Saat masih aktif bermain, Fatih Terim terkenal saat membela raksasa Turki, Galatasaray pada tahun 1974-1985, di mana ia tampil 327 kali bagi Cimbom Aslan dengan mengemas 16 gol. Ia juga aktif membela Timnas Turki semasa aktif bersepakbola, di mana ia memiliki 51 Caps bagi Ay-Yidizlilar. Setelah memutuskan pensiun dari dunia sepakbola pada tahun 1985, Terim menjajal dunia kepelatihan, di mana ia sempat menukangi klub-klub top Eropa seperti , AC Milan, dan klub almamaternya, . Namun momen terbaiknya saat menjadi pelatih terlihat pada saat ia membesut Timnas Turki sebanyak tiga kali sepanjang karirnya.
Perjalanan karir kepelatihannya bersama Timnas Turki dimulai pada tahun 1990, saat ia ditunjuk menjadi assisten Sepp Piontek di Timnas Turki sekaligus ia juga didapuk sebagai manajer Timnas Turki U-21. Saat Piontek mengundurkan diri sebagai manajer Timnas Turki di tahun 1993, Terim diangkat menjadi manajer Timnas Senior Turki.
Di kesempatan pertamanya bersama Timnas Turki, Terim berhasil memecahkan sejarah sepakbola Turki, yaitu membawa Al-Yidzlilar lolos ke putaran final Euro untuk pertama kalinya pada tahun 1996, setelah Turki menjadi runner up grup 3 kualifikasi Euro 1996 di bawah . Tergabung di Grup D Euro 1996 bersama , , dan Juara bertahan Euro 92, , Turki memang tidak bisa berbuat banyak di mana mereka finish di posisi buncit tanpa mencetak satupun gol di ajang empat tahunan tersebut. Akan tetapi pencapaian Terim ini tetap mendapat apresiasi tertinggi oleh warga Turki.
Usai membawa Turki lolos pertama kalinay di Euro 1996, Terim mengundurkan diri pasca turnamen yang digelar di Inggris tersebut untuk membesut tim yang membesarkan namanya, Galatasaray. Namun setelah berkelana ke Fiorentina, AC Milan, dan kembali ke Galatasaray, Terim mendapat kesempatan keduanya untuk membesut Timnas Turki di tahun 2005 menggantikan Ersun Yanal.
Di kesempatan keduanya ini, Terim mendapat tugas yang cukup berat untuk membawa Turki lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 di saat pertandingan kualifikasi hanya tersisa tiga laga. Kendati sulit, Terim berhasil membimbing Turki untuk mencapai babak playoff, di mana mereka harus kalah dari Swiss karena aturan gol tandang. Namun kegagalan ini ditebus dengan mantap oleh Terim yang sukses membawa Turki lolos ke babak semifinal Euro 2008, di mana mereka gagal melaju ke Final setelah dibekuk Jerman dengan skor ketat 3-2.
Dengan kesuksesan tersebut, Fatih Terim kembali mendapat kepercayaan asosiasi sepakbola Turki untuk tetam membesut Turki untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Akan tetapi kali ini Terim seakan kehilangan magisnya di mana Arda Turan dkk hanya mampu finish di urutan ketiga di Kualfikasi Piala Dunia Grup 5 di bawah Spanyol dan Bosnia dan . Dengan kegagalannya tersebut Terim mengundurkan diri dari Timans Turki dan kembali melatih Galatasaray.
Usai membawa Galatasaray menjuarai Liga Super Turki dua tahun berturut-turut (2011/2012 dan 2012/2013), Fatih Terim kembali diminta menangani Timnas Turki yang mengalami krisis di bawah kepemimpinan Abdullah Avci di kualifikasi Piala Dunia 2014. Terim harus memenangkan empat pertandingan terakhir kontra Andorra, Romania, Estonia, dan Belanda agar lolos ke putaran Final Piala Dunia 2014. Terim sukses membawa kemenangan bagi Turki di tiga pertandingan pertama atas Andorra, Romania, dan Estonia namun sayang di pertandingan terakhir ia dikalahkan oleh Belanda.
Kekalahan atas Belanda ini dibalas Terim pada kualifikasi Euro 2016. Pada saat itu mereka berhasil finish di peringkat ketiga Grup A, mengalahkan Belanda sehingga Die Oranje tidak berhasil lolos ke Euro 2016 nantim sedangkan Turki lolos ke putaran Final Euro sebagai Peringkat ketiga terbaik di sepanjang kualifikasi Euro.[initial]
Baca Juga:
- Euro 96: Momen Pembuktian Rui Costa
- Clarence Seedorf, Kambing Hitam Kegagalan Belanda di Euro 1996
- Euro 1992: Debut Sang Bad Boy Jerman, Stefan Effenberg
- Inilah David Platt, Satu-Satunya Pemain Inggris Yang Mencetak Gol di Euro 1992
- Aime Jacquet, Pria Yang Berhasil Mencegah Laurent Blanc Pensiun Dini
- Andy Roxburgh, Sang Pengangkat Derajat Skotlandia
- Igor Dobrovolski, Pemain Yang Pernah Memperkuat 3 Negara di Ajang Euro
- Tomas Brolin, Bintang Cerah Swedia Yang Meredup Karena Ketidaksabaran
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Duo Milan Berebut Bintang Timnas Rumania
Liga Italia 10 Mei 2016, 21:10
-
Gattuso: Milan, Ibrahimovic Benci Kekalahan
Liga Italia 10 Mei 2016, 14:47
-
Fatih Terim, Pelatih Timnas Turki Tiga Generasi
Piala Eropa 10 Mei 2016, 13:19
-
Euro 96: Momen Pembuktian Rui Costa
Piala Eropa 10 Mei 2016, 11:44
-
Lichtsteiner: AC Milan Bukan Lawan Mudah
Liga Italia 9 Mei 2016, 21:16
LATEST UPDATE
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR