Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, Italia memang punya catatan yang cukup baik saat jumpa jerman, di mana mereka tidak pernah dikalahkan oleh Der Panzer semenjak tahun 2006 silam. Jika dirunut-runut dalam periode 10 tahun terakhir, pertemuan antara Jerman dan Italia di babak semifinal Euro 2012 bisa dikatakan sebagai salah satu pertemuan yang paling menegangkan sepanjang 10 tahun terakhir..
Pada pertandingan yang digelar di National Stadium, Warsaw, Polandia, Jerman sejatinya jauh lebih diunggulkan ketimbang Italia. Hal ini dikarenakan pada babak perempat final Jerman menghajar Yunani dengan skor 4-2 sedangkan Italia harus melakoni babak adu penalti kontra Inggris.
Jalannya pertandingan bisa dikatakan cukup sengit, karena kedua tim langsung menebarkan ancaman ke daerah pertahanan lawan semenjak wasit meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan. Jerman menguasai jalannya pertandingan pada awal-awal laga, namun semua berubah ketika mimpi buruk bernama Mario Balotelli itu menebar teror.
Pada menit ke 20, Pemain yang pada saat itu membela Manchester City membuka keunggulan Italia melalui sundulan terukur yang tidak bisa dihalau oleh Manuel Neuer. Selang 16 menit kemudian, ia berhasil melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihalau oleh kiper Bayern Munchen tersebut, di mana gol tersebut memastikan Italia lolos ke Final Euro 2012 menghadapi Spanyol yang sudah lolos terlebih dahulu.
Namun sangat disayangkan, magis Balotelli tidak berlanjut di final, karena mereka dihajar 4 gol tanpa balas oleh Spanyol di partai final sehingga mereka harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner up.[initial]
Baca Juga:
- Flashback Euro 2004: Debut Manis Rooney di Euro
- Flashback Euro 2012: Tyton, From Zero to Hero
- Flashback Euro 2012: Kala Si Tua Shevchenko Cerahkan Hari Ukraina
- Momen Spesial Euro: Kontrol Udara Ajaib Zidane
- Ketika Italia Menjadi Raja Eropa Berkat Lempar Koin
- Flashback Euro 2004: Voli Backheel Sensasional Zlatan Ibrahimovic
(bola/dub)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Flashback Euro 2012: Kala Balotelli Buyarkan Mimpi Jerman
Piala Eropa 29 Maret 2016, 14:49
-
Flashback Euro 2012: Tyton, From Zero to Hero
Piala Eropa 21 Maret 2016, 15:52
-
Flashback Euro 2012: Kala Si Tua Shevchenko Cerahkan Hari Ukraina
Piala Eropa 21 Maret 2016, 15:41
-
Momen Magis EURO: Penalti Panenka Pirlo
Piala Eropa 7 Oktober 2015, 12:47
-
11 Foto Sepakbola Terbaik Era Modern
Editorial 17 Februari 2015, 10:01
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR