2 Musim Tanpa Trofi, Alvaro Arbeloa Akui Real Madrid dalam Situasi yang Tidak Biasa

2 Musim Tanpa Trofi, Alvaro Arbeloa Akui Real Madrid dalam Situasi yang Tidak Biasa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid tengah berada dalam tekanan setelah melewati dua musim tanpa trofi. Situasi ini jelas tidak lazim bagi klub sebesar Los Blancos, dan pelatih Alvaro Arbeloa pun akhirnya angkat bicara.

Menjelang laga melawan Deportivo Alaves pada lanjutan La Liga, Rabu (22/4/2026) dini hari, Arbeloa mengakui atmosfer tim tidak dalam kondisi ideal. Ia menilai kegagalan beruntun ini memaksa semua pihak di klub untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Realitas tersebut, menurutnya, harus dihadapi tanpa mencari alasan.

Target terdekat kini cukup jelas, yakni menyapu bersih tujuh pertandingan sisa di kompetisi domestik. Arbeloa menekankan bahwa respons tim dalam periode ini akan menentukan bagaimana musim ini dikenang.

Ia juga mengingatkan bahwa standar di Real Madrid tidak pernah berubah. Bahkan hasil imbang sering dianggap kurang, sehingga tim dituntut menunjukkan progres nyata di setiap laga.

1 dari 3 halaman

Standar Tinggi yang Tak Boleh Ditawar

Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen d leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen d leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Arbeloa memahami tekanan adalah bagian dari pekerjaan di Real Madrid. Ia menyebut klub ini selalu punya tuntutan untuk bangkit cepat, apa pun situasinya.

Menurutnya, dua musim tanpa gelar adalah kondisi yang tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia ingin para pemain menyadari bahwa ekspektasi publik akan selalu tinggi setiap kali mereka mengenakan seragam tim utama.

"Dua musim tanpa memenangkan apa pun... Real Madrid adalah klub di mana segalanya biasanya berjalan baik. Ada kalanya segalanya tidak berjalan semestinya, tetapi mentalitas klub ini selalu menatap masa depan," ujar Alvaro Arbeloa.

"Di Real Madrid, kekalahan tidak bisa diterima, begitu juga dengan kemenangan, karena kami tahu tuntutan klub ini dan kami selalu harus menatap masa depan untuk menang. Kami harus memenangkan tujuh pertandingan tersisa," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Masalah Konsistensi di Liga Domestik

Selebrasi pemain Real Madrid, Federico Valverde dengan Brahim Diaz di laga melawan Girona, 11 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selebrasi pemain Real Madrid, Federico Valverde dengan Brahim Diaz di laga melawan Girona, 11 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Arbeloa tidak menutup mata terhadap inkonsistensi tim di La Liga. Ia melihat ada perbedaan performa yang cukup jelas saat menghadapi tim besar dibandingkan lawan yang secara kualitas di bawah.

Hal ini, menurutnya, menjadi penyebab utama hilangnya poin penting sepanjang musim. Ia menilai tim masih memiliki ruang besar untuk memperbaiki detail permainan agar lebih stabil.

"Mengenai performa kami, kami tentu memiliki ruang untuk perbaikan di La Liga dalam beberapa tahun terakhir. Saya pikir kami tampil lebih baik dalam pertandingan besar beberapa bulan terakhir ini dibandingkan melawan lawan yang kurang mapan," ungkap Arbeloa.

"Jika kita berbicara tentang tiga bulan terakhir ini, kita punya banyak ruang untuk perbaikan. Namun kita juga mengalami situasi seperti pertandingan melawan Girona, yang membuat Real Madrid lebih mudah memenangkan Liga Champions daripada gelar La Liga," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Membangun Kepemimpinan Skuad Muda

Di tengah tekanan, Arbeloa tetap membela komposisi tim yang didominasi pemain muda. Ia menilai ekspektasi publik kadang terlalu cepat diarahkan kepada pemain yang masih dalam proses berkembang.

Namun demikian, ia percaya keseimbangan antara pemain senior dan muda masih terjaga. Kehadiran figur berpengalaman dinilai penting untuk membantu tim keluar dari situasi sulit.

"Kami memiliki pemimpin. Ini adalah skuad yang sangat, sangat muda dibandingkan dengan skuad lain yang pernah menjadi juara Eropa. Ada banyak pemain yang ingin kami tuntut terlalu banyak dan terlalu dini," ujar Arbeloa.

"Tetapi kami memiliki banyak pemimpin, seperti Carvajal, Alaba, Militao, Valverde, Bellingham, Mbappe, Vinicius... Namun ada juga banyak pemain muda, dan ini bukan klub yang mudah untuk beradaptasi," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL