
Bola.net - Jerman meraih titel Piala Eropa mereka yang ke-3 pada edisi 1996 yang digelar di Inggris. Sang libero Matthias Sammer adalah tulang punggung Die Mannschaft yang di akhir turnamen bahkan menyabet penghargaan Pemain Terbaik.
Dua gol dicetak pemain Borussia Dortmund itu di Euro 1996. Salah satunya adalah gol penentu kemenangan Jerman di perempat final kontra Kroasia.
Waktu itu, Sammer berusia 28. Waktu itu, dia sedang menuju puncak sekaligus akhir dari kariernya sebagai pesepakbola profesional.
Dari Gelandang Bertahan ke Libero
Sammer mengawali karier sebagai gelandang bertahan di klub Dynamo Dresden pada 1985. Setelah lima tahun dan tiga trofi juara, Sammer bergabung dengan VfB Stuttgart, di mana dia menjuarai Bundesliga 1991/92.
Dua musim di Stuttgart, Sammer bergabung dengan Inter Milan pada awal musim 1992/93. Namun, Sammer sulit beradaptasi dan akhirnya kembali ke Jerman setelah hanya setengah musim di Italia.
Sammer bergabung dengan Borussia Dortmund, dan dia kembali bersinar. Setengah musim terakhir itu, dia mencetak sepuluh gol dalam 17 penammpilan di Bundesliga.
Musim berikutnya, Sammer dipindah dari lini tengah ke posisi libero oleh pelatih Ottmar Hitzfeld, dan evolusi itu menjadi titik balik dalam kariernya. Sammer mampu memainkan posisi legendaris itu dengan sangat memuaskan.
Dibekali fisik, kecepatan, kemampuan mengatur ritme permainan dari belakang, dan spirit pantang menyerah khas Jerman, Sammer menjadi seorang libero yang tangguh dan sangat bisa diandalkan. Dortmund pun diantarnya menjuarai Bundesliga dua musim beruntun pada 1994/95 dan 1995/96. Penghargaan individual Pemain Terbaik Jerman 1995 dan 1996 juga disabetnya.
Pilar Jerman di Euro 1996

Cemerlang di klub, Sammer tentu saja tak ditinggalkan untuk Euro 1996. Pelatih Jerman, Berti Vogts, bahkan menjadikan Sammer sebagai pilar penting timnya.
Vogts, yang bermain bersama Franz Beckenbauer di masa-masa aktifnya, tahu bagaimana caranya menggunakan seorang libero.
Sammer mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-0 Jerman atas Rusia di penyisihan grup. Sammer kemudian mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Kroasia di Old Trafford, yang meloloskan Jerman ke semifinal. Sammer menunjukkan kalau dia tak hanya tangguh di belakang, tapi juga berbahaya saat ikut naik menyerang.
Jerman kemudian menyingkirkan tuan rumah Inggris lewat adu penalti di semifinal. Setelah itu, Jerman menaklukkan Republik Ceko 2-1 dalam partai final di Wembley, yang dikenang berkat golden goal Olivier Bierhoff.
Sammer kemudian dinobatkan sebagai Player of the Tournament. Dia pantas mendapatkannya.
Di tahun yang sama, Sammer juga meraih Ballon d'Or. Kala itu, dia menjadi bek pertama sejak Franz Beckenbauer pada 1976 yang meraih penghargaan bergengsi ini.
Cedera Memaksanya Pensiun Dini
Setelah mengantarkan Jerman jadi juara di Euro 1996, Sammer membantu Dortmund menjuarai Liga Champions 1996/97. Sammer mengangkat trofi sebagai kapten usai mengalahkan Juventus 3-1 di final yang digelar di Olympiastadion, Munchen.
Setelah menjuarai Liga Champions, karier Sammer dirusak oleh cedera.
Setelah menambah hanya tiga penampilan di Bundesliga, Sammer mengalami cedera lutut serius. Dia tak mampu pulih dari cedera itu dan akhirnya memutuskan untuk pensiun di Dortmund pada 1998.
Meski kariernya tak terlalu panjang, Mathhias Sammer akan selalu dikenang sebagai salah satu libero terbaik dan salah satu pemain terhebat yang pernah dimiliki Jerman.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Legenda Piala Eropa: Karl-Heinz Rummenigge, Mesin Gol Timnas Jerman Barat
- Legenda Piala Eropa: Antonin Panenka dan Tendangan Penalti Legendarisnya
- Legenda Piala Eropa: Kisah Heroik Michel Platini di Euro 1984
- Daftar Skuad Timnas Belgia di Euro 2020: Lukaku dan Hazard Bersaudara di Lini Depan
- Daftar Skuad Timnas Polandia di Euro 2020: Robert Lewandowski Bakal Jadi Mesin Gol
- Berubah Pikiran, Roberto Mancini Fix Latih Timnas Italia Sampai 2026
- Legenda Piala Eropa: Ketika Maestro Zinedine Zidane Mengantar Prancis Juara Euro 2000
- Legenda Piala Eropa: Theodoros Zagorakis, Dewa Kesuksesan Yunani di Euro 2004
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ter Stegen Pastikan Absen Bela Jerman di Euro 2020
Piala Eropa 18 Mei 2021, 10:20
-
DFB Konfirmasi Hansi Flick Jadi Kandidat Kuat Manajer Baru Timnas Jerman
Bundesliga 28 April 2021, 18:20
-
Tenang Juventus, Hansi Flick Masih Bisa Dibajak Kok
Bundesliga 22 April 2021, 22:00
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR