
Bola.net - Italia lolos ke final Euro 2020. Sukses ini terjadi usai Gli Azzurri menyisihkan Spanyol pada babak semifinal yang digelar di Stadion Wembley, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB.
Italia unggul pada menit ke-60 lewat gol Federico Chiesa. Spanyol lalu membalas lewat gol Alvaro Morata pada menit ke-80. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal usai. Pada babak tambahan waktu, tidak ada gol tercipta.
Laga dilanjutkan ke babak adu penalti. Dua penendang Spanyol gagal, Dani Olmo dan Alvaro Morata. Sedangkan, di kubu Italia, hanya Manuel Locatelli yang gagal. Italia pun menang dengan skor 4-2 pada babak adu penalti.
Lantas, pelajaran apa yang bisa dipetik dari duel Italia vs Spanyol? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Ditentukan Penguasaan Bola?

Sebelum laga, Luis Enrique, menyebut Spanyol dan Italia punya gaya sama. Laga akan ditentukan tim yang menguasai bola. "Kami lebih senang memiliki penguasaan bola yang lebih besar," ucap eks pelatih Barcelona.
Benar. Spanyol punya penguasaan bola lebih banyak. Situs resmi UEFA mencatat penguasaan bola Spanyol mencapai 65 persen dan Italia hanya 35 persen. Tapi, Italia yang menang.
Italia menang karena lebih cerdik. Mereka bermain adaptif, bahkan di babak adu penalti. Masuknya Bernardeschi jelang adu penalti jadi bukti bahwa Roberto Mancini lebih adaptif dan punya rencana yang matang dibanding Enrique.
It's Coming to Rome
Football it's coming to home?
Tunggu dulu, home atau Rome?
Final Euro 2020 memang akan digelar di Wembley dan fans Inggris yakin inilah momen yang tepat untuk menggelorakan slogan 'its coming home'. Namun, untuk saat ini, 'its coming Rome' nampak lebih dekat.
Italia telah melangkahkan kaki di final. Italia ke final dengan perkasa. Italia telah menyisihkan dua tim unggulan, Belgia dan Spanyol. Italia tidak pernah kalah dalam 33 laga terakhirnya di semua ajang.
Jadi, home atau Rome?
"It's coming h̶o̶m̶e̶ to Rome"
— ESPN FC (@ESPNFC) July 6, 2021
Scenes outside Wembley 😆 pic.twitter.com/q4PSdsUotB
Giorgio Cheillini Mungkin Paling Bahagia

Saat nama Chiellini masuk dalam skuad Italia untuk Euro 2020, ada banyak keraguan yang mengemuka. Chiellini tidak bermain reguler di Juventus dalam dua musim terakhir. Dia mengalami banyak cedera. Levelnya pun dinilai telah menurun.
Namun, Chiellini tetap Chiellini . Pada usia 36 tahun, dia tetap jadi salah satu bek terbaik di Euro 2020. Pada duel lawan Spanyol, Chiellini jadi pemain yang paling banyak melakukan sapuan [5] dan tekel [4].
Chiellini juga menebus momen buruk di final Euro 2012, ketika Italia kalah 4-0 dari Spanyol. Saat itu, Chiellini hanya bermain selama 21 menit. Kini, Chiellini memimpin Italia mengalahkan Spanyol.
Andres 'Pedri' Iniesta

Spanyol memang gagal membawa pulang gelar Euro 2020. Namun, ada satu aspek yang harusnya membuat Spanyol senang. Performa apik Pedri memberi banyak tanda positif bagi sepak bola Spanyol
Pedri baru berusia 18 tahun. Namun, dia selalu jadi andalan Luis Enrique di Euro 2020. Pedri memang layak mendapatkan kesempatan bermain. Statistik membuktikan bahwa Pedri tampil sangat bagus.
Pedri, sejauh ini, menjadi pemain yang paling sering melepas umpan di sepertiga akhir wilayah lawan. Dari 200 umpan yang dilepas, 177 di antaranya tepat sasaran. Pedri seperti membuktikan julukannya sebagai The Netx Iniesta.
Final Pertama Mancino

Roberto Mancini punya banyak gelar di level klub, baik sebagai pemain maupun pelatih. Namun, pada level tim nasional, Mancini belum memberikan catatan yang impresif untuk Italia.
Sebagai pemain timnas Italia, Mancini pernah gagal di semifinal Euro 1998 dan Piala Dunia 1990. Kini, Mancini punya peluang untuk menebus kegagalannya sebagai pemain. Mancini telah membawa Italia ke final Euro 2020.
Mancini punya peluang untuk membawa Italia menjadi juara turnamen mayor pertama kali sejak Piala Dunia 2006 silam.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca Ini Juga:
- Masa Depan Cerah Seperti Xavi dan Iniesta Menanti Pedri, 'Bocah Ajaib' dari Barcelona
- Solidaritas Pemain Italia: Kemenangan Ini Buat Leonardo Spinazzola!
- Italia vs Spanyol Jadi Panggung Aksi Masterclass Jorginho, Layak Raih Ballon d'Or?
- Spanyol Gagal Juara Euro 2020, Kok yang Ribut Fans Barcelona dan Real Madrid?
- Pemenang dan Pecundang Italia vs Spanyol: Pak Tua Chiellini dan Si Bocah Pedri Bersinar!
- Southgate Ingatkan Inggris untuk Membumi: Belum Pernah Juara Euro
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tak Efektif Manfaatkan Peluang, Biang Kekalahan Spanyol dari Italia
Piala Eropa 7 Juli 2021, 15:49
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR