Semua bermula saat Seedorf mendapatkan panggilan pertamanya di Timnas Belanda pada tahun 1994. Manajer Timnas Belanda saat itu, Guus Hiddink melihat potensi besar yang dimiliki gelandang muda Ajax Amsterdam tersebut, yang semenjak berusia 16 tahun sudah tampil cukup reguler bersama Ajax Amsterdam. Pemanggilan Seedorf ini sempat menjadi pembicaraan karena sang pemain memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Suriname (bekas Kolonial Belanda) dan Belanda. Namun Seedorf muda mantap meninggalkan kewarganegaraan Suriname untuk bergabung dengan De Oranje.
Sejatinya di awal karirnya bersama Timnas Belanda cukup apik. Ia terlibat dalam beberapa partai kualifikasi Euro 96 di mana ia total membuat 4 gol selama babak kualifikasi dan membawa TImnas Belanda melaju ke putaran final Euro 1996 yang digelar di Inggris. Penampilan Seedorf di putaran final Euro 1996. Ia tampil di tiga pertandingan babak grup kontra , , dan Skotlandia dan membawa Belanda lolos ke babak perempat final.
Namun sayang semua penampilan apik Seedorf di babak grup terhapuskan dengan kesalahan fatalnya di babak perempat final. Pada partai perempat final, Belanda harus berhadapan dengan salah satu tim unggulan Prancis. Sampai 90 menit waktu normal berjalan, tidak ada pemenang di antara kedua tim setelah pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Setelah melalui babak tambahan waktu, wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti.
Di babak adu penalti, baik Prancis maupun Belanda masih sama kuat hingga penendang ketiga. Namun memasuki penendang ke empat arah angin akhirnya berubah ke kubu Prancis. Pada saat itu Seedorf ditunjuk sebagai penendang ke empat Belanda. Saat mengeksekusi penalti tersebut, Seedorf mengarahkan bola ke arah kiri gawang Prancis yang dijaga Bernard Lama. Namun karena tendangannya terlalu pelan, Lama berhasil mematahkan penalti tersebut, sehingga Belanda harus pulang terlebih dahulu di babak perempat final.
Akibat kegagalannya dalam mengeksekusi tendangan penalti yang dicap tendangan penalti 'setengah hati' tersebut membuat Seedorf banyak mendapat kecaman pasca Euro 1996 digelar[initial]
Baca Juga:
- Euro 1992: Debut Sang Bad Boy Jerman, Stefan Effenberg
- Inilah David Platt, Satu-Satunya Pemain Inggris Yang Mencetak Gol di Euro 1992
- Aime Jacquet, Pria Yang Berhasil Mencegah Laurent Blanc Pensiun Dini
- Euro 1992: Sensasi Penyerang Muda Ajax Amsterdam, Dennis Bergkamp
- Henrik Larsen, Pemain Cadangan Yang Jadi Top Scorer Euro 1992
- Tomas Brolin, Bintang Cerah Swedia Yang Meredup Karena Ketidaksabaran
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lichtsteiner: AC Milan Bukan Lawan Mudah
Liga Italia 9 Mei 2016, 21:16
-
Juventus Ingin Boyong Dua Bintang AC Milan
Liga Italia 9 Mei 2016, 17:27
-
Clarence Seedorf, Kambing Hitam Kegagalan Belanda di Euro 1996
Piala Eropa 9 Mei 2016, 15:23
-
Napoli 99 Persen Finis di Atas Roma
Liga Italia 9 Mei 2016, 14:32
-
Ibrahimovic Berteka-teki Soal Masa Depannya
Liga Italia 9 Mei 2016, 09:02
LATEST UPDATE
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres Akhirnya Menjelma jadi Monster
Liga Inggris 23 Februari 2026, 13:49
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
-
Tembus 964 Gol! Cristiano Ronaldo Kian Dekati 1.000, Catat Rekor Baru
Asia 23 Februari 2026, 13:25
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR