
Bola.net - Sepak bola catenaccio ala Timnas Italia tidak hanya melahirkan banyak bek papan atas dunia. Italia juga punya banyak kiper legendaris. Jauh sebelum era Gianluigi Buffon, ada nama Dino Zoff.
Pada Piala Dunia 1982, Zoff jadi pemain tertua yang meraih gelar juara. Zoff yang kala itu didapuk menjadi kapten sudah berusia 40 tahun, 4 bulan, dan 13 hari.
Dino Zoff, yang kini berusia 79 tahun, menjalani laga debut di Piala Eropa 1968. Total, ia mengemas 112 caps bersama Gli Azurri.
Flashback jauh ke masa kecil Zoff, ia mungkin saja menjadi seorang mekanik jika tak suskses di sepak bola. Pria kelahiran Mariano del Friuli, Friuli-Venezia Giulia, Italia ini mengikuti saran sang ayah untuk studi di bidang mesin.
Namun, kecintaannya pada sepak bola tak terbendung lagi. Zoff lalu mencoba peruntungan di lapangan hijau pada usia 14 tahun.
Melegenda di Juventus
Jalannya di sepak bola tak berawal mulus. Ia trial di Inter Milan dan Juventus. Namun, yang ia dapat adalah penolakan karena postur. Sebagai kiper, postur adalah hal krusial.
Namun, Zoff tak patah arang. Ia mencoba berbagai cara untuk meninggikan badannya. Setelah bertambah 33 cm, ia lalu mencoba lagi dan akhirnya bergabung dengan Udinese pada 1961.
Kariernya pun mulai stabil hingga akhirnya gabung Juventus pada 1972. Di Juventuslah, Zoff meraih puncak karier hingga gantung sepatu pada 1983.
Bersama Juventus, Dino Zoff meraih enam gelar Serie A pada 1972–73, 1974–75, 1976–77, 1977–78, 1980–81, dan 1981–82. Lalu Coppa Italia 1978/79 dan 1982/83. Ia juga meraih gelar UEFA Cup pada 1976/77.
Piala Eropa
Dino Zoff sudah puas menjadi seorang pemain. Trofi Piala Dunia dan Piala Eropa sudah berada di genggamannya. Bersama Timnas Italia, Zoff meraih gelar Euro 1968. Ini merupakan trofi pertama untuk Italia. Di final, Italia mengalahkan Yugoslavia dalam dua laga (1-1) dan (2-0).
Zoff juga memegang rekor waktu terpanjang (1142 menit) tanpa kebobolan di pentas internasional pada 1972 dan 1974. Clean sheet itu diakhiri oleh gol indah pemain Haiti, Manno Sanon selama Piala Dunia 1974.
Zoff membuat penampilan terakhirnya untuk Italia pada 29 Mei 1983 pada laga kualifikasi Euro 1984 melawan Swedia.
Setelag gantung sepatu, Zoff tak bisa jauh-jauh dengan sepak bola. Ia mengawali karier sebagai pelatih kiper Juventus. Dia kemudian melatih tim Olimpiade Italia. Ini merupakan pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala.
Di skuad Olimpiade, ia membantu Italia lolos ke Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul. Zoff lalu menjabat sebagai pelatih kepala Juventus dari 1988 hingga 1990, menghasilkan Piala UEFA dan Coppa.
Euro 2000: Antara Fenomenal dan Menyesakkan
Hasil racikan Dino Zoff yang paling fenomenal ialah Timnas Italia 1998-2000.
Zoff membantu Gli Azurri lolos ke Euro 2000 dan dia memperkenalkan beberapa pemain muda ke tim, seperti Francesco Totti, Gianluca Zambrotta, Stefano Fiore, Massimo Ambrosini, Christian Abbiati, Marco Delvecchio, dan Vincenzo Montella.
Italia lolos ke final berhadapan dengan Prancis. Mereka hampir saja juara andai tak ada gol emas David Trezeguet pada waktu itu.
Saat ini, Zoff masih mengamati performa Timnas Italia. Ia pun berharap skuad racikan Roberto Mancini sukses.
"Saya yakin, Italia bisa menjadi juara di bawah kendali Roberto Mancini. Saya sangat menyukai permainan mereka," ujar Zoff.
"Roberto Mancini sangat cakap menangani timnas. Ia bisa memilih pemain yang sesuai dan bisa mempersembahkan kemenangan untuk Italia," ungkap Zoff.
Selain itu, Zoff juga mengatakan kalau Italia seharusnya bisa mengoleksi gelar Piala Eropa lebih banyak. Sejauh ini. Italia baru satu kali merasakan menjadi juara Piala Eropa, yaitu pada tahun 1968.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari Bola.com (Penulis: Wiwig Prayugi, 6 Mei 2021)
Baca Ini Juga:
- Daftar Skuad Timnas Belgia di Euro 2020: Lukaku dan Hazard Bersaudara di Lini Depan
- Daftar Skuad Timnas Polandia di Euro 2020: Robert Lewandowski Bakal Jadi Mesin Gol
- Berubah Pikiran, Roberto Mancini Fix Latih Timnas Italia Sampai 2026
- Legenda Piala Eropa: Ketika Maestro Zinedine Zidane Mengantar Prancis Juara Euro 2000
- Legenda Piala Eropa: Theodoros Zagorakis, Dewa Kesuksesan Yunani di Euro 2004
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Video: Legenda Piala Eropa, Dino Zoff Kiper Legendaris Timnas Italia
Piala Eropa 18 Mei 2021, 14:52
-
Legenda Piala Eropa: Dino Zoff, Benteng Terakhir Pertahanan Italia
Piala Eropa 18 Mei 2021, 14:17
-
Legenda Juventus: AC Milan Bisa Bablas Jadi Juara
Liga Italia 13 Februari 2021, 08:24
-
Diego Maradona, Masalah Tak Terpecahkan Para Penjaga Gawang
Liga Italia 28 November 2020, 19:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR