Kesuksesan Denmark dalam menjadi Jawara Eropa tersebut tidak terlepas dari kontribusi maksimal yang dilakukan seluh punggawa Timnas, termasuk juga para pemain pengganti. Uniknya, salah satu pemain cadangan Timnas Denmark pada Euro 1992 menjadi kartu as The Danish Dynamite dalam menyegel gelar juara Euro dengan menjadi top skorer Kejuaraan Empat tahunan tersebut. Sosok pemain cadangan tersebut bernama Henrik Larsen.
Naman Henrik Larsen bukan nama yang cukup tenar di kancah sepakbola Eropa Eropa. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya untuk membela tim lokal Denmark, kendati ia pernah dibeli oleh klub asal Italia, Pisa. Namun baru setahun di Pisa, ia dipinjamkan ke beberapa klub setelah Pisa terdegradasi ke Serie B.
Di masa peminjamannya di Lyngby Boldklub, Larsen menunjukan permainan yang apik sehingga ia mencuri perhatian pelatih Timnas Denmark saat itu, Richard Moller . Alhasil Larsen yang tidak pernah membela Timnas Denmark di level umur manapun akhirnya mendapat debutnya di Timnas Denmark dan masuk kedalam susunan pemain yang dibawa Nielsen ke Euro 1992.
Di Euro 1992, Larsen sejatinya hanya menjadi pemain pelapis dari John Jensen dan Kim Vilfort di lini tengah The Danish Dynamite. Ia baru mendapat kesempatan bermain di pertandingan kedua Denmark di fase grup menghadapi Swedia menggantikan John Jehnsen di menit 64. Meski pada saat itu Denmark harus dikalahkan Swedia, namun pelatih Nielsen melihat potensi Larsen dan mulai berani berjudi di partai ketiga kontra Prancis.
Pada pertandingan akhir fase grup tersebut, Nielsen menarik keluar Kim Vilfort dari starting line up dan menduetkan Larsen dan John Jensen di lini tengahnya. Hasilnya begitu terasa, baru 8 menit laga berjalan Larsen membuka keunggulan Denmark atas Prancis, di mana pertandingan itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Denmark. Melihat performa menjanjikan Larsen, Pelatih Nielsen tidak ragu untuk mulai memainkannya secara reguler di Euro 1992.
Kesempatan berikutnya datang di partai semifinal. Menghadapi sang juara bertahan Euro 1988, Belanda Larsen pun menunjukkan kebolehannya dengan mencetak dua gol ke gawang Belanda yang dikawal Hans van Breukelen. Hingga waktu normal berakhir dengan skor 2-2 menjadi skor akhir, sehingga wasit harus meneruskan pertandingan pada babak tambahan waktu dan babak adu penalti. Larsen juga menjadi eksekutor pertama Denmark pada babak adu penalti kontra Belanda, di mana ia dan rekan-rekannya sukses menjalankan tugas mereka sebagai eksekutor, sementara penalti Marco van Basten di kubu Belanda berhasil digagalkan Peter Schmeichel dan membawa Denmark lolos ke final, menghadapi Jerman.
Di partai final pelatih Nielsen tidak memainkan Larsen setelah ia tampil tiga kali berturut-turut. Meski tanpa Larsen, Denmark berhasil memenangkan trofi Euro 1992, di mana Larsen di akhir turnamen di daulat sebagai top skorer Euro 1992 bersama dengan Dennis Bergkamp, Tomas Brolin, dan Karl-Heinz Riedle.[initial]
Baca Juga:
- Euro 2000: Sredo Katanec Bawa Slovenia Diakui Dunia
- Olivier Bierhoff, Pencetak Golden Goal Pertama di Dunia
- Inilah Petr Kouba, Kiper Hebat Republik Ceko Sebelum Petr Cech
- Euro 2008: Debut Mengecewakan Karim Benzema
- Euro 2008: Magis Guus Hiddink Bawa Rusia Ke Semifinal
- Inilah Jan Ceulemans, Jendral Lapangan Tengah Belgia di Euro 1980
(bola/dub)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Henrik Larsen, Pemain Cadangan Yang Jadi Top Scorer Euro 1992
Piala Eropa 28 April 2016, 15:15
-
Euro 1992: Penyelamatan Terbaik Peter Schmeichel Untuk Denmark
Piala Eropa 28 April 2016, 10:29
-
Inilah Sepp Piontek, Pria Yang Mengakhiri 20 tahun Penantian Denmark
Piala Eropa 20 April 2016, 15:34
-
Momen Terbaik Euro: Kisah Cinderella Denmark 1992
Piala Eropa 31 Maret 2016, 15:25
LATEST UPDATE
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR