
Bola.net - Euro 2020 akan segera digulirkan dalam hitungan hari. Beberapa negara sudah mulai dijagokan bakal menjadi juara Euro 2020, salah satunya adalah Spanyol.
Sebagai pemilik tiga trofi Euro sepanjang sejarah, Spanyol memang selalu diperhitungkan di setiap gelaran antar negara Eropa ini. Karena dari tahun ke tahun, Spanyol punya deretan pemain kelas dunia dan kerap melaju jauh di turnamen itu.
Di edisi Euro 2020 ini, Luis Enrique akan mendapatkan ujian perdananya sebagai manajer La Furia Roja. Ia dituntut untuk bisa membawa Spanyol melaju jauh di turnamen ini, dengan harapan Spanyol bisa membawa pulang Trofi Euro lagi setelah terakhir kali mereka memenangkan Euro di tahun 2012 silam.
Namun jika melihat perkembangan mereka hingga hari ini, rasa-rasanya bakal sulit bagi Spanyol untuk memenangkan turnamen ini. Alih-alih, Spanyol berpotensi gagal total di turnamen ini.
Mengapa demikian? Simak ulasan kami berikut ini.
Skuat Tidak Berpengalaman
Alasan pertama mengapa Spanyol bakal gagal total di Euro 2020 ini karena skuat ini minim pengalaman di turnamen antar negara.
Enrique memang membuat banyak pemain-pemain baru di skuat La Furia Roja. Cukup banyak yang belum menembus 10 caps di Timnas Spanyol.
Dari 26 nama itu, hanya ada Alvaro morata, Thiago Alcantara, Sergo Busquets, Jordi Alba, Cesar Azpilicueta dan David De Gea yang pernah bermain di turnamen sekelas Euro atau Piala Dunia.
Ini bisa jadi masalah tersendiri, karena turnamen sekelas Euro punya tekanan yang besar, sehingga satu momen bisa mengubah jalannya pertandingan. Pemain-pemain yang belum punya pengalaman biasanya susah keluar dari tekanan dan susah menjadi pembeda saat timnya dibutuhkan. Sehingga aspek ini terlihat bakal sangat merugikan Spanyol.
Tidak Punya Sosok Pemimpin
Masih berkaitan dengan aspek pertama, aspek kedua yang berpotensi membuat Spanyol gagal total di Euro 2020 adalah minimnnya sosok pemimpin.
Seperti yang kita tahu, kapten Spanyol, Sergio Ramos tidak dipanggil Enrique ke Euro 2020. Gerard Pique yang biasanya menggantikan peran Ramos juga absen.
Sergio Busquets yang ditunjuk jadi Kapten malah terkena COVID-19. Tanpa kehadiran sosok pemimpin yang tegas dan berpengalaman, ini bakal membuat Spanyol bisa kehilangan arah di Euro 2020 nanti.
Susah Menang Lawan Tim-tim besar
Alasan ketiga mengapa Spanyol bakal gagal total di Euro 2020 karena mereka punya catatan yang buruk saat melawan Tim-tim besar Eropa.
Terakhir kali mereka menang melawan negara besar adalah saat mengalahkan Jerman di UEFA Nations League. Selebihnya mereka sulit sekali menang melawan tim-tim besar.
Mereka bahkan sering hanya mampu menang tipis melawan tim-tim kecil, dan mengingat mereka tergabung di grup yang berisi tim-tim kuda hitam macam Polandia, Slovakia dan Swedia, maka untuk lolos ke fase gugur saja Spanyol harus bekerja ekstra keras jika melihat catatan perjalanan mereka sejauh ini.
Kiper dan Pertahanan Tidak Meyakinkan
Aspek keempat yang membuat Spanyol bakal menderita dan gagal total di Euro 2020 karena lini pertahanan dan kiper mereka yang sangat meragukan.
Dari sisi kiper, mereka mungkin akan mempercayakan David De Gea sebagai kiper utama mereka. Kita tahu De Gea performanya musim ini tergolong buruk, karena ia kerap bikin blunder. Belum lagi sang kiper tidak punya kemampuan yang bagus saat adu penalti.
Lalu kita lihat lini pertahanan Spanyol. Enrique memanggil Aymeric Laporte dan Eric Garcia yang musim ini jarang dimainkan di Manchester City. Sementara Pau Torres dan Diego Llorente belum berpengalaman di turnamen besar. Jadi kans gawang Spanyol diobok-obok oleh para penyerang lawan sangat besar.
COVID-19
Alasan lain yang berpotensi jadi penyebab Spanyol gagal total di Euro 2020 karena COVID-19.
Seperti yang sudah diketahui, dua pemain Spanyol sudah positif COVID-19. Mereka adalah Diego Llorente dan Sergio Busquets. Jumlah ini berpotensi bertambah karena kedua pemain memiliki kontak erat dengan pemain lain.
Kehilangan Busquets dan Llorente selama kurang lebih sepekan sudah jadi kerugian luar biasa bagi Spanyol. Karena mereka kehilangan sosok pemimpin dan juga kehilangan seorang bek tengah dengan jam terbang yang tinggi.
Jika ada pemain kunci lain yang terkena COVID-19, maka nasib Spanyol di Euro 2020 ini bakal nestapa sekali.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Alasan Spanyol Bakal Gagal Total di Euro 2020
Piala Eropa 9 Juni 2021, 19:31
-
Jadwal Lengkap Timnas Spanyol di Euro 2020
Piala Eropa 9 Juni 2021, 13:44
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09






















KOMENTAR