Bola.net - Oleg Blokhin kecam keras para ofisial pertandingan Inggris-Ukraina. Penyebabnya, tentu saja ghost goal Marko Devic.
Pelatih Ukraina itu tak bisa menutupi amarahnya usai dikalahkan Inggris 0-1 di matchday pamungkas Grup D, Rabu (20/6). Kekalahan itu membuat mereka finis peringkat tiga di bawah Inggris dan Prancis serta gagal melaju ke babak delapan besar Euro 2012.
Tapi, ada satu hal yang membuatnya sangat geram dari pertandingan itu, yakni keputusan kontroversial wasit pada menit ke-62.
Dalam keadaan tertinggal 0-1 setelah Wayne Rooney mencetak gol di menit awal babak kedua, Ukraina berpeluang menyamakan kedudukan lewat sebuah serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Devic. Bola yang ditendangnya sukses melewati hadangan Joe Hart dan melambung ke arah gawang, tapi John Terry berhasil menghalaunya.
Kontroversi pun mencuat. Dari tayangan ulang, bola terlihat sudah melewati garis gawang ketika disapu oleh Terry. Para pemain Ukraina mengklaimnya sebagai gol. Akan tetapi, wasit Viktor Kassai asal Hungaria meneruskan permainan karena hakim garis dan asisten wasit di samping gawang tidak menyatakan tendangan Devic sebagai gol.
"Bola itu sudah 50 sentimeter di dalam gawang," kata Blokhin dengan geram usai pertandingan.
"Apa gunanya lima orang wasit itu?"
Blokhin lalu menumpahkan kemarahan kepada para wartawan dan mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan apa yang akan mereka tulis tentangnya.
"Apa kalian tadi ikut bermain? Kalian tidak suka Blokhin? Tulislah apa saja yang kalian suka," tutupnya. (sw/gia)
Pelatih Ukraina itu tak bisa menutupi amarahnya usai dikalahkan Inggris 0-1 di matchday pamungkas Grup D, Rabu (20/6). Kekalahan itu membuat mereka finis peringkat tiga di bawah Inggris dan Prancis serta gagal melaju ke babak delapan besar Euro 2012.
Tapi, ada satu hal yang membuatnya sangat geram dari pertandingan itu, yakni keputusan kontroversial wasit pada menit ke-62.
Dalam keadaan tertinggal 0-1 setelah Wayne Rooney mencetak gol di menit awal babak kedua, Ukraina berpeluang menyamakan kedudukan lewat sebuah serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Devic. Bola yang ditendangnya sukses melewati hadangan Joe Hart dan melambung ke arah gawang, tapi John Terry berhasil menghalaunya.
Kontroversi pun mencuat. Dari tayangan ulang, bola terlihat sudah melewati garis gawang ketika disapu oleh Terry. Para pemain Ukraina mengklaimnya sebagai gol. Akan tetapi, wasit Viktor Kassai asal Hungaria meneruskan permainan karena hakim garis dan asisten wasit di samping gawang tidak menyatakan tendangan Devic sebagai gol.
"Bola itu sudah 50 sentimeter di dalam gawang," kata Blokhin dengan geram usai pertandingan.
"Apa gunanya lima orang wasit itu?"
Blokhin lalu menumpahkan kemarahan kepada para wartawan dan mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan apa yang akan mereka tulis tentangnya.
"Apa kalian tadi ikut bermain? Kalian tidak suka Blokhin? Tulislah apa saja yang kalian suka," tutupnya. (sw/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Kemenangan, Staff Azzurri Berjalan 21 Km
Piala Eropa 20 Juni 2012, 23:00
-
Del Bosque: Prancis Lawan Paling Sulit
Piala Eropa 20 Juni 2012, 22:00
-
Blatter: GLT Sudah Menjadi Keharusan
Piala Eropa 20 Juni 2012, 21:58
-
Cech: Ronaldo Luar Biasa dan Berbahaya
Piala Eropa 20 Juni 2012, 21:00
-
Torres: Spanyol Masih Bisa Lebih Hebat
Piala Eropa 20 Juni 2012, 20:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
-
Belgia Sindir Donald Trump dan FIFA Usai Singkirkan Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:06
-
Amerika Serikat Kesulitan Mengimbangi Permainan Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:40
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR