Krusial
Irlandia Utara turun dengan rata-rata usia pemain yang sangat muda, yakni hanya 22,5 tahun. Catatan ini menjadi rata-rata usia terendah kedua bagi negara tersebut dalam sejarah era pasca-perang.
Tanpa kehadiran pilar utama seperti Conor Bradley dan Dan Ballard, para pemain muda ini tetap tampil solid. Mereka mampu menjaga skor tetap kacamata hingga babak pertama usai berkat organisasi pertahanan yang rapi.
"Saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi dari para pemain. Rencana permainan kami di babak pertama sangat luar biasa," tutur Michael O'Neill.
O'Neill menilai timnya sangat disiplin dalam meredam setiap peluang yang diciptakan oleh Gli Azzurri. Bahkan, Irlandia Utara sempat memiliki peluang emas lewat skema sepak pojok yang hampir berbuah gol.
"Kami memberi mereka sangat sedikit peluang. Kami bertahan dengan sangat baik dari sepak pojok, dan kami sendiri punya peluang bagus dari korner," ujar O'Neill.
Blunder Fatal yang Mengubah Keadaan
Momen krusial terjadi di babak kedua saat Irlandia Utara mulai kehilangan bentuk permainan terbaiknya. Sebuah sapuan bola yang kurang sempurna dari Isaac Price justru jatuh ke kaki Sandro Tonali.
Tonali tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dengan melepaskan tembakan keras yang langsung mengubah atmosfer stadion. Gol tersebut meruntuhkan konsentrasi tim tamu yang sejak awal bermain sangat disiplin.
"Pada akhirnya, di babak kedua kami menciptakan masalah kami sendiri. Kami mengalami beberapa momen gugup sebelum gol terjadi dan posisi kami tidak tepat," jelas O'Neill.
Sang pelatih menyayangkan kesalahan kecil yang berujung fatal karena bola jatuh ke pemain yang salah. Namun, ia tetap memuji sikap pantang menyerah yang ditunjukkan anak asuhnya hingga peluit panjang.
"Itu bukan sundulan yang bagus dari Price dan bola mendarat di orang yang salah, Tonali, yang menendang bola dengan hebat. Begitu Anda tertinggal, itu sulit, tapi saya pikir sikap dan level performa kami tetap luar biasa," tambahnya.
Menatap Masa Depan Menuju Euro 2028
Meski gagal melaju ke Amerika Serikat, fondasi tim yang dibangun Michael O'Neill terlihat sangat menjanjikan. Pengalaman bertanding melawan tim raksasa seperti Italia menjadi modal berharga untuk kualifikasi Euro 2028.
Keterbatasan kedalaman skuat memang menjadi kendala utama bagi negara kecil seperti Irlandia Utara. Namun, potensi individu para pemain muda ini diyakini akan terus berkembang di level klub maupun internasional.
"Ada banyak karakter dan energi di tim ini, tapi ada juga beberapa pemain yang sangat bagus. Pemain yang saya rasa akan berkembang dan bermain di level yang lebih tinggi," ungkap O'Neill.
Ia meminta publik untuk bersabar karena membangun skuat yang kompetitif tidak bisa dilakukan secara instan. Hasil di babak play-off ini sudah menjadi pencapaian besar yang patut untuk diapresiasi.
"Sangat sulit untuk melihat sisi positif saat kalah, tapi untuk negara seukuran kami, bermain seperti itu dengan tim muda, ada banyak hal positif. Kami hanya harus bersabar," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR