
Bola.net - Baru-baru ini pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic memberikan keterangannya mengenai peluang mereka di Piala Dunia 2022. Kepada FIFA, Dalic mengatakan ingin mengulang Final Piala Dunia 2018 di Qatar nanti.
Di Piala Dunia 2018, Dalic dan Kroasia mampu tampil trengginas. Bersama Luka Modric, Kroasia mampu mencapai partai puncak Piala Dunia 2018. Rusia menjadi saksi ketangguhan tim asuhan Zlatko Dalic yang mampu menumbangkan beberapa tim unggulan.
Meskipun kalah di Final oleh Prancis, Dalic mengaku bahwa pencapaian tersebut sudah sangat membuatnya bangga. Dalic bahkan ingin mengulang sekali lagi untuk berlaga di partai puncak Piala Dunia.
“Saya tidak akan melupakan hari itu (Final Piala Dunia 2018), itu adalah salah satu hari terbaik dalam hidupku. Kami kewalahan dengan begitu banyak emosi dan saya berharap Kroasia dapat mencapai hasil yang sama lagi (Final Piala Dunia), meskipun Saya ragu itu akan terjadi untuk yang kedua kalinya” ucap Dalic dikutip dari FIFA.
Dalic: Laga vs Prancis 2018 Adalah yang Terbaik!

Meskipun Zlatko Dalic akan memimpin timnas Kroasia di Qatar 2022, kenangan lamanya tentang Piala Dunia 2018 masih belum hilang. Walaupun kalah di Final melawan Prancis, Dalic tetap menganggap laga tersebut yang terbaik baginya.
Wajar saja Dalic menganggap laga Final melawan Prancis adalah yang terbaik mengingat status timnas Kroasia hanyalah kuda hitam di Piala Dunia 2018. Terlepas gagal meraih gelar Piala Dunia pertama mereka, Dalic tetap bangga bisa membawa Kroasia sejauh itu di Piala Dunia.
“Hari itu (Final Piala Dunia 2018) Saya memberi tahu para pemain Saya bahwa Kami membuat sejarah, tinggal selangkah untuk memenangkan Final, mereka harus menikmati dan melakukan yang terbaik di laga itu” ucap Dalic. “Saya pikir itu adalah penampilan terbaik Kroasia di Piala Dunia, setidaknya di babak pertama” tambah Dalic.
Kroasia Ditinggalkan Keberuntungan di akhir Piala Dunia 2018

Timnas Kroasia memang tampil luar biasa di Piala Dunia 2018 Rusia. Bagaimana tidak, tim asuhan Zlatko Dalic itu berhasil membuat Argentina hampir gagal lolos babak gugur dan membenamkan mimpi Inggris di Semifinal.
Namun menurut Dalic selain karena kerja keras, semua itu tak akan terjadi tanpa adanya keberuntungan. Sayangnya keberuntungan yang membawa Kroasia ke partai puncak harus meninggalkan mereka sebelum mengangkat trofi emas Piala Dunia 2018.
“Mungkin keberuntungan yang Kami miliki hingga saat itu (Final Piala Dunia 2018) meninggalkan Kami. Itulah mengapa Kami tidak menang (melawan Prancis), tetapi tempat kedua adalah pencapaian terbesar bagi Kami” ujar Dalic.
Kroasia akan Datang Lebih Awal

Zlatko Dalic menerangkan bahwa dirinya akan membawa timnas Kroasia ke Qatar lebih awal. Hal itu dilakukan Dalic agar para pemainnya dapat beradaptasi dengan lingkungan Qatar sebelum Piala Dunia 2022 dimulai.
Dalic yang pernah melatih tim Timur Tengah selama tujuh musim mengerti betul kondisi bagaimana kondisi Qatar mempengaruhi para pemainnya. Dalic bahkan berencana memainkan beberapa laga sebagai bentuk adaptasi dengan kondisi Qatar.
“Karir Saya mendapat manfaat darinya (melatih di Timur Tengah), karena Saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Itu sebabnya saya ingin tiba di Qatar sebelum Piala Dunia dimulai, untuk memainkan beberapa laga agar para pemain bisa beradaptasi dengan kondisi di sana” ucap Dalic.
Sumber: FIFA dan Transfermarkt
Penulis: Ahmad Daerobby
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2022: Zlatko Dalic Ingin Bawa Kroasia ke Final Sekali Lagi
Piala Dunia 8 November 2022, 20:49
-
Profil Grup F Piala Dunia 2022: Kesempatan Terakhir Generasi Emas Belgia dan Kroasia
Piala Dunia 3 November 2022, 18:18
-
4 Pemain Senior yang Bakal Gendong Kroasia di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 25 Oktober 2022, 14:20
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR