Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Konflik dengan Jorge Jesus, Akui Pelatih Ingkari Janji

Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Konflik dengan Jorge Jesus, Akui Pelatih Ingkari Janji
Pemain Portugal Cristiano Ronaldo bertepuk tangan saat meninggalkan lapangan setelah digantikan dalam pertandingan UEFA Nations League kontra Wales, Kamis (24/9/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Cristiano Ronaldo akhirnya menjelaskan persoalannya dengan Jorge Jesus yang membuatnya meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal. Dalam surat lima halaman yang kemudian dibagikan melalui media sosial, Ronaldo juga meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya dan menegaskan masih siap membela Portugal.

Ronaldo meninggalkan skuad setelah tidak dimainkan dalam kemenangan 2-1 Portugal atas Norwegia pada 27 September. Ia mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan janji Jesus yang menurutnya dilanggar dua kali.

Meski terjadi konflik dengan sang pelatih, Ronaldo belum mengakhiri karier internasionalnya. Pemain berusia 41 tahun itu menyatakan masih ingin tersedia untuk Portugal selama kondisi fisiknya memungkinkan dan ia tetap tampil bersama klub.

Ronaldo juga mengakui dirinya melakukan kesalahan karena meninggalkan pemusatan latihan. Ia menegaskan tanggung jawab atas tindakannya berada di tangannya sendiri, bahkan meminta Federasi Sepak Bola Portugal memberikan hukuman tanpa keringanan.

1 dari 5 halaman

Ronaldo Ungkap Awal Konflik dengan Jorge Jesus

Pelatih Timnas Portugal Jorge Jesus. (c) Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix via AP

Pelatih Timnas Portugal Jorge Jesus. (c) Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix via AP

Ronaldo menjelaskan bahwa masalahnya bukan semata-mata karena ia tidak bermain saat Portugal menghadapi Norwegia. Menurutnya, persoalan bermula ketika Jesus meminta dirinya bersiap tampil selama 30 menit meski sebelumnya sudah ada kesepakatan mengenai rencana bermainnya.

Ronaldo kemudian melakukan pemanasan sejak babak kedua, tetapi tidak pernah masuk ke lapangan. Situasi tersebut membuatnya merasa Jesus tidak memenuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

"Yang sangat mengejutkan saya, pelatih bertanya apakah saya siap bermain selama 30 menit melawan Norwegia. Saya sepenuhnya fokus pada pemulihan fisik, berlatih bersama rekan-rekan seperti biasa, dan berpikir bahwa saya tidak akan bermain hari itu. Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut," kata Ronaldo.

"Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan latihan saya karena saya hanya dijadwalkan bermain pada 4 Oktober di Dragao, tetapi tentu saja saya mengatakan ya. Dia meminta saya bersiap karena saya akan bermain selama 30 menit. Semua orang tahu apa yang terjadi setelah itu. Saya melakukan pemanasan sejak babak pertama berakhir, melihat waktu terus berjalan, tetapi tidak dipanggil masuk. Pelatih telah mengingkari janjinya kepada saya," lanjut Ronaldo.

2 dari 5 halaman

Ronaldo Soroti Sikap Jesus di Hadapan Media

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo (kiri) menyerahkan ban kapten kepada Bruno Fernandes saat digantikan dalam laga UEFA Nations League antara Portugal vs Wales, 24 September 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo (kiri) menyerahkan ban kapten kepada Bruno Fernandes saat digantikan dalam laga UEFA Nations League antara Portugal vs Wales, 24 September 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Ronaldo kemudian mengungkap persoalan kedua yang membuat hubungan keduanya semakin tegang. Ia merasa pernyataan Jesus dalam konferensi pers setelah pertandingan Norwegia berbeda dengan pembicaraan mereka secara pribadi.

Menurut Ronaldo, sebelumnya sudah ada rencana agar Jesus memberikan penjelasan tertentu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, ia merasa sikap dan nada yang digunakan Jesus justru membuat situasi semakin buruk.

"Konferensi pers itu seperti yang sudah diketahui semua orang: sikapnya sama sekali tidak sesuai dengan pertemuan kami. Saya mendengar ungkapan dan sikap agresif yang menurut saya tidak pantas saya terima, dengan sikap 'saya mau, saya bisa, dan saya yang memerintah' yang tidak pernah dia tunjukkan kepada saya, bahkan sedikit pun, ketika berbicara secara pribadi sehari sebelumnya," ujar Ronaldo.

"Itu adalah kedua kalinya dia mengingkari janjinya kepada saya," tegas Ronaldo.

3 dari 5 halaman

Ronaldo Minta Maaf kepada Rekan Setim

Ekspresi Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) (c) AP Photo/Sam Balkansky

Ekspresi Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) (c) AP Photo/Sam Balkansky

Meski mengungkap kekecewaannya terhadap Jesus, Ronaldo mengakui bahwa dirinya juga melakukan kesalahan. Ia merasa tidak seharusnya meninggalkan pemusatan latihan Portugal meskipun menilai telah terjadi pelanggaran kepercayaan dalam hubungan dengan sang pelatih.

Ronaldo juga meminta maaf kepada masyarakat Portugal. Ia menyerahkan keputusan mengenai konsekuensi tindakannya kepada federasi dan menilai statusnya sebagai kapten justru membuat kesalahannya harus mendapat perhatian lebih besar.

"Saya berutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim di tim nasional karena meninggalkan pemusatan latihan. Terlepas dari pelanggaran kepercayaan yang sepenuhnya terjadi terhadap janji pelatih, seperti yang dapat disaksikan oleh siapa pun yang menyaksikan percakapan kami, saya seharusnya tidak melakukan itu. Tanggung jawab sepenuhnya berada pada saya," kata Ronaldo.

"Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Portugal, tetapi sebuah janji yang dilanggar memiliki dampak yang sangat menentukan bagi saya. Sejak saat itu, saya merasa kehadiran saya justru hanya akan merugikan kelompok, dan saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika saya merasa tidak berguna: saya mengemasi barang dan pergi.

"Konsekuensi dari tindakan saya harus dinilai dan dihukum oleh FPF. Hukuman tersebut seharusnya tidak memiliki keadaan yang meringankan. Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memberatkan," lanjut Ronaldo.

4 dari 5 halaman

Ronaldo Masih Ingin Bela Portugal

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo melambaikan tangan usai laga Grup K Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Portugal di Miami Gardens, Fla., Sabtu, 27 Juni 2026 (c) AP Photo/Lynne Sladky

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo melambaikan tangan usai laga Grup K Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Portugal di Miami Gardens, Fla., Sabtu, 27 Juni 2026 (c) AP Photo/Lynne Sladky

Ronaldo memastikan dirinya belum menutup pintu untuk kembali memperkuat Portugal. Ia bahkan menegaskan masih ingin bermain dalam lebih banyak pertandingan bersama tim nasional dan tidak terburu-buru menjalani laga perpisahan.

Portugal masih akan menghadapi Denmark dan Wales pada November dalam lanjutan UEFA Nations League. Ronaldo berpeluang kembali dipanggil setelah menjalani hukuman yang mungkin dijatuhkan kepadanya.

"Jika saya dalam kondisi fisik yang fit, bermain untuk klub saya dan mencetak gol, saya berharap setelah menjalani hukuman apa pun yang dijatuhkan kepada saya, saya akan tetap tersedia, seperti yang selalu saya lakukan hingga hari ini, untuk berjuang dan menang bersama tim nasional kami," tegas Ronaldo.

"Saya sudah mendengar banyak pembicaraan tentang pertandingan perpisahan, bahwa saya layak mendapatkan perpisahan yang bermartabat dan bahwa FPF ingin memberi saya kesempatan tersebut. Saya bisa menjanjikan kepada seluruh penggemar saya, terutama seluruh masyarakat Portugal, bahwa kami akan memiliki satu atau beberapa pertandingan perpisahan.

"Akan ada waktunya untuk itu. Namun, ketika saya memikirkan tim nasional, yang benar-benar ada dalam pikiran saya adalah berkompetisi. Itulah yang saya pikirkan ketika diberi tahu tentang kematian ayah saya. Saat itu saya berada di pemusatan latihan tim nasional dan memutuskan untuk bertahan sampai pertandingan keesokan harinya selesai. Saya melakukan untuk negara saya sesuatu yang tidak akan pernah saya lakukan untuk klub mana pun," pungkas Ronaldo.

5 dari 5 halaman

Unggahan Ronaldo


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL