
Bola.net - Euro 2020 adalah kesempatan Italia menunjukkan wajah baru mereka. Italia selalu tangguh, tapi sekarang mereka adalah tim yang jauh berbeda di bawah Roberto Mancini.
Italia punya empat gelar juara dunia, salah satu negara paling sukses. Namun, keempat gelar tersebut (1934, 1938, 1982, dan 2006) diraih oleh tim Italia klasik dengan gaya bermain defensif yang khas.
Sekarang Azzurri jauh berbeda. Mereka bermain menyerang, efektif, dan mematikan. Ada sentuhan Mancini yang menginisiasi transformasi permainan Italia yang ternyata berjalan seiring dengan perkembangan sepak bola Italia.
Di musim 2020/21 kemarin, ada rata-rata 3,06 gol per pertandingan di Serie A, unggul cukup jauh dari La Liga dengan rerata 2,51 gol.
Kebangkitan Italia
Menengok ke belakang, Italia diyakini mulai bangkit sejak September 2018. Saat itu Italia baru saja kalah 0-1 dari Portugal di ajang UEFA Nations League.
Itu adalah laga terakhir Mancini menurunkan formasi 4-4-2 dengan double pivot. Mancini saat itu juga baru bekerja menangani Italia yang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.
Entah apa yang dilihat Mancini dalam kekalahan dari Portugal tersebut. Yang jelas, Italia bangkit dan terus berkembang hingga sekarang.
Sejak saat itu Mancini telah memimpin timnya melaju 32 pertandingan tanpa kekalahan, dengan memenangi 27 laga di antaranya.
Sedang percaya diri

Rabu (7/7/2021), semifinal Euro 2020 akan mempertemukan Italia vs Spanyol. Pertandingan bakal alot, tapi pasukan Mancini boleh percaya diri.
Memasuki laga tersebut, Italia telah merangkai 13 kemenangan beruntun. Memang kemenangan ini dipandang remeh, Italia dianggap belum menghadapi lawan setara. Namun mereka terbukti bisa mengalahkan Belgia di perempat final.
Sekarang skuad Italia sedang dipenuhi rasa percaya diri. Permainan mereka matang, menyerang dan mencetak gol, pertahanan solid, jadi tidak ada alasan untuk khawatir menghadapi Spanyol.
Mengubur catenaccio
Jika berhasil mengalahkan Spanyol di semifinal nanti, Italia akan mencetak rekor tim pertama dalam sejarah dengan 6 kemenangan beruntun di Kejuaraan Eropa.
Italia yang sekarang begitu tangguh, mereka terus memecahkan rekor. Menariknya, mereka menjelma jadi sekuat ini dengan mengubur gaya bermain catenaccio yang sudah lama jadi identitas Italia.
Catenaccio memang taktik defensif yang sangat hebat pada masanya, tapi sekarang Mancini mencoba membuat timnya menemukan hal-hal baru.
Sumber: Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Pemain Terbaik dan Terburuk dari Laga Parma vs Inter di Ennio Tardini
Liga Italia 8 Januari 2026, 10:11
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 8 Januari 2026
Voli 8 Januari 2026, 09:31
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 8 Januari 2026, 09:31
-
Man City vs Brighton: Rating Pemain The Citizens usai Tertahan di Etihad Stadium
Liga Inggris 8 Januari 2026, 09:21
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 8 Januari 2026, 08:55
-
Rapor Pemain Chelsea Lawan Fulham: Cucurella Mengecewakan, Palmer Kembali Senyap
Liga Inggris 8 Januari 2026, 08:27
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR