
Bola.net - Cesc Fabregas baru-baru ini menyoroti satu kelemahan besar dalam sistem sepak bola Italia menyusul hasil buruk tim nasional mereka. Pelatih Como tersebut meyakini ada masalah fundamental yang menghambat kemajuan sepak bola Italia.
Timnas Italia baru saja menelan pil pahit usai dipermalukan Norwegia dengan skor telak 4-1 di San Siro pada Senin lalu. Hasil yang menjadi kekalahan kandang terburuk Gli Azzurri 70 tahun terakhir.
Kekalahan tersebut memastikan Italia hanya finis di peringkat kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia dan gagal lolos otomatis. Pasukan Gennaro Gattuso kini harus melewati babak playoff Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Banyak pihak mengkritik Gattuso karena dianggap tak punya materi pemain mumpuni, namun sebagian lain menyalahkan minimnya kesempatan bagi talenta muda. Fabregas setuju dengan pandangan kedua dan memberikan perbandingan menohok dengan negara asalnya, Spanyol.
Obsesi Nyata Spanyol pada Pemain Muda

Fabregas melihat adanya perbedaan budaya yang sangat mencolok antara Spanyol dan Italia dalam memperlakukan pemain akademi. Ia menekankan bahwa negara asalnya memiliki keberanian lebih besar dalam memberi jam terbang.
"Saya akan membuat perbandingan dengan apa yang terjadi di Spanyol," ujar Cesc Fabregas kepada La Provincia di Como.
Menurutnya, klub-klub di Spanyol tidak ragu untuk langsung melempar talenta muda ke persaingan level tertinggi. Hal ini membuat regenerasi pemain untuk tim nasional berjalan sangat cepat dan efektif.
"Ada obsesi nyata untuk mempromosikan pemain muda ke tim utama dan melatih mereka untuk tim nasional," sambung mantan gelandang Barcelona tersebut.
Budaya yang Bertolak Belakang di Italia

Situasi di Italia justru berbanding terbalik di mana klub cenderung sangat berhati-hati dan konservatif. Pemain muda seringkali harus melewati jalur birokrasi umur yang panjang sebelum bisa mencicipi tim utama.
"Hal itu jarang terjadi di Italia, saya akan memberi Anda satu contoh," kata Fabregas.
Ketakutan untuk mempercayai pemain muda ini dianggap menjadi salah satu faktor mengapa Timnas Italia kesulitan bersaing. Talenta berbakat seringkali terlambat matang karena minimnya kesempatan di level kompetitif.
Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa Norwegia, yang mengalahkan Italia, justru lolos dengan rekor kemenangan 100 persen.
Pengalaman Pahit Fabregas di Como

Fabregas bahkan pernah merasakan langsung resistensi sistem sepak bola Italia saat ia menangani tim muda Como. Ia mencoba melakukan terobosan namun justru mendapat respons negatif dari lingkungan sekitar.
"Saat saya melatih tim Primavera, saya memiliki tim yang tidak seimbang dalam peran tertentu, jadi saya segera memutuskan untuk memanggil dua anak dari U-16 ke skuad Primavera karena mereka mampu," kenang Fabregas.
Keputusan logis berdasarkan kemampuan pemain tersebut ternyata dianggap aneh dalam kultur sepak bola Italia. Alih-alih didukung, langkah Fabregas justru memicu perdebatan karena dianggap melanggar tradisi jenjang usia.
"Tapi itu menimbulkan sedikit kehebohan, karena mengganggu jalur pembinaan dianggap tidak pantas," tambah sosok yang juga pemilik saham Como tersebut.
Saran untuk Kemajuan Sepakbola Italia
Insiden kecil di Como tersebut menjadi cerminan besar dari apa yang salah dengan sistem pengembangan pemain di Italia saat ini. Kaku dan terlalu terpaku pada aturan senioritas membuat bakat istimewa tidak bisa berkembang cepat.
Fabregas menegaskan bahwa mentalitas 'takut mengganggu jalur' ini harus segera diubah jika Italia ingin bangkit. Tanpa keberanian memotong kompas pembinaan demi kualitas, Italia akan terus tertinggal.
"Di sinilah sepak bola Italia harus berkembang," tegas Fabregas menutup pembicaraan.
Peringatan dari Fabregas ini menjadi sinyal penting bagi Italia yang kini harus bersiap menghadapi laga hidup mati di babak play-off Piala Dunia 2026 mendatang.
BACA INI JUGA BOLANETERS!
- Seperti yang Biasa Dilakukan Timnas Indonesia, Timnas Italia juga Diminta Gelar TC Sebelum Playoff Piala Dunia 2026
- Bisa Bikin Gennaro Gattuso Naik Pitam, Negara Amerika Selatan Ini Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026 Walau 10 Kali Kalah di Kualifikasi
- Italia Dipermalukan Norwegia 1-4, Rekor Buruk Azzurri di San Siro Kian Mengkhawatirkan
- Lingkaran Setan Timnas Italia: Mengapa Azzurri Gagal di Kualifikasi Piala Dunia (Lagi)?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Penyebab Italia Sulit Maju Menurut Fabregas: Kolot, Terlalu Kaku, dan Anti Pemain Muda
Liga Spanyol 19 November 2025, 14:44
-
Timnas Spanyol Menggila! Belum Terkalahkan di 30 Laga Sejak Awal 2023
Piala Dunia 17 November 2025, 17:05
LATEST UPDATE
-
Kritik Manajemen MU, Ruben Amorim Terancam Dipecat?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 09:59
-
Daftar Pemain Voli Putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 09:57
-
Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
News 5 Januari 2026, 09:11
-
Daftar Pemain Voli Putra Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 09:08
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 09:04
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 5 Januari 2026, 09:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 08:48
-
Jadwal Lengkap Turnamen Voli Indonesia 2026, Jangan Lupa Dukung Tim Favoritmu!
Voli 5 Januari 2026, 08:40
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43

























KOMENTAR